Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERMUATAN EKOLOGI BAGI SISWA MTS MIFTAHUSSALAM Wina Wulandari; Sukma Adelina Ray; Arianto Arianto
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 9 No 2 (2023): PEDAGOGI
Publisher : FKIP Universitas Al Washliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v9i2.607

Abstract

Ekologi merupakan sumber daya yang bagus bagi guru sebagai penunjang dalam proses pengajaran laporan hasil observasi terutama pengalaman belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat bahan ajar teks laporan hasil observasi bermuatan ekologi dan keefektivitas hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model Hanafin & Peck terdiri dari tiga proses, yaitu: tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan pengembangan implementasi. Subjek penelitian terdiri 32 siswa kelas VII-A MTs Miftahussalam. Hasil penelitian terdapat pengembangan bahan ajar pembelajaran teks laporan hasil observasi berupa bahan ajar bermuatan ekologi Sumatera Utara yang tergambar melalui lingkungan. Hasil validasi oleh ahli materi rata-rata 87,5 hasil validasi oleh ahli desain modul 87,91 dan respon penilaian guru bahasa Indonesia dengan rata-rata 82,29 pada kriteria “baik”. Berdasarkan hasil kemampuan belajar siswa pada materi teks laporan hasil dengan nilai 82,15 dengan selisih segnifikansi 15,06% dengan kategori “baik”.
Efektivitas Baamboozle terhadap Kemampuan Memahami Teks Cerita Rakyat Sumatera Utara pada Siswa Kelas VII SMP Kusyani, Diah; Adelina Ray, Sukma
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11783

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keefektifan bamboozle dalam pembelajaran memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Hasil penelitian disimpulkan bahwa memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara dengan menggunakan bamboozle oleh siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Delitua memperoleh nilai rata-rata 83,61 sedangkan jika memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara tanpa menggunakan bamboozle oleh siswa kelas VII-3 SMP Negeri 1 Delitua memperoleh nilai rata-rata 73,12. Aplikasi bamboozle efektif dalam memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara. Signifikan pada penelitian ini yaitu 0,001 < 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya aplikasi bamboozle efektif untuk meningkatkan hasil pemahaman siswa terhadap teks cerita rakyat. Pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan dalam menggunakan bamboozle dengan tanpa menggunakan bamboozle terhadap kemampuan memahami teks cerita rakyat oleh siswa kelas VII-1 dan VII-3 SMP Negeri 1 Delitua, yakni bamboozle dinyatakan efektif dalam pembelajaran memahami teks cerita rakyat dan membuat siswa lebih semangat dalam proses pembelajaran.
DEIXIS ANALYSIS IN THE SHORT STORY THE WOMAN WHO LOST IN THE PATCHOUMI GARDEN Ray, Sukma Adelina; Yulianda, Asri
LUMBUNG AKSARA Vol 5 No 2 (2025): Lumbung Aksara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/lumra.v5i2.1263

Abstract

This study analyzes the function of deixis (person, place, and time) in the short story "Perempuan yang Hilang di Kebun Nilam" by Helvy Tiana Rosa. Deixis, as a fundamental linguistic category that anchors discourse to context ("I, here, now"), is believed to be a key stylistic tool for constructing mystery and narrative perspective. This study uses a qualitative descriptive-pragmatic approach, with a close reading technique to identify, classify, and interpret deixis markers in the short story corpus. The results of the analysis show that deixis functionally creates a complex narrative structure, namely (1) Person deixis establishes the character Fauzan as (Narrative Subject), while the character “Woman” (Intan) is consistently placed as the Third Person Reference Object. (2) Place deixis (especially the phrase “in the Nilam Garden”) functions as a symbolic marker. The contrast between proximal (historical/emotional) and distal (physical/current) markers shows that the Nilam Garden is not just a setting, but a container of mystery. (3) Time deixis creates plot tension through double tense framing, comparing the present temporal (until now) with events of the distant past (two decades ago), forming a time hole that drives Fauzan’s search efforts. It is concluded that deixis in this short story functions as an efficient narrative tool in organizing space, time, and perspective to intensify the mysterious atmosphere and focus on the theme of loss.
Eksplorasi Kearifan Ekologis dalam Cerita Rakyat Putri Lopian dari Sumatera Utara: Perspektif Ekokritik Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray; Mutia Febriyana; Dian Ahyunnisa
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21343

