Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN SAINS DAN MATEMATIKA UNTUK MEMBANGUN MERDEKA BELAJAR ANAK USIA DINI Neni Mulya; Jatmiko, Agus; Wijaya Kuswanto, Cahniyo; Viyantini Kuswanto , Anggil
PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9 No 1 (2024): Pratama Widya April 2024
Publisher : UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v9i1.3666

Abstract

The independent curriculum was initiated as part of the solution to improve teaching and learning in Indonesia. This independent curriculum is closely related to the concept of independent learning which provides flexibility in learning for students. Science and math learning is important to be applied through fun games so that children are always happy and not constrained in learning at school according to the age of the learners playing while learning. This research uses a descriptive qualitative method with case studies used to collect data. The results of the findings in the field show that there are three findings, namely the first Science and Mathematics learning is simpler and more in-depth designed in a fun way and method, the second is more independent The concept that is carried out with science and mathematics learning provides space and time for students to explore their knowledge abilities, and the third is more relevant and interactive to strengthen meaningful play activities as a learning process. The application of Science and Mathematics Learning can be done by conducting assessments with anecdotal notes and work results.
Penguatan Karakter Anak melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Perspektif Islam: Kajian Literatur Rosyida Nurul Anwar; Neni Mulya
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21605

Abstract

Karakter dalam Islam bukan hanya sebatas mengajarkan pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak mulia yang menjadi dasar bagi kehidupan yang sukses dan bahagia. Tujuan utama pendidikan karakter dalam Islam adalah mencetak generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Anak adalah penerus bangsa, sehingga anak perlu penguatan karakter. Kemendikdasmen memperkenalkan 7 (tujuh) Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dirancang sebagai langkah strategis untuk membentuk individu yang cerdas dan memiliki karakter kuat yang menjadi fondasi kesuksesan bangsa di masa mendatang. Metode penelitian adalah kajian, pengumpulan data dengan membaca, mencatat, menelaah literatur atau bahan bacaan yang dipilih dan dianggap sesuai dengan pokok kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh kebiasaan baik perspektif Islam memiliki keterkaitan. Pertama bangun pagi dalam perspektif Islam dmerupakan pembiasaan dalam ibadah subuh. Kedua, taat beribah dalam Islam menduduki posisi penting yakni dalam tujuan penciptaan manusia yakni untuk beribadah, Ketiga, rajin berolahrag dalam Islam untuk menjaga kesehatan, Keempat, makan sehar dan bergizi dalam Islam adalah perintah dalam memilih makan yang halal dan baik. Kelima, gemar belajar perspektif Islam sebagai perintah dalam menuntut Ilmu. Keenam bermasyarakat dalam Islam sebagai bagian dari menjaga ukhuwah. Ketujuh, Istirahat cepat dalam Islam sebagai bagian dari sunnah Rasulullah. Tujuh kebiasaan baik perspektif Islam memiliki keterkaitan bahwa Islam telah mengatur hidup manusia dalam memiliki akhlak yang nantinya bermanfaat bagi diri dan oranglain.
Analisis Persepsi Orang Tua pada Pendidikan Anak Usia Dini di TK Negeri 01 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat Zahratul Fitriyani; Agus Jatmiko; Neni Mulya
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1033

Abstract

Sebagian orