Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Kawasan Kopi di Bengkulu (Analisis Keterlibatan Petani dan Peran Pemerintah) Fery Murtiningrum; Melinda Noer; Sri Wahyuni; Dodi Devianto
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v10i1.1818

Abstract

Effective development planning is essential for achieving economic and agricultural goals, including developing coffee-growing areas. However, research on the role of farmers in this process remains limited. This study examines the planning process for coffee-growing area development in Bengkulu Province and the extent of farmer involvement in the process. The research was conducted in Kepahiang and Rejang Lebong Regencies in 2024, purposively selected as the two largest coffee-producing regions in Bengkulu. A total of 110 farmers from Kepahiang and 227 from Rejang Lebong were chosen through simple random sampling. The study analyzed variables related to the planning process, farmer empowerment through data access (including access to information, participation, inclusivity, and local institutional capacity), and community perceptions measured using a Likert scale. Findings indicate that the government plays a central role as the leading sector in coffee area development. Meanwhile, farmer groups primarily propose activities, provide data, and implement planned programs. Farmer participation mainly involves data collection and program preparation. Meetings provide equal opportunities for farmers to voice their opinions, with no restrictions on participation in group activities or discussions with agricultural offices and extension workers. Additionally, local institutions, particularly farmer groups, facilitate integrating farmers into the planning process. The study highlights the need for more substantial farmer involvement and institutional support to improve planning effectiveness and ensure sustainable coffee area development. Strengthening collaboration between government agencies, farmer organizations, and agricultural extension workers is recommended to enhance decision-making, increase inclusivity, and improve long-term development outcomes. Policies encouraging active farmer participation and institutional capacity-building will be crucial for achieving sustainable and equitable development in coffee-growing areas.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN KOPI Fery Murtiningrum; Melinda Noer; Sri Wahyuni; Dodi Devianto
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i2.1218

Abstract

Perencanaan Pengembangan Kawasan kopi penting menjadi perhatian karena menjadi dasar sebuah proses pengembangan kawasan dilakukan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengembangan kawasan termasuk juga pengembangan kawasan kopi dilakukan untuk mencapai tujuan sebagaimana tertuang pada rencana pengembangan kawasan kopi (Action Plan). Perencanaan Pengembangan kawasan kopi disusun berdasarkan penggalian kebutuhan dan permasalahan serta potensi yang ada  berbasiskan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat pada perencanaan pengembangan kawasan kopi pada 2 kawasan yang menjadi lokasi untuk pengembangan kawasan kopi di Provinsi Bengkulu yaitu di wilayah Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Pada penelitian ini Metode yang digunakan mixed methods research Alat analisa yang digunakan analisa Kualitatif Deskriptif dan analisa menggunakan SEM PLS. Data di ambil dari petani dan informan. Berdasarkan hasil analisa data penelitian diketahui hasil bahwa faktor faktor yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat pada perencanaan pengembangan kawasan kopi adalah akses informasi, Partisipatif dan kelembagaan lokal, di mana pengaruh masing masing faktor yaitu, untuk akses informasi sebesar 36,81%. untuk partisipatif sebesar 52,42 %  dan faktor kelembangaan lokal sebesar 37,46 %.