Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen Dana Zakat (Studi Kasus Laz Dompet Dhuafa) Roni Hidayat; Putri Ana Sari; Rio Erismen Armen
Jurnal Ruhul Islam Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v1i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dana zakat yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan data secara wawancara dan dokumentasi, studi pustaka dan observasi lapangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa LAZ Dompet Dhu’afa telah menjalankan fungsi manajemen pengelolaan zakat. Pada tahap perencanaan, Dompet Dhuafa setiap tahun melakukan rapat rencana strategis untuk menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Program jangka pendek mencakup pengelolaan sumber daya manusia, optimalisasi administratif, serta perbaikan operasional organisasi. Di sisi lain, program jangka panjang menitikberatkan pada strategi sosialisasi lembaga, pengumpulan dana zakat, pemanfaatan optimal dana zakat, pencatatan dan pelayanan kepada para donatur, pemantauan penerima manfaat, serta kerja sama dengan pihak eksternal dan pelaku usaha. Dompet Dhuafa dalam menghimpun dana zakat membuat beberapa saluran yaitu MPZ, digital fundraising, program jemput zakat, dan bekerjasama dengan aplikasi online. Pendistribusian zakat dilakukan secara konsumtif tradisional, konsumtif kreatif, produktif konvensional, produktif kreatif, juga penyaluran kepada korban musibah dan bencana alam. Program pendayagunaan zakat di Dompet Dhu’afa didasari oleh 5 pilar yaitu: Pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya-dakwah. LAZ Dompet Dhu’afa telah memenuhi tujuh asas pengelolaan zakat yaitu syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi, dan akuntabilitas.
Analisis Hukum Islam Terhadap Sistem Paylater pada E-Commerce Fahra Mutia; Risma Ramadani; Nailah Nurul Azmi; Roni Hidayat
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/27q3k274

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan (fintech) telah melahirkan fenomena PayLater sebagai instrumen kredit digital yang kini terintegrasi dalam berbagai platform e-commerce di Indonesia, seperti Shopee PayLater, Tokopedia PayLater, dan Gojek PayLater. Meskipun popularitasnya terus meningkat dengan pengguna mencapai jutaan transaksi per bulan, status hukumnya dalam perspektif Islam masih menjadi perdebatan di kalangan ulama dan akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem PayLater dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan fiqh muamalah, khususnya terkait konsep qardh, bai' bi al-taqsith, riba, dan gharar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-normatif berbasis library research, data dikumpulkan dari Al-Qur'an, Hadis, Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta literatur ilmiah relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme PayLater konvensional mengandung unsur riba nasi'ah melalui skema bunga tetap yang dibebankan kepada pengguna. Selain itu, ditemukan potensi gharar dalam transparansi biaya dan ketentuan yang tidak selalu disampaikan secara lengkap kepada konsumen. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual untuk transformasi PayLater menuju model yang sesuai syariah, antara lain melalui akad murabahah, ijarah, atau qardhul hasan. Implikasi praktis penelitian ini mencakup rekomendasi bagi regulator, lembaga keuangan syariah, dan pengembang platform digital untuk merancang produk PayLater berbasis syariah yang kompetitif namun tetap patuh terhadap prinsip Islam