Andreas Eko Nugroho
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Kajian Teologis dan Peran Pastoral bagi Tenaga Kerja Indonesia dalam Menghadapi Isu LGBT di Malaysia Lestimar Sihombing; Andreas Eko Nugroho; Jacob Mesakh
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 8 No. 2 (2025): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v8i2.727

Abstract

The phenomenon of Indonesian migrant workers (TKI) in Malaysia involves not only economic issues but also complex social and spiritual challenges. In an era of globalisation, cultural openness, and rapid digital development, migrant workers face moral and faith struggles, particularly related to LGBT issues that increasingly influence public discourse and personal values. This situation highlights the urgent need for churches and pastoral ministries to provide contextual accompaniment for diaspora communities. This study integrates theological reflection and pastoral ministry to assist TKI in responding to LGBT issues based on the love and truth of Christ. Using a qualitative literature review approach, the research examines theological, pastoral, and Christian educational psychology sources. The findings show that the integration of theology and pastoral care effectively fosters critical faith understanding, empathetic attitudes, and ethical behaviour amid value pluralism. Pastoral counselling grounded in love and incarnational theology is especially relevant in the diaspora context. This study contributes to contemporary pastoral practice and Christian educational psychology in the global era.
Analisis Teologis Tiupan Sangkakala Keluaran 19:16 dalam Liturgi Gereja Pentakosta Kontemporer di Indonesia Kasmer Hutagalung; Kornelius Rulli Jonathans; Andreas Eko Nugroho
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.303

Abstract

Maraknya penggunaan shofar (terompet) dalam ibadah Pentakosta kontemporer memunculkan kebutuhan untuk menelaah kembali landasan-landasan alkitabiah, teologis, dan liturgisnya. Di satu sisi, simbol ini diyakini memancarkan dimensi profetis yang memperkaya pengalaman ibadah; di sisi lain, simbol ini berpotensi menimbulkan penyimpangan seperti ritualisme, legalisme simbolis, dan bentuk-bentuk sinkretisme yang belum teruji. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan evaluasi akademis mengenai makna dan fungsi shofar, khususnya dalam konteks Keluaran 19:16 sebagai teks sentral mengenai teofani dan kehadiran Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi teologis shofar dalam konteks teofani Sinai serta menganalisis implikasinya bagi praktik liturgi Pentakosta kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologis kualitatif, yang menggabungkan analisis teks Alkitab, tinjauan pustaka, interpretasi liturgi, dan wawancara terbatas dengan para praktisi yang menggunakan shofar dalam ibadah. Temuan-temuan ini menunjukkan tiga dimensi utama dalam Keluaran 19:16: teofani, sebagai tanda kehadiran Allah yang tak terkendali; perjanjian, sebagai panggilan menuju kekudusan; dan eklesiologis, sebagai unsur pembentuk yang membentuk respons spiritual jemaat. Dalam praktik Pentakosta kontemporer, shofar berfungsi sebagai simbol profetik tanpa memiliki kekuatan magis atau mistis apa pun secara intrinsik. Oleh karena itu, penggunaan shofar dapat memperkaya liturgi Pentakosta jika didasarkan pada pemahaman teologis yang kokoh dan dilindungi dari penyalahgunaan simbolis. Studi ini merekomendasikan pengembangan pedoman liturgi yang berakar pada hermeneutika teofanik, serta peningkatan pendidikan liturgi bagi para pelayan ibadah.
Peran Spiritualitas Pentakosta dengan Pertumbuhan Iman dan Militansi Pewartaan Injil Pada Jemaat Di GBI Cisarua Effendy Matondang S; Andreas Eko Nugroho; Kornelius Rulli Jonathans
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.325

Abstract

Jemaat GBI Cisarua menunjukkan dinamika rohani yang beragam. Jemaat memahami bahwa spiritualitas Pentakosta menjadi sebuah kekuatan rohani yang menandai kebangunan rohani besar dalam sejarah gereja modern. Pengalaman pribadi dengan Roh Kudus, manifestasi karunia-karunia rohani serta kehidupan yang dipenuhi dengan kuasa dan ketaatan kepada Allah. Namun mereka juga menyadari banyaknya tantangan masa kini yang berdampak munculnya sikap kompromi, apatisme rohani, ketidakmampuan membedakan yang benar dengan sesuatu yang ‘seolah’ benar. Di samping itu permasalahan lain adalah rendahnya partisipasi jemaat dalam melaksanakan pewartaan Injil. Anggapan bahwa pewartaan menjdi tugas pemimpin dan pelayan menjadi alasan jemaat engan terlibat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang memotret fenomena yang terjadi pada jemaat yang berkaitan dengan topi peneliian. Selain itu penelitian ini juga melibatkan analisis berbagai sumber yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pertumbuhan iman yang signifikan yang ditunjukkan melalui perubahan sikap dan pembentukkan karekter. Selain itu juga kesadaran jemaat menjalankan tugas mulia pewartaan Injil dalam praksis kehidupan.
Analisis Teologis Pendekatan Gereja Pentakosta terhadap Yohanes 14:6 dan Implikasinya dalam Misi Keselamatan Martuaando Romei Hasibuan; Andreas Eko Nugroho; Yosef Antonius
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.326

Abstract

Artikel ini menganalisis Yohanes 14:6 dalam perspektif teologis dan implikasinya terhadap misi keselamatan dengan fokus pada pendekatan Gereja Pentakosta di Indonesia. Fenomena perkembangan pluralisme agama, meningkatnya sensitivitas antar-iman, serta tantangan terhadap klaim kebenaran eksklusif menempatkan gereja pada posisi yang membutuhkan kejelasan teologis dan pendekatan pastoral yang relevan. Pernyataan Yesus sebagai “jalan, kebenaran, dan hidup” sering dipahami secara eksklusif sebagai dasar soteriologi Pentakosta, yang menegaskan keselamatan hanya melalui Kristus. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana teologi Pentakosta menafsirkan Yohanes 14:6 secara eksegetis sekaligus merespons dinamika sosial-keagamaan dalam konteks Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka, analisis eksegetis, dan penelusuran dokumen resmi serta praktik misi gereja Pentakosta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Pentakosta tidak hanya menekankan eksklusivitas teologis, tetapi juga integrasi pengalaman rohani, peran Roh Kudus, praktik liturgis, dan kesaksian hidup sebagai wujud misi yang dialogis dan transformatif. Kesimpulannya, Yohanes 14:6 dipahami bukan sekadar klaim doktrinal yang kaku, melainkan panggilan misi kontekstual yang meneguhkan identitas iman, membangun relasi harmonis, serta menghadirkan keselamatan Kristus secara personal dan komunal dalam keberagaman masyarakat Indonesia.