Abstract

This study examines the ecological wisdom in the North Sumatera folktale, Putri Lopian from an ecocritical perspective. Folktales, as part of oral literature, often contain social values ​​and norms about human interaction with nature. This study aims to analyze the ecological wisdom contained in the Putri Lopian folktale through an ecocritical approach. The research method used is descriptive qualitative with an ecocritical analysis approach. Data were obtained from literature studies and the text of the folktale. The results show that the Putri Lopian folktale contains ecological wisdom values, which reflect an awareness of the importance of maintaining ecosystem balance and respecting nature. This story can be categorized as apocalyptic literature because it depicts natural phenomena such as earthquakes, low tides, and powerful waves. In addition, this story contains five of Greg Garrard's six ecocritical concepts, namely wilderness, apocalypse, dwelling, animals, and earth. This ecocritical study contributes to a deeper understanding of ecological wisdom in the context of local North Sumatera culture. This story serves as a basis for promoting environmental awareness through a literary approach.
Analisis Ekologi Sastra pada Novel Musim Kupu-kupu Kuning Karya Vanni Puccioni Dinda Nur Jannah; Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i2.1434

Abstract

Keanekaragaman alam dan budaya Indonesia berdampak pada ‘Indonesia rawan bencana’. Terbukti dengan datangnya para penjajah Belanda ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Namun kedatangan Belanda ke Nias Selatan untuk gadis-gadis yang cantik disana. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya karya sastra berbentuk novel yang mengkaji Nias Selatan. Nias selatan adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang rawan bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, gempa bumi dan tsunami. Banyaknya bencana Indonesia pada tahun 2024 dengan total 195 bencana per 31 Januari 2024 memperkuat keinginan penulis menganalisis novel Musim Kupu-kupu Kuning karya Vanni Puccioni. Kurangnya kesadaran manusia dalam melestarikan lingkungan dan pemahaman akan ekologi sastra merupakan masalah yang harus yang disosialisaikan. Karya sastra novel adalah bentuk sosialisasi media massa berbentuk tulisan sebagai bahan bacaan literasi yang dapat mempengaruhi kesadaran pembacanya. Terutama bagi siswa sebagai manfaat bahan ajar bermuatan ekologi sastra dikelas XII SMA. Penelitian ini merupakan kajian teoritis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Di dalamnya terdapat ekologi sastra berupa ekologi alam dan kebermanfaatan bahan ajar ekologi sastra di kelas XII SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Musim Kupu-kupu Kuning karya Vanni Puccioni mengandung ekologi alam. Ekologi alam meliputi enam unsur alam yaitu (1) pencemaran meliputi pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah, (2) hutan belantara meliputi hutan lembah dan hutan sabana, (3) bencana meliputi tsunami lokal, (4) tempat tinggal meliputi Omo Hada dan Omo Sebua, (5) binatang meliputi kucing, ikan, kuda, monyet, anjing, babi, dan buaya (6) bumi meliputi Nias Selatan yang ingin dikuasai Belanda. Kebermanfaatan bahan ajar ekologi sastra sesuai dengan kompetensi dasar bahan ajar yaitu 3.4 menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah dan 4.4 menulis cerita sejarah pribadi dengan memperhatikan kebahasaan.
Eksplorasi Kearifan Ekologis dalam Cerita Rakyat Putri Lopian dari Sumatera Utara: Perspektif Ekokritik Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray; Mutia Febriyana; Dian Ahyunnisa
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21343

Abstract

This study examines the ecological wisdom in the North Sumatera folktale, Putri Lopian from an ecocritical perspective. Folktales, as part of oral literature, often contain social values ​​and norms about human interaction with nature. This study aims to analyze the ecological wisdom contained in the Putri Lopian folktale through an ecocritical approach. The research method used is descriptive qualitative with an ecocritical analysis approach. Data were obtained from literature studies and the text of the folktale. The results show that the Putri Lopian folktale contains ecological wisdom values, which reflect an awareness of the importance of maintaining ecosystem balance and respecting nature. This story can be categorized as apocalyptic literature because it depicts natural phenomena such as earthquakes, low tides, and powerful waves. In addition, this story contains five of Greg Garrard's six ecocritical concepts, namely wilderness, apocalypse, dwelling, animals, and earth. This ecocritical study contributes to a deeper understanding of ecological wisdom in the context of local North Sumatera culture. This story serves as a basis for promoting environmental awareness through a literary approach.
DEIXIS ANALYSIS IN THE SHORT STORY THE WOMAN WHO LOST IN THE PATCHOUMI GARDEN Sukma Adelina Ray; Asri Yulianda
LUMBUNG AKSARA Vol 5 No 2 (2025): Lumbung Aksara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/lumra.v5i2.1263

Abstract

This study analyzes the function of deixis (person, place, and time) in the short story "Perempuan yang Hilang di Kebun Nilam" by Helvy Tiana Rosa. Deixis, as a fundamental linguistic category that anchors discourse to context ("I, here, now"), is believed to be a key stylistic tool for constructing mystery and narrative perspective. This study uses a qualitative descriptive-pragmatic approach, with a close reading technique to identify, classify, and interpret deixis markers in the short story corpus. The results of the analysis show that deixis functionally creates a complex narrative structure, namely (1) Person deixis establishes the character Fauzan as (Narrative Subject), while the character “Woman” (Intan) is consistently placed as the Third Person Reference Object. (2) Place deixis (especially the phrase “in the Nilam Garden”) functions as a symbolic marker. The contrast between proximal (historical/emotional) and distal (physical/current) markers shows that the Nilam Garden is not just a setting, but a container of mystery. (3) Time deixis creates plot tension through double tense framing, comparing the present temporal (until now) with events of the distant past (two decades ago), forming a time hole that drives Fauzan’s search efforts. It is concluded that deixis in this short story functions as an efficient narrative tool in organizing space, time, and perspective to intensify the mysterious atmosphere and focus on the theme of loss.
ANALYSIS OF LOCUTIONARY, ILLOCUTIONARY, AND PERLOCUTIONARY SPEECH ACTS IN GREENFIELDS ADVERTISEMENT: THE ANSWER TO THE SEARCH FOR THE BEST MILK FOR FAMILIES Mutia Febriyana; Sukma Adelina Ray
LUMBUNG AKSARA Vol 6 No 1 (2026): Lumbung Aksara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/lumra.v6i1.1393

Abstract

The purpose of this study is to characterize and explain the locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech acts seen in the Greenfields video advertisement: Answers to the Search for the Best Milk for Families. Advertising language is a persuasive communication tool that influences consumer attitudes and behaviors in addition to providing information. J.L. Austin's pragmatic theory serves as the basis for this study's descriptive qualitative methodology. Transcripts of advertising stories and conversations served as data sources. Listening and note-taking methods were used as data collection strategies. The findings of the study indicate that: (1) Declarative sentences that accurately describe the product's benefits dominate the locutionary speech acts; (2) The most common illocutionary speech acts are directives (subtly inviting) and assertives (stating, emphasizing), which serve to create a premium brand image; (3) Audiences are encouraged to choose Greenfields products as a family nutrition solution by eliciting a sense of security and trust. The conclusion of this study suggests that the effectiveness of advertising messages depends on a combination of precise and literal information and the strength of the purpose (illocutionary force), which appeals to customers' emotions.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL BROKEN STRINGH KARYA AURELIE MOREMAS Sukma Adelina Ray; Diah Kusyani; Aprilia Citra Harahap
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9035

Abstract

Penelitian ini menganalisis gaya bahasa dalam novel Broken Stringh karya Aurelie Moremas menggunakan pendekatan stilistika deskriptif-kualitatif. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan bahasa emosional dan ekspresif dalam novel populer Indonesia, khususnya novel yang menyasar pembaca muda, serta masih terbatasnya kajian stilistika terhadap karya penulis muda Indonesia secara menyeluruh. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa, menganalisis makna penggunaannya, dan menjelaskan fungsi gaya bahasa dalam membangun cerita serta emosi pembaca. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat terhadap keseluruhan novel, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi. Hasil penelitian menemukan 74 data penggunaan gaya bahasa yang terdistribusi dalam empat kategori utama: gaya bahasa perbandingan (50,0%), pertentangan (27,1%), sindiran (17,6%), dan penegasan (13,5%). Gaya bahasa dominan meliputi metafora (18,9%), personifikasi (16,2%), dan hiperbola (14,9%). Secara makna, gaya bahasa digunakan untuk merepresentasikan kondisi psikologis tokoh, relasi kuasa yang tidak setara, pola komunikasi toksik, serta eskalasi konflik batin. Secara fungsi, gaya bahasa berperan membangun suasana emosional, memperjelas karakter tokoh, meningkatkan nilai estetika bahasa, serta menyampaikan pesan implisit kepada pembaca. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi analisis jenis, makna, dan fungsi gaya bahasa dalam satu novel modern yang merepresentasikan dinamika relasi toksik dalam narasi sastra populer Indonesia.