Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Land Use Change Analisys And Land Use Prediction On Markov Chain Method In Bungo Regency Lili Suryani
Baselang Vol 3, No 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v3i2.113

Abstract

Land use change commonly occurs as a logical consequence of regional development. Widely known drivers include government policies, as well as physical, social and economic causes. The research sets its goals to (1) Identify land use change in Bungo Regency between 1993, and 2011; (2) Predict 2011 and 2025 land use based on Markov Chain and measure their accuracies; (3) Evaluate the regency’s 2001-2011 land allocation.This research found that land use in Bungo was substantially altered during 1993-2011 period. Forest declined about 87,754 Ha or about 18.84% of the test site. Three biggest raises were oil palm plantation (8.84%), rubber plantation (5.89%) and upland agriculture (2.23%).Based on the results of the multinomial logit analysis, it is indicated that the factors that play a real role at the 70% confidence level, the additional factor is the distance of the regent street. These included distance to regency-managed road, slope, soil type, and land allocation in spatial planning. In general, this research suggested that about 44.1% of 2011 land use was in agreement to respective land allocation. It was discovered that Markov Chain was able to predict 2011 land use in high precision (about 98.5%).
ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN KOLAKA UTARA BERDASARKAN KOMODITAS UNGGULAN Lili Suryani
Jurnal Lahan Pertanian Tropis (JLPT) Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56722/jlpt.v3i1.26811

Abstract

Komoditas unggulan adalah Komoditass potensial yang dipandang dapat dipersaingkan dengan produk sejenis di daerah lain, karena disamping memiliki keunggulan komparatif juga memiliki efisiensi usaha yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan komoditas unggulan yang terdapat di Kabupaten Kolaka Utara pada tahun berbasis Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Data sekunder berupa data spasial berupa peta-peta meliputi. Peta pola ruang wilayah Kabupaten Kolaka Utara, Peta RTRW Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2012, Peta satuan unit lahan Kabupaten Kolaka Utara, data BPS Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2011 dan 2013, Peta Digital Administrasi dan Peta Kesesuaian Lahan Kabupaten Kolaka Utara. Analisis data menggunakan analisis LQ dan SSA yang dikombisasikan dengan peta polar uang untuk mengetahui luasan areal pemanfaatan lahan. Hasil analisis Komoditas yang direkomendasikan untuk dikembangkan di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kolaka Utara yaitu komoditas kakao  seluas 25.743,38 ha (71,29%) yang tersebar di kecamatan batuputih, Lambai, Ngapa, Pakue, Pakue Utara, Porehu, dan Tolala, cengkeh seluas 6540,67 ha (18,11 %) di kecamatan Katoi, Kodeoha, Lasusua, Pakue Tengah dan Tiwu serta Kelapa seluas  3826,33 ha (10,60 %) yang tersebar di tiga kecmatan yaitu Kecamatan Ranteangin, Watunohu dan Wawo Kata kunci: Komoditas unggulan, Location Quotient, Shift Share Analysis.
PERHITUNGAN PREMI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV UNIT RIMBO DUA KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Lili Suryani; Evo Afrianto; Pitriani Pitriani
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1919

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan devisa negara. PT Perkebunan Nusantara IV Unit Rimbo Dua sebagai salah satu unit usaha pengolahan kelapa sawit, menerapkan sistem premi sebagai bentuk insentif untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan. Namun, pelaksanaan sistem premi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti perbedaan persepsi antara manajemen dan pekerja, ketidaksesuaian pencatatan data realisasi olah, serta belum optimalnya evaluasi kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode perhitungan premi olah yang digunakan di PKS Unit Rimbo Dua, meliputi perhitungan Basis Borong (BB) dan Tarif Premi Olah. Basis Borong dihitung berdasarkan kapasitas terpasang 30 ton/jam, efisiensi pabrik 85%, koefisien premi 0,9, serta waktu dinas per shift, menghasilkan BB sebesar 161 ton (shift siang) dan 138 ton (shift malam). Tarif premi ditentukan berdasarkan persentase capaian terhadap kapasitas pabrik, dengan tarif tertinggi Rp470/ton untuk capaian ≥ 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem premi yang diterapkan mampu memberikan insentif berbasis kinerja, namun perlu peningkatan transparansi pencatatan dan kesesuaian data untuk menghindari konflik dan meningkatkan keadilan bagi karyawan.