Rezki Syahri Rakhmadi
Doctoral Student Of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Graduate School

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Comparing Efficiency and Productivity in Islamic Banking : Case Study Indonesia, Malaysia and Pakistan Ahmad Rodoni; M. Arskal Salim; Euis Amalia; Rezki Syahri Rakhmadi
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 9, No 2: July 2017
Publisher : Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.304 KB) | DOI: 10.15408/aiq.v9i2.5153

Abstract

The objective of this research is to analyze both efficiency and productivity of  Islamic Banking Industry in Indonesia, Malaysia and Pakistan. The technique that used in this research is Data Envelopment Analysis (DEA) as for measuring efficiency and thus Malmquist Index (MI) as for measuring productivity. The result of this research found that Islamic Banking Industry in Indonesia is facing inefficiency that shown by five years average that is not reach 100% efficiency rate. Malaysia also experiences the problem of inefficiency but the condition is better compared to Indonesia. In five years, the efficiency rate of Malaysia Islamic Bank has not reach 100% efficiency rate. Pakistan among the closest country that could reach an efficient rate level for their Islamic banks. Pakistan close to reach 100% efficient rate within the last five years. DOI: 10.15408/aiq.v9i2.5153
Comparing Efficiency and Productivity in Islamic Banking : Case Study Indonesia, Malaysia and Pakistan Rodoni, Ahmad; Salim, M. Arskal; Amalia, Euis; Rakhmadi, Rezki Syahri
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v9i2.5153

Abstract

The objective of this research is to analyze both efficiency and productivity of  Islamic Banking Industry in Indonesia, Malaysia and Pakistan. The technique that used in this research is Data Envelopment Analysis (DEA) as for measuring efficiency and thus Malmquist Index (MI) as for measuring productivity. The result of this research found that Islamic Banking Industry in Indonesia is facing inefficiency that shown by five years average that is not reach 100% efficiency rate. Malaysia also experiences the problem of inefficiency but the condition is better compared to Indonesia. In five years, the efficiency rate of Malaysia Islamic Bank has not reach 100% efficiency rate. Pakistan among the closest country that could reach an efficient rate level for their Islamic banks. Pakistan close to reach 100% efficient rate within the last five years. DOI: 10.15408/aiq.v9i2.5153
KONSEP DAN PENERAPAN SISTEM JAMINAN PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Rezki Syahri Rakhmadi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 2 No 2 (2019): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini merupakan kajian pustaka, dimana penulis mengelaborasi secara mendalam terkait dengan konsep maupun implementasi akad kafalah atau penjaminan di lembaga keuangan syariah. Jaminan merupakan salah satu kontra garansi atas kemungkinan terjadinya risiko yang harus ditanggung oleh pihak bank. Dalam pandangan Islam jaminan merupakan ketentuan yang disyariatkan. Dalam ketentuan hukum Islam, sistem jaminan atau kafalah terdapat pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 11/DSN-MUI/IV/2000 tentang Kafalah. Penulis menyimpulkan bahwa aplikasi akad kafalah pada skema L/C, Bank Garansi maupun Kartu Kredit Syariah pada dasarnya sama saja, bank sama-sama berfungsi sebagai penjamin,dan itu juga berlaku di lembaga keuangan bukan bank seperti asuransi syariah, dimana pihak asuransi adalah menjadi penjamin bagi nasabah yang telah membayar premi, terhadap-apa-apa perihal yang diasuransikan oleh nasabah. Kata Kunci: konsep, penerapan, sistem jaminan, lembaga keuangan syariah
ANALISIS KINERJA: CRYPTOCURRENCY DAN ASET SAHAM SYARIAH Rezki Syahri Rakhmadi; Ahmad Rodoni; M. Arief Mufraini; Didin Saepudin
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 7 No 1 (2024): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v7i1.589

Abstract

Tujuan dari ini ialah menganalisa kinerja baik individual maupun komparatif dari aset finansial cryptocurrency maupun aset finansial saham syariah dalam rentang waktu lima tahun (2018-2022). Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode pengukuran profitabilitas dan volatilitas, Indeks Sharpe dan Coefficient Of Variance. Data dikumpulkan dalam satuan bulan dari Januari 2018 hingga Desember tahun 2022. Jumlah sampel sebanyak 10 aset dengan komposisi 5 aset saham syariah (JII70: ADRO, ICBP, TLKM, TPIA, UNVR) dan 5 aset cryptocurrency (BTC, ETH, LTC, XLM, XRP. Hasil penelitian menunjukan secara garis besar aset cryptocurrency memiliki nilai profitabilitas lebih tinggi dibanding aset saham syariah baik jangka panjang 0,062 atas 0,044 maupun jangka pendek 0,125 atas 0,043 namun volatilitas aset cryptocurency memiliki resiko tinggi baik jangka panjang 77,42 atas 25,18 maupun jangka pendek 39,28 atas 11,01. Penelitian ini menegaskan dalam rentang periode uji performa aset cryptocurrency memiliki tingkat profitabilitas yang lebih baik atas aset saham syariah namun akan tetapi memiliki kandungan resiko yang jauh lebih tinggi.