p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PETANI KELAPA DALAM MELAKUKAN PENGOLAHAN LIMBAH AIR KELAPA MENJADI KECAP MANIS GUNA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA TOARI KABUPATEN KOLAKA Fitrianti Handayani; Djurnarlin Tojang; Fitrah Adelina; Juniaty Arruan Bulawan; Qadaruddin Fajri Adi; Saparuddin; Mustafa R Mustafa; Abdul Rahim; Maretik Maretik; Erfina Erfina
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1219

Abstract

Toari Village is the largest coconut producing village in Kolaka Regency. The people only process coconuts as copra while the water becomes waste, causing problems because of its strong aroma after being thrown away. Therefore, it is very important to provide training to the Toari Village Community in processing coconut water waste. One of the products produced is sweet soy sauce. Sweet soy sauce is a type of food additive that is popular because it makes the food taste better. The aim of this service is to create community independence in processing coconut water into products of high economic value and to gain skills in processing coconut water so that it can be used by the community to improve the economy. This service method is carried out at several stages including the observation stage, preparation stage, activity implementation stage, training and mentoring stage, and evaluation stage. The result of this activity is that the community is very enthusiastic about participating in the training so that the sweet soy sauce products produced are very good, taste good and are hygienic. The level of community skills and knowledge after carrying out training and mentoring activities has increased by 100% and several service outcomes have been achieved.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI EDUKASI DAN AKSI BERSIH PANTAI DI PANTAI KAYU ANGIN, DESA LIKU Maretik Maretik; Ernawati Ernawati; Sutriani Kaliu; Miswandi Tendrita; Saparuddin Saparuddin; Erfina Erfina; A.S. Alonemarera; Yanti Yanti; Felixia Felixia; Fandri Fandri; Rifqi Rifqi
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3428

Abstract

Banyaknya sampah yang berserakan di pesisir Pantai Kayu Angin berasal dari pengujung ataupun masyarakat itu sendiri, sehingga menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, karena sampah plastik sulit terurai dan dapat menyebabkan lingkungan tercemar. Program ini merupakan rangkaian dari kegiatan Biologi Camp 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa program Studi pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Liku dalam melestarikan pesisir pantai melalui bakti sosial di Pantai Kayu Angin. Kegiatan dilaksanakan di Pantai Kayu Angin, Desa Liku, Kabupaten Kolaka melalui edukasi, seperti sosialisasi dan bakti sosial berupa aksi bersih pantai. Pendekatan partisipatif digunakan, yaitu dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya, pesisir pantai bersih dari sampah-sampah yang berserakan. Masyarakat penuh antusias membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pesisir pantai. Sampah yang banyak ditemukan pada saat kegiatan bersih-bersih di pesisir Pantai Kayu Angin merupakan jenis sampah abiotik, seperti plastik, kemasan minuman maupun makanan ringan. Sampah-sampah tersebut berasal dari pengunjung dan masyarakat sekitar. Pelaksana dan peserta berkerja sama dan berhasil mengumpulkan sebanyak 10 kantong dengan lebar 60 cm dan tinggi 100 cm, sehingga pesisir pantai terlihat bersih dan indah dibandingkan sebelum kegiatan dilakukan. Beberapa masyarakat menyampaikan keinginan untuk melanjutkan kegiatan serupa secara rutin. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif dan partisipatif memiliki potensi sebagai pendekatan awal dalam menumbukan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan pesisir.