Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KERJA SAMA MELALUI FUN GAME PADA ANAK SANGGAR BHINEKA DI MARKAS P4GN DI KABUPATEN SUKOHARJO Rantri Mustika Dewi; Pipit Nopiyanti; Pramesti Regita Sari
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3657

Abstract

Sanggar Bhineka merupakan tempat dimana kegiatan pembelajaran tambahan untuk anak yatim yang keluarganya meninggal karena virus covid-19. Dalam Sanggar Bhineka Kabupaten Sukoharjo terdiri dari 10 anak yang berasal dari sekolah dasar yang berbeda-beda. Kegiatan pengabdian ini berlokasi di halaman Sanggar Bhineka di Kabupaten Sukoharjo, kegiatan pengabdian ini diikuti sebanyak 10 anak dari berbagai sekolah dasar yang berbeda. Tujuan pengabdian ini sebagai sarana meningkatkan kekompakan dan kerja sama pada anak Sanggar Bhineka di Kabupaten Sukoharjo.
Strategi Untuk Mengatasi Rasa Insecure Pada Siswa Kelas 10 PPLG (Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim) B di SMK Negeri 5 Surakarta Pipit Nopiyanti; Rantri Mustika Dewi; Mellani Agustin
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v1i3.397

Abstract

Insecurity is a feeling of discomfort felt by individuals, especially when they feel worried and lack of confidence, so that someone who experiences this will feel insecure and they will feel afraid in any condition and at any time. These feelings can occur when a person feels inadequate, guilty, ashamed, or unable to control something. And cause that person to be afraid to interact with others. The methods in this research are lectures and discussions. The informants or subjects in this research are 10th grade PPLG (Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim) B students at SMK Negeri 5 Surakarta. The result of the research carried out by the resource person is to provide socialization related to how to overcome insecurity. The conclusion of the research carried out by the resource person can be that adolescents are vulnerable to insecurity, and must be given education on how to overcome this insecurity.
Regulasi Emosi Pada Mahasiswa Yang Mengalami Hubungan Toxic Relationship mellani agustin; Rantri Mustika Dewi
JURNAL ASSOSIATIV Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Asosiatif
Publisher : Fakultas Sosial Humaniora dan Seni Usahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/asosiatif.v3i1.1709

Abstract

Regulasi emosi berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk menilai, mengatasi, mengelola, dan mengungkapkan emosi yang tepat untuk mencapai keseimbangan emosional , Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi emosi pada mahasiswa yang mengalami hubungan toxic relantionship. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah tujuh orang, terdiri dari tiga partisipan laki laki dan empat partisipan perempuan. Teknik pengumpulan data wawancara. Hasil analisis menemukan bahwa setiap individu memiliki sumber emosi yang berbeda-beda saat menjalani hubungan toxic relantionship. Perbedaan sumber emosi juga mengarahkan pada strategi khusus untuk regulasi emosi, serta hal apa saja yang mempengaruhi kondisi emosi individu dan regulasi emosinya.