Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN PREVALENSI STUNTING MELALUI PENGUATAN 5 PILAR IMPLEMENTASI PROGRAM “KAMPUNG EMAS” DI KELURAHAN KEPUTIH, SURABAYA Chalimatus Sadiyyah Chanif; Nuzul Qur'aniati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.788-797

Abstract

Program kampung emas merupakan strategi percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah maupun nonpemerintah, melalui metode 5 pilar. Metode 5 pilar terdiri dari kelompok diskusi terfokus (FGD), pendampingan dan pemantauan balita stunting, edukasi dengan metode ceramah, kunjungan masyarakat, dan survei pasar lokal. Diperoleh 9 balita di Desa Keputih tergolong stunting, dari hasil edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan stunting, terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari 80% menjadi 98%, pembagian multivitamin dan mineral laduni hanya diberikan kepada ibu hamil dengan KEK dan calon pengantin KEK melalui kunjungan ke puskesmas, Dalam program Golden Campus juga dilakukan perencanaan menu sehat yang ditujukan untuk balita, ibu hamil, dan calon pengantin. Selain itu, perencanaan penyediaan KIE tentang pola makan sehat ditujukan untuk TPK, dan KSH untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat di Desa Keputih. Informasi yang diberikan berupa standar emas pemberian makan anak dan bayi, yang meliputi IMD (Early Breastfeeding Initiation) pada bayi baru lahir, menyusui, MPASI, dan melanjutkan menyusui. Dari seluruh rangkaian kegiatan berdasarkan implementasi 5 pilar program kampung emas, Desa Keputih berhasil meluluskan 2 balita yang tergolong stunting.
Peningkatan Nilai Tambah Produk Perikanan Melalui Produksi Abon Ikan bagi Masyarakat Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep Chandra Trisna Pangestu; Sapto Andriyono; Esti Yunitasari; Tiyas Kusumaningrum; Praba Diyam Rachmawati; Nuzul Qur'aniati
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v5i1.07

Abstract

This community service program aims to enhance the added value of fishery products through the production of fish floss (abon ikan) in Gili Iyang Island, Sumenep Regency. The program focuses on empowering the local community by providing skills in processing fish into high-value economic products. Fish floss was chosen due to its high protein and omega-3 fatty acid content, which offers health benefits and has a long shelf life, making it suitable for areas with abundant fish production but limited development of derivative products. The community service activities were carried out in three main stages: (1) surveys and discussions with community leaders to understand local conditions and needs, (2) training in fish floss production and packaging using demonstration and simulation methods to ensure effective skill transfer, and (3) education on the nutritional value and health benefits of consuming processed fish products. The training also included simple packaging techniques, such as vacuum sealing, to improve product quality and shelf life. The outcomes of this program have enhanced the community's ability to process fish into value-added products, strengthened food security, and created new business opportunities. Furthermore, it is expected that the program will encourage changes in consumption patterns, promoting greater use of local fishery products. With these skills, the people of Gili Iyang Island can improve their economy through the development of small- and medium-scale fish processing businesses.