Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Generasi Z Terhadap Standar Pemilihan Pasangan Ideal Dalam Perspektif Fikih Munakahat: (Studi Kasus Pada Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Konsulat Jombang Alumni Tahun 2020 Prominent Generation) Arini Khoiriyah; Abdullah Afif
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7670

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan sakral yang tidak hanya bertujuan untuk membangun kehidupan rumah tangga, tetapi juga menjadi sarana dalam mewujudkan ketenteraman, kasih sayang, dan keberlangsungan kehidupan manusia. Dalam proses menuju pernikahan, pemilihan pasangan hidup dijadikan salah satu aspek penting yang turut menetapkan keharmonisan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengkaji persepsi Generasi Z mengenai standar pemilihan pasangan ideal dalam perspektif fikih munakahat dengan objek penelitian pada anggota Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Konsulat Jombang alumni tahun 2020 yang tergabung dalam angkatan Prominent Generation. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan pola pikir dan kecenderungan Generasi Z dalam menentukan kriteria pasangan hidup yang dipengaruhi oleh perkembangan sosial, budaya, teknologi, serta arus modernisasi yang semakin berkembang dalam kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut memunculkan berbagai standar baru dalam pemilihan pasangan yang berorientasi pada aspek religiusitas sekaligus mempertimbangkan faktor pendidikan, ekonomi, penampilan fisik, karakter, hingga kesiapan mental dan emosional. Alhasil, penelitian ini krusial dilaksanakan guna \ mengetahui sejauh mana persepsi Generasi Z tersebut selaras dengan konsep pemilihan pasangan dalam fikih munakahat. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini yang berjenis penelitian studi kasus. Data terkumpul melalui teknik observasi, wawancara mendalam, beserta dokumentasi terhadap alumni IKPM Gontor Konsulat Jombang Tahun 2020 yang dipilih secara purposive. Perolehan data dianalisis melalui teknik analisis data kualitatif menerapkan tahapan reduksi data, penyajian data, beserta penarikan kesimpulan secara sistematis guna memperoleh pemahaman yang mendalam terkait fenomena yang diteliti. Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya Generasi Z cenderung menjadikan agama dan akhlak sebagai standar utama dalam memilih pasangan hidup, disertai pertimbangan pendidikan, ekonomi, komunikasi, dan kecocokan emosional. Dalam perspektif fikih munakahat, kriteria tersebut dinilai relevan dengan ajaran Islam karena mengutamakan nilai religius sebagai dasar membangun keluarga yang harmonis dan sakinah.
Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Dalam Keharmonisan Keluarga Perspektif Kh. M. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Daw’ Al-Misbah Fi Bayan Ahkam Al-Nikah Mhd. Habil Assiddiq Pasaribu; Abdullah Afif
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 10 (2026): NJMS - Mei 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial dan ekonomi mendorong perubahan peran dalam keluarga, khususnya pada ibu rumah tangga yang kini tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga Terlibat dalam kehidupan publik. Berdasarkan gagasan KH. M. Hasyim Asy'ari, penelitian ini berupaya mengkaji berbagai peran ganda yang dimainkan oleh ibu rumah tangga dan konsekuensinya terhadap persatuan keluarga dari sudut pandang hukum Islam. Studi ini menggunakan desain penelitian lapangan di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dengan menggunakan metodologi kualitatif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Buku Ḍaw' al-Miṣbāḥ fī Bayān Aḥkām al-Nikāḥ dikonsultasikan untuk analisis deskriptif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan keluarga dan pertimbangan ekonomi merupakan pendorong utama peran ganda ibu rumah tangga. Peran tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam selama dijalankan secara seimbang, tidak mengabaikan kewajiban utama, serta didukung kerja sama antara suami dan istri. Dengan demikian, peran ganda dapat menjadi faktor pendukung keharmonisan keluarga apabila dijalankan secara proporsional