Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai Tauhid sebagai Penguatan Spiritual Resilience Pekerja Migran Indonesia di Tempat Singgah Sementara KBRI Brunei Darussalam pada Momentum Ramadan Muhammad Zidan Putra Rochman; Arifah Nursalsabila; Fazari Zul Hasmi Kanggas; Selmarisa Wardhani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4015

Abstract

Mobilitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara, namun di sisi lain menghadirkan kerentanan psikologis  dan spiritual, khususnya bagi PMI yang menghadapi konflik kerja atau persoalan hukum hingga harus ditempatkan di Tempat Singgah Sementara (TSS) di bawah koordinasi Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam. Perlindungan administratif dan legal yang diberikan negara belum sepenuhnya menyentuh dimensi batiniah migran, sehingga diperlukan pendampingan spiritual yang mampu memperkuat ketahanan mental. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tauhid, memperkuat spiritual resilience, serta menumbuhkan optimisme religius PMI selama berada di TSS. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain deskriptif-kuantitatif yang didukung analisis kualitatif sederhana melalui tausiyah, diskusi reflektif, pendampingan spiritual, serta evaluasi menggunakan angket pada dua variabel, yaitu Pemahaman Materi Tausiyah (PMT) dan Dampak Kegiatan (DK). Subjek kegiatan berjumlah 11 PMI yang dipilih secara purposive. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90,9% peserta berada pada kategori tinggi untuk variabel PMT dan 100% peserta berada pada kategori tinggi untuk variabel DK, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman tauhid serta dampak positif terhadap ketenangan batin, sikap tawakal, dan motivasi beribadah. Secara analitis, peningkatan dimensi kognitif berkorelasi dengan penguatan dimensi afektif yang membentuk spiritual resilience sebagai modal internal dalam menghadapi krisis. Disimpulkan bahwa pembinaan tauhid yang dilaksanakan secara sistematis dan partisipatif efektif sebagai intervensi spiritual dalam mendukung perlindungan komprehensif PMI di luar negeri, meskipun keterbatasan jumlah peserta dan evaluasi jangka pendek menjadi pertimbangan untuk pengembangan program berkelanjutan di masa mendatang.
INDONESIA'S ROLE IN THE CORAL TRIANGLE INITIATIVE TO MAINTAIN SEAFOOD SECURITY AMID CLIMATE CHANGE FROM THE PERSPECTIVE OF LIBERALISM Arifah Nursalsabila; Darin Nafisa Mayumi Puri Ahmanto; Nandratul Jariyah; Dwi Ardiyanti
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change has brought significant impacts on marine ecosystems and global food security, especially for maritime countries like Indonesia. In facing this challenge, Indonesia is actively involved in the Coral Triangle Initiative (CTI), a regional multilateral framework that aims to conserve marine biodiversity and strengthen sustainable management of marine resources. This research analyzes Indonesia's role in the CTI as a strategy to maintain national seafood security amid the climate crisis, using a liberalism theory approach. This research uses a descriptive qualitative approach with literature study method as the main data collection technique and case study as the data analysis technique. This study aims to analyze Indonesia's role in the Coral Triangle Initiative (CTI) in maintaining seafood security amid climate change, based on the perspective of liberalism. The results of this study show that Indonesia positions the Coral Triangle Initiative as a means of multilateral cooperation in line with the principles of liberalism, by emphasizing the importance of international collaboration, environmental diplomacy, and local capacity building in maintaining seafood sustainability. This initiative plays a role not only in conserving marine ecosystems, but also in strengthening food security through inclusive and cooperation-based resource governance. Thus, Indonesia's involvement in the CTI demonstrates that the principles of liberalism can foster effective regional collaboration in facing the climate change crisis and maintaining seafood sustainability.