Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS PENGUATAN AKREDITASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PAUD AISYIYAH SE KOTA KENDARI Nurlina Nurlina; Asrul Asrul; Halima Halima
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i1.1821

Abstract

This service activity aims to improve the quality of education in Early Childhood Education by providing technical guidance to educators and education staff. The main focus of this activity is to provide an in-depth understanding of the accreditation process, improve practical skills in preparing accreditation documents, and design management improvements that positively impact the overall evaluation process. The implementation of community service activities is carried out through three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the monitoring and evaluation stage. With this collaboration, it is hoped that educators and education personnel can face and undergo the accreditation process better, positively contribute to the quality of education, and create sustainable changes in the ECCE environment. Hopefully, this effort will assist educators and education staff and increase understanding of accreditation preparation instruments so institutions can achieve superior accreditation scores in every accreditation assessment implementation.
MENUMBUHKAN BUDAYA DISIPLIN: TENTANG PERILAKU DAN TANGGUNG JAWAB SISWA Fadia Fadia; Nurzaima Nurzaima; Halima Halima
Edum Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v9i1.598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan, internalisasi, dan perwujudan budaya disiplin melalui perilaku dan tanggung jawab siswa atlet di SMAN Keberbakatan Olahraga Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali kelas, guru bimbingan dan konseling, pelatih olahraga, serta 38 siswa atlet sebagai informan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan validasi data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya disiplin siswa terbentuk melalui pembiasaan yang konsisten, penegakan aturan sekolah, serta keteladanan guru dan pelatih dalam lingkungan sekolah berasrama. Kegiatan olahraga yang terstruktur berperan signifikan dalam memperkuat disiplin siswa melalui tuntutan kepatuhan terhadap jadwal, ketekunan, dan pengendalian diri. Namun demikian, internalisasi budaya disiplin belum berlangsung secara merata, khususnya pada siswa kelas X yang masih berada pada tahap adaptasi terhadap kehidupan asrama dan rutinitas latihan yang padat. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan budaya disiplin di sekolah berbasis olahraga memerlukan pembinaan karakter yang terencana, lingkungan yang suportif, serta kolaborasi yang konsisten antara sekolah, guru, dan pelatih.
KOMPETENSI TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI SMK NEGERI 05 BOMBANA Hasfina Hasfina; Rahmawati M; Halima Halima
Edum Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v9i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas administrasi pendidikan di SMK Negeri 05 Bombana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, tenaga kependidikan, guru, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian dan sosial tenaga kependidikan di SMK Negeri 05 Bombana berada pada kategori sangat baik. Hal ini tercermin dari sikap tanggung jawab, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan menjamin komunikasi dan kerja sama yang efektif dengan seluruh warga sekolah. Sebaliknya, kompetensi teknis dan manajerial masih belum berkembang secara optimal. Tenaga kependidikan masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi informasi serta pengelolaan administrasi berbasis digital. Selain itu, kemampuan manajerial yang mencakup perencanaan kerja, pembagian tugas, dan pengelolaan waktu belum tertata secara sistematis. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya efektivitas dan efisiensi layanan administrasi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemupukan kompetensi teknis dan manajerial agar kualitas administrasi pendidikan dapat ditingkatkan secara profesional dan berkelanjutan Kata Kunci: kompetensi, tenaga kependidikan, kualitas administrasi.
KRISIS KETELADANAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU SISWA: REFLEKSI ATAS PRAKTIK PENDIDIKAN KARAKTER Musdalifa Musdalifa; Halima Halima; Rahmwati M
Edum Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v9i1.577

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena krisis keteladanan dalam lingkungan pendidikan serta implikasinya terhadap pembentukan karakter dan perilaku siswa di sekolah menengah. Krisis ini muncul akibat menurunnya konsistensi moral dan etika guru dalam memberikan contoh nyata kepada peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Negeri 18 Kendari, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis keteladanan bukan hanya persoalan individu, melainkan fenomena sistemik yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan lemahnya budaya reflektif di kalangan pendidik. Ketidakkonsistenan perilaku guru berdampak langsung pada menurunnya disiplin, tanggung jawab, serta motivasi belajar siswa. Sekolah telah berupaya mengatasi masalah ini melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan penanaman nilai religius, integritas, dan gotong royong. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan guru menjadi figur moral yang autentik. Penelitian ini menegaskan pentingnya keteladanan sebagai inti dari pendidikan karakter dan merekomendasikan peningkatan kompetensi emosional serta profesionalisme guru untuk memperkuat nilai-nilai moral di lingkungan pendidikan. Kata kunci: keteladanan, pendidikan karakter, perilaku siswa, guru, krisis moral.
STUDI DESKRIPTIF TENTANG KEPATUHAN SISWA TERHADAP TATA TERTIB DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU INSANTAMA KENDARI Muh. Rifqi Fatahillah; Muh. Alamsah; Halima Halima
Edum Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v9i1.578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah, faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan tersebut, serta peran kepala sekolah dan guru dalam menegakkan dan membina kedisiplinan di SMP Islam Terpadu Insantama Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan siswa terhadap tata tertib tergolong baik, terutama dalam aspek sopan santun, adab Islami, dan tanggung jawab sosial, meskipun masih terdapat pelanggaran ringan seperti keterlambatan dan ketidaklengkapan atribut seragam. Faktor-faktor yang berpengaruh meliputi sosialisasi aturan, keteladanan guru, dukungan lingkungan, serta pendekatan pembinaan yang persuasif dan edukatif. Kepala sekolah dan guru berperan penting dalam menanamkan nilai kedisiplinan melalui pembinaan moral dan keteladanan. Tata tertib sekolah berfungsi tidak hanya sebagai instrumen pengendali perilaku, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter Islami. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembinaan disiplin berbasis karakter religius di sekolah Islam terpadu. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan model pembinaan disiplin berbasis karakter religius di sekolah Islam terpadu. Kata Kunci : Kepatuhan Siswa, Tata Tertib Sekolah, Kedisiplinan, Karakter Islami