Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efek Larvasida Daun Lengkuas (Alpinia galanga) Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti Raisha Hamiddani; Anita Ratna Dilla; Gadis Karmila; Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1034

Abstract

Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama dalam penyebaran penyakit DBD dari satu orang ke orang lain, dan hingga kini penyakit DBD masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun lengkuas (Alpinia galanga) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain post-test-only control-group, menggunakan 600 larva Aedes aegypti instar III. Penelitian ini terdiri dari 6 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun lengkuas dengan konsentrasi 24 mg/ml, 38 mg/ml, 48 mg/ml, dan 60 mg/ml; kelompok kontrol positif temephos; dan kelompok kontrol negatif akuades. Pengamatan dilakukan 24 jam setelah pemberian perlakuan dan kematian larva dihitung setiap 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun lengkuas (Alpinia galanga) memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak daun lengkuas (Alpinia galanga) memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti.
Hubungan Jumlah dan Jenis Leukosit dengan Kadar Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) pada Penderita Sindrom Koroner Akut: Correlation Between Leukocyte Differential Count and Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) in Patient with Acute Coronary Syndrome Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis; Bunga Anggreini Sari
Journal of Health Vol. 13 No. 2 (2026): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v13n2.274

Abstract

Background: Acute Coronary Syndrome (ACS) remains a major cause of morbidity and mortality worldwide. Inflammatory responses involving leukocytes play an important role in plaque instability and myocardial injury. Objectives: This study aimed to analyze the correlation between leukocyte differential count and creatine kinase myocardial band (CK-MB) levels in patients with ACS. Methods: This study used a retrospective cross-sectional design based on secondary data from the medical records of 126 ACS patients admitted to RSUD Ulin Banjarmasin in 2017. Total leukocyte count, neutrophil count, lymphocyte count, and CK-MB levels were collected and analyzed using linear regression analysis. Results: The analysis showed a significant positive correlation between total leukocyte count and CK-MB levels (p = 0.001), indicating that higher leukocyte counts were associated with greater myocardial injury. In contrast, lymphocyte count demonstrated a significant positive correlation with CK-MB levels (p = 0.003). However, neutrophil count showed no significant correlation with CK-MB levels. Conclusions: Leukocyte and lymphocyte counts were significantly associated with CK-MB levels in ACS patients, suggesting their potential role as simple inflammatory markers related to myocardial injury.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Cerbera odollam) dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli Nur Mahdi; Susi Susanti; Ani Agustina; Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis
Sinteza Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i1.21431

Abstract

Tanaman bintaro (Cerbera odollam) salah satu dari banyak tanaman antimikroba yang ditemukan di Indonesia. Tanaman bintaro efektif dalam mengendalikan serangan hama, namun dalam penelitian antibakteri belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bintaro menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk menguji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Pengujian dilakukan dengan menggunakan konsentrasi ekstrak daun bintaro terdiri dari 25%, 50%, 75%, dan 100%, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bintaro memiliki sifat antibakteri. Pada konsentrasi ekstrak 75% terhadap Streptococcus mutans diperoleh rata-rata zona hambat sebesar 6,125 mm dengan kategori daya hambat sedang dan pada Escherichia coli diperoleh rata-rata zona hambat sebesar 6,5mm. Kemudian pada pada konsentrasi 100% diperoleh pada kedua bakteri tersebut dengan zona hambat 7,5 mm dengan kategori daya hambat sedang. Uji Kruskal Wallis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003 atau (p < 0,05) menunjukkan perbedaan bermakna. Uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi untuk Streptococcus mutans sebesar 0,433 atau (p < 0,05) dan Escherichia coli sebesar 0,433 atau (p < 0,05). Pada konsentrasi 100% diameter zona hambat 7,5 mm, hasil ekstrak etanol daun bintaro menunjukkan aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Escherichia coli.