Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Pengembangan Skema Pembiayaan untuk Pengelolaan Infrastruktur Anjungan Cerdas Azaria Andreas; Herawati Zetha Rahman; Jade Sjafrecia Petroceany; Dian Perwitasari; Perdana Miraj Sejatiguna
Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM) Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM)
Publisher : PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur sosial sebagai bagian dari pembangunan fisik itu sendiri harus memberikan pelayanan sosial seperti sekolah, universitas, rumah sakit, penjara dan perumahan rakyat. Pelayanan ini juga tidak terbatas pada bentuk-bentuk tersebut, namun juga melingkupi infrastruktur sosial yang berdimensi fisik seperti fasilitas kesehatan, fasilitas rekreasi, keamanan dan pemadam kebakaran, pusat seni dan budaya dan fasilitas publik lainnya. Penelitian ini memfokuskan studi pada infrastruktur sosial yakni Anjungan Cerdas (Roadside Station) yang diadopsi dari Michinoeki Jepang. Hal ini dipandang tepat karena anjungan cerdas memberikan sejumlah fungsi sosial yang diamanatkan ke dalam infrastruktur fisik yang dibangun oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Kementerian PUPR yang berlokasi di 2 lokasi yaitu Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Jembrana. Pengembangan skema pengelolaan anjungan cerdas dimaksudkan agar kesinambungan dalam fungsinya sebagai infrastruktur sosial memenuhi kebutuhan publik. Selanjutnya hal ini perlu mendapat perhatian khusus, karena pengelolaan infrastruktur yang selama ini senantiasa menggunakan anggaran pemerintah sering kali tidak optimal dalam memberikan pelayanan publik. Di sisi lain, pengembangan skema pembiayaan dengan melibatkan Badan Usaha merupakan salah satu solusi untuk pengelolaan infrastruktur yang lebih baik. Dalam penelitian ini, isu utama yang akan diangkat adalah skenario pembiayaan apa saja yang dapat dikembangkan untuk pengelolaan infrastruktur anjungan cerdas. Dari skema pengelolaan yang dihasilkan, ditetapkan bahwa pengelolaan anjungan cerdas dapat menggunakan skema pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), Badan Layanan Umum (BLU), dan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum: Studi Kasus: SPAM Sukabumi Herawati Zetha Rahman
Jurnal Infrastruktur Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/infrastruktur.v10i2.6744

Abstract

Drinking water is one of the basic human needs and is very important to improve the quality of human life and economic growth of the country. In 2020 Sukabumi City with a population of 346,325,000 people, the reliability of clean water is one of the determining indicators of population welfare. With the availability of water, the health and productivity of the community can be maintained, which in turn has a significant economic impact on the community. This study aims to measure the level of public satisfaction with the quality and level of service of drinking water providers in Sukabumi City. The data was collected from primary data, namely area observation and questionnaire distribution, while secondary data was obtained from location maps, document research and supervisory decision 63 A/PDAM/KPTS/2011 on Minimum Service Standard Regulations. The analysis method used is the Critical Performance Analysis (IPA) method which compares the actual score with the expectations of 5 main variables namely; Connection Quality, Payment, Service, quality, quantity, and accuracy of water meters. with a calculated decision limit value of 91.84% and Customer Satisfaction Index (CSI) to achieve SPAM customer satisfaction scores. The results of existing calculations show that Sukabumi customer satisfaction reached 86.87%, which means that they are “very satisfied” with the performance of PERUMDA AIR MINIUM TIRTA BUMI WIBAWA CITY OF SUKABUMI. Thus with the current CSI Index the company may secure the long-term sustainability of its operations