Eko Basuki
Universitas Kristen Indonesia Maluku

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK BUDIDAYA RUMPUT LAUT MELALUI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL DESA KAMATUBUN Demsy Wattimena; Marleen Muskita; Korneles Balak; Eko Basuki; Monalisa Dagasou; Petrus Sarfunin
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v7i2.2100

Abstract

Tujuan PKM untuk meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya dan pengolahan rumput laut pada Desa Kamatubun dalam menerapkan komunikasi pemasaran digital, membangun branding produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode PKM Pelaksanaan kegiatan “Pemberdayaan Budidaya Kelompok Rumput Laut melalui Penguatan Komunikasi Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat pada Desa Kamatubun” menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Mitra dilibatkan secara aktif mulai dari tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Hasil PKM Setelah dilakukan sosialisasi mengenai penguatan komunikasi pemasaran digital, tingkat pemahaman dan penerapan meningkat menjadi 85%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan dampak positif terhadap kemampuan peserta dalam memahami dan menerapkan strategi komunikasi pemasaran berbasis digital. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra sebesar 81% dalam mengimplementasikan pembuatan dan penggunaan aplikasi media sosial sebagai media komunikasi pemasaran digital. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan dampak positif terhadap keterampilan mitra dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran dan pengembangan produk lokal. Setelah pelatihan, tingkat pemahaman dan keterampilan meningkat menjadi 95%, atau mengalami peningkatan sebesar 90 poin persentase. Peserta memperoleh keterampilan dalam pemilihan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan, pengemasan, dan pengembangan produk.