Rio Yunandar
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Laki-Laki Berusia 51 Tahun dengan Tetanus disertai Pneumonia CAP: Laporan Kasus Mawardah Al Nimmah; Rio Yunandar; Febri Retnosari; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus merupakan masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia terutama di negara-negara berkembang akibat penyakit ini yang disebabkan karena program imunisasi yang buruk. Tetanus merupakan toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang diproduksi oleh C. tetani ditandai dengan kekakuan dan kejang otot yang berkala dam parah. Neurotoksin ini akan menghambat pelepasannya neurotransmitter di sistem saraf pusat, menyebabkan kekauan otot. Laporan kasus seorang pria berusia 51 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan utama nyeri telan, pasien merasakan tenggorokan sakit sehinnga sulit untuk menelan makanan dan minuman sejak 2 hari karena terasa nyeri, selain itu pasien mengeluhkan demam sejak 2 hari yang lalu, batuk, kadang sesak, keringat dingin, mual muntah, lemas, pasien mengatakan belum pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Sebelumnya pasien sempat mengalami sakit pada area gigi berlubangnya dan tidak mendapat perawatan yang baik. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi maupun DM. Tanda vital 125/78 mmHg, nadi 88 x/menit, respirasi 18x/menit, suhu 37 C, SpO2 97%. Pada pemeriksaan fisik didapatkan trismus, leher kaku, rigiditas perut, opistotonus. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Tn. S 51 tahun didiagnosis dengan tetanus. Pasien diberikan terapi clindamycin 3x1, diazepam 3x1 dan asam folat 2x1.
Laporan Kasus: Seorang Laki-Laki Usia 55 Tahun dengan Katarak Senilis Matur pada Okuli Dextra Et Sinistra Rio Yunandar; Patti Arsendra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan keadaan kekeruhan lensa yang terjadi akibat meningkatnya cairan lensa maupun proses denaturasi dan koagulasi protein lensa yang menyebabkan lensa menjadi tidak jernih. Katarak senilis matur adalah salah satu stadium katarak yang dimana lensa telah mengalami kekeruhan pada seluruh bagian akibat deposisi ion kalsium yang menyeluruh pada lensa. Prevalensi usia pada orang yang mengalami katarak di Indonesia lebih muda dibandingkan dengan negara bagian barat, yaitu sekitar usia 40-65 tahun, namun seiring dengan bertambahnya usia maka prevalensi katarak akan semakin meningkat. Laporan kasus ini menjelaskan tentang seorang laki-laki usia 55 tahun yang datang dengan keluhan utama mata kanan dan kiri terasa mengganjal, gatal, dan pandangan kabur yang semakin parah dalam 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan segmen anterior mata kanan didapatkan iris shadow negatif, lensa keruh padat, dan penurunan visus dengan pemeriksaan menggunakan snellen chart menjadi 1/60. Penatalaksanaan yang diberikan pada pasien berupa sanbe tears eye drop, thiamine tablet, dan timolol maleate serta direncanakan dilakukan bedah katarak. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui uraian masalah klinis, mengidentifikasi faktor risiko yang menjadi penyebab, dan memberikan penatalaksanaan terbaik untuk katarak senilis matur yang dialami pasien.