Muhammad Nurhalim
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MATA PELAJARAN IPAS Nadia Seftiani Salsabilla; Muhammad Nurhalim
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 1 (2024): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i1.497

Abstract

Modul ajar merupakan bahasa baru dalam kurikulum merdeka yang sama artinya dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di kurikulum 2013 yang berformat dan bersifat variatif. Ada 4 kriteria yang harus dimiliki modul ajar yakni esensial, menarik, bermakna, dan menantang, relevan dan kontekstual, serta berkesinambungan. Pengembangan modul ajar bertujuan untuk menyediakan perangkat ajar yang dapat memandu guru melaksanakan pembelajaran. Tujuan penelitian ini membahas pengembangan modul ajar kurikulum merdeka mata pelajaran IPAS. Dan penelitian ini merupakan merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan datanya yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka yang meliputi tiga komponen yakni informasi umum, kompetensi inti dan lampiran, (2) Implementasi modul ajar dalam pembelajaran IPAS yang meliputi beberapa langkah-langkah pembelajaran, seperti: persiapan modul ajar, latihan soal/tugas dan mengevaluasi hasil belajar.
INOVASI PEMBELAJARAN FIQIH ERA DIGITAL: INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MODEL INQUIRY LEARNING Muhamad Syafiqul Humam; Muhammad Nurhalim
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15800

Abstract

Fiqh instruction in many Islamic schools remains predominantly teacher-centered, rendering it less effective for engaging the contemporary digital generation that demands active, contextual, and exploratory learning experiences. The integration of Artificial Intelligence (AI) into the Inquiry Learning model offers a strategic pedagogical innovation to enhance instructional quality while maintaining the teacher's vital role as a facilitator. This study aims to describe the integration of AI across each stage of Inquiry Learning in Fiqh instruction at SMP IT Mutiara Ilmu Sokaraja, Banyumas Regency. Employing a descriptive qualitative approach with a field research design, data were gathered through classroom observations, in-depth interviews with the principal, the Fiqh teacher, and students, alongside instructional documentation review. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, complemented by source and method triangulation to ensure data trustworthiness. The findings reveal that AI was systematically integrated into problem identification, data collection, data analysis, and conclusion synthesis through the utilization of ChatGPT, Perplexity AI, Google Gemini, and NotebookLM. AI was most heavily utilized during the data gathering and comparative analysis phases, while the teacher retained an indispensable role as a facilitator, ethical guide, and legal validator. These insights underscore that the successful implementation of AI in Islamic jurisprudence education relies fundamentally on the teacher's pedagogical competence to thoughtfully scaffold AI tools within an inquiry framework to cultivate critical thinking. ABSTRAK Pembelajaran Fiqih di banyak sekolah masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru sehingga kurang mampu mengakomodasi karakteristik generasi digital yang membutuhkan pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis eksplorasi. Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam model Inquiry Learning menjadi salah satu inovasi strategis yang berpotensi mentransformasi kualitas pembelajaran tanpa mengesampingkan peran guru sebagai fasilitator utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi AI pada setiap tahapan Inquiry Learning dalam pembelajaran Fiqih di SMP IT Mutiara Ilmu Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam bersama kepala sekolah, guru Fiqih, dan siswa, serta telaah dokumentasi perangkat ajar. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI diintegrasikan secara proporsional pada tahap identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, serta penarikan kesimpulan dan penyajian hasil dengan memanfaatkan platform ChatGPT, Perplexity AI, Google Gemini, dan NotebookLM. Pemanfaatan AI paling dominan terdapat pada tahap pengumpulan dan analisis data, sementara guru tetap memegang kendali sentral sebagai fasilitator, pengarah etika digital, dan validator hukum syariat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi teknologi dalam pembelajaran Fiqih sangat bergantung pada kompetensi pedagogis guru dalam merajut teknologi AI secara tepat ke dalam sintaks inkuiri yang berorientasi pada nalar kritis siswa.