Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DITERMINAN LIKUIDITAS BANK UMUM SYARIAH DENGAN UKURAN BANK SEBAGAI VARIABEL MODERATING Fitri; Andri Soemitra; Tuti Anggraini
Media Ekonomi Vol. 31 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/me.v31i1.17289

Abstract

To analyze whether there is an influence of ROA on liquidity with bank size as a moderating variable for Sharia Banking in Indonesia. The population of this study includes annual report data from Islamic banks in Indonesia. The number of sharia banks in Indonesia in 2020 is 16 banks. The type of data used in this research is secondary data. The research method used in this research is multiple regression analysis, namely, analysis carried out to measure the magnitude of the influence of the independent variable on the dependent variable. Based on descriptive statistics regarding dependent and independent variables. Based on the results of statistical tests and discussion, the following conclusions can be drawn: CAR's effect on liquidity is moderated by bank size in Sharia banking companies in Indonesia from 2018-2022. NPF has a significant effect on liquidity, moderated by bank size in Islamic banking companies in Indonesia from 2018-2022 BOPO has a significant effect on liquidity, moderated by bank size in Islamic banking companies in Indonesia from 2018-2022. ROA has a significant effect on liquidity, moderated by bank size in Islamic banking companies in Indonesia from 2018-2022.
PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PERKARA PENGANIAYAAN PEMBANTU RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM (Analisis Putusan PN Jakarta Selatan No. 255/Pid.Sus/2023) Fitri; Mhd Yadi Harahap
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 1 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i1.903

Abstract

Penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) merupakan bentuk kekerasan domestik yang sering kali luput dari perhatian hukum, tindakan kekerasan kepada Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Indonesia, yang selalu berulang dan tercermin dalam tingginya angka pelaporan kasus. Berdasarkan data Komnas Perempuan dan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), ribuan kasus kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan seksual telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini memakai pendekatan yuridis normatif, dengan metode analisis deskriptif-komparatif, untuk menelaah penerapan hukum terhadap kasus tersebut. Kajian hukum dilakukan dengan membandingkan regulasi pada hukum positif Indonesia, khususnya Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta perspektif dari hukum pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kekerasan PRT dapat dijerat dengan UU PKDRT karena PRT dianggap bagian dari lingkup rumah tangga. Putusan pengadilan menjatuhkan hukuman penjara dan restitusi kepada korban, yang setara dengan tuntutan jaksa. Secara komparatif, konsep hukuman ini memiliki kemiripan dengan prinsip diyat (ganti rugi) dalam hukum pidana Islam, yang juga mengutamakan keadilan restoratif bagi korban.