Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deteksi Tingkat Keaslian Beras Non Subsidi Varietas Ciherang Menggunakan Portable Near Infrared Reflectance Spectrometer (NIRS) Ayu Putri Ana; Ester Juliana Sitohang
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 2 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 2 April 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i2.4146

Abstract

Deteksi Tingkat keaslian beras Ciherang dengan penggunaan Portable Near-Infrared Reflectance Spectrometer jarang dilakukan sebelumnya, Oleh karena itu, analisis diperlukan untuk memverifikasi autentisitas beras Ciherang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keaslian beras Ciherang dan persentase tingkat keaslian beras Ciherang secara non-destruktif menggunakan Portable NIRS. Penelitian ini dianalisis dengan metode Partial Least Squares-Regression (PLS-R) dengan dua perlakuan. Perlakuan pertama melibatkan beras Ciherang murni, dan perlakuan kedua melibatkan beras Ciherang campuran dengan persentase mulai dari 1% hingga 30%, mewakili tingkat keaslian dari 57,2% hingga 99,0%. Metode yang digunakan untuk menentukan keaslian beras Ciherang melibatkan penerapan teknologi SCIO Portable Near-Infrared Reflectance Spectrometer, dengan menggunakan metode Partial Least Squares, mampu memprediksi keaslian beras Ciherang. Hasil terbaik dicapai dengan menggunakan pre-treatment deresolve, menghasilkan nilai koefisien korelasi kalibrasi sebesar 0,99, koefisien korelasi validasi sebesar 0,99. Nilai SEC dan SEP yang diperoleh adalah 0,00% hal ini menunjukkan bahwa model kalibrasi yang digunakan efektif dalam memprediksi keaslian beras Ciherang.
Economic, Technological, and Environmental Feasibility of Green Hydrogen Adoption in Transportation: A Techno-Economic and Life Cycle Assessment Approach in Indonesia Silfia; Khitara Aldilla Chandra; Ayu Putri Ana; M Reza Alfikri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13443

Abstract

This research comprehensively evaluates the economic, technological, and environmental feasibility of green hydrogen adoption in Bogor City's transportation sector. Utilizing Techno-Economic Assessments (TEA), Life Cycle Assessment (LCA), and Scenario Modeling, the study compares centralized versus decentralized production pathways. TEA findings indicate that decentralized production is not financially viable, while centralized production with CCS technology shows positive financial potential, underscoring the role of economies of scale. LCA results confirm that green hydrogen offers significant emission reduction potential, up to 90% compared to fossil fuel alternatives, and produces zero emissions at the point of use, though high CCS costs remain a constraint. Scenario Modeling determined that Scenario 3 (high carbon tax, government subsidies, and reduced renewable energy prices) is the most effective pathway for accelerated adoption. Cost-Benefit Analysis (CBA) suggests that long-term non-economic benefits, such as improved public health and reduced air pollution, significantly outweigh high initial infrastructure costs. This study provides a novel, integrated assessment for a high-density urban context, advising policymakers to implement a higher carbon tax and subsidies to expedite the transition.