Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Teknis Perolehan Volume Stockpile Menggunakan Teknologi Drone di PT Batu Mamak Serasi Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Bagus Rahmad Caramoy; Heriyanto Heriyanto; Randy M. Oswara
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sains Informatika Terapan (Februari, 2026)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v5i1.986

Abstract

Batu Mamak Serasi merupakan salah satu perusahaan yang berada di desa rantau keloyang kabupaten bungo provinsi jambi yang bergerak pada kegiatan pertambangan bahan galian c atau berfokus pada aktivitas penambangan batu andesit. Kegiatan operasi pertambangan dengan metode tambang terbuka (surface mining) merupakan metode pertambangan yang segala aktifitasnya berada dipermukaan bumi atau berhubungan langsung dengan udara luar, namun dalam pratktik pertambangan teknologi yang digunakan PT BMS salah satunya adalah drone, Drone ini dioperasikan langsung melalui layar monitor yang tersedia pada aplikasi pabrikan drone, atau melalui operasi jarak jauh dari operator drone pilot yang berada di ruang terbuka atau di kendaraan sekalipun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi nilai ground sampling distance terhadap perolehan volume stockpile serta faktor yang menjadi kesalahan pengukuran volume stockpile di PT. Batu Mamak Serasi, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. selain itu dalam kegunaan drone di PT BMS seperti monitoring pengawasan, rencana penambangan, perhitungan cadangan dan volume, memetakan area pertambangan, serta memetakan area sekeliling pertambangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan terapan dengan metode observasi lapangan dan teori untuk menghasilkan solusi praktis atau aplikasi langsung dalam kehidupan nyata sehingga dapat memastikan  bahwa solusi yang dihasilkan relevan dan dapat  diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gsd 1.15 cm/pixel, volume material andesit 1/2 cm yang diperoleh adalah 90.769 m³, material 2/3 cm sejumlah 789.003  m³, material 3/5 cm sejumlah 40.768 m³, material 5/7 cm sejumlah 38.133  m³,  serta dipengaruhi oleh bebrapa faktor pengukuran seperti  vegetasi,titik kontrol tanah serta baterai drone
Kajian Teknis Perolehan Volume Stockpile Menggunakan Teknologi Drone di PT Batu Mamak Serasi Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Bagus Rahmad Caramoy; Heriyanto Heriyanto; Randy M. Oswara
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sains Informatika Terapan (Februari, 2026)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v5i1.986

Abstract

Batu Mamak Serasi merupakan salah satu perusahaan yang berada di desa rantau keloyang kabupaten bungo provinsi jambi yang bergerak pada kegiatan pertambangan bahan galian c atau berfokus pada aktivitas penambangan batu andesit. Kegiatan operasi pertambangan dengan metode tambang terbuka (surface mining) merupakan metode pertambangan yang segala aktifitasnya berada dipermukaan bumi atau berhubungan langsung dengan udara luar, namun dalam pratktik pertambangan teknologi yang digunakan PT BMS salah satunya adalah drone, Drone ini dioperasikan langsung melalui layar monitor yang tersedia pada aplikasi pabrikan drone, atau melalui operasi jarak jauh dari operator drone pilot yang berada di ruang terbuka atau di kendaraan sekalipun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi nilai ground sampling distance terhadap perolehan volume stockpile serta faktor yang menjadi kesalahan pengukuran volume stockpile di PT. Batu Mamak Serasi, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. selain itu dalam kegunaan drone di PT BMS seperti monitoring pengawasan, rencana penambangan, perhitungan cadangan dan volume, memetakan area pertambangan, serta memetakan area sekeliling pertambangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan terapan dengan metode observasi lapangan dan teori untuk menghasilkan solusi praktis atau aplikasi langsung dalam kehidupan nyata sehingga dapat memastikan  bahwa solusi yang dihasilkan relevan dan dapat  diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gsd 1.15 cm/pixel, volume material andesit 1/2 cm yang diperoleh adalah 90.769 m³, material 2/3 cm sejumlah 789.003  m³, material 3/5 cm sejumlah 40.768 m³, material 5/7 cm sejumlah 38.133  m³,  serta dipengaruhi oleh bebrapa faktor pengukuran seperti  vegetasi,titik kontrol tanah serta baterai drone
MODEL INTEGRASI DATA ADMINISTRASI UNTUK PENGENDALIAN OPERASIONAL CAFÉ DAN RESTO BERBASIS WEB Heriyanto Heriyanto
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12525

Abstract

Administrative management in café and restaurant businesses involves various interrelated activities, including sales transactions, inventory management, purchasing materials, and reporting. Managing these activities separately often leads to data fragmentation, recording redundancy, and difficulties for managers in obtaining a comprehensive operational overview. This study aims to develop a web-based administrative data integration model that connects transaction, inventory, purchasing, and reporting data within a unified system to support operational control. The study employs the Waterfall software engineering methodology, encompassing requirements analysis, system design, implementation, and testing. The proposed model utilizes an integrated database as the central information hub. Purchasing data serves as the source for inventory addition, sales transactions record revenue while triggering inventory deduction, and all aggregated data is processed automatically into operational reports and a monitoring dashboard. Black Box testing results confirm that all system modules function according to user requirements. The novelty of this research lies in the integration of four primary data groups (transactions, inventory, purchasing, and reporting) into a cohesive information flow specifically tailored for operational control in café and restaurant environments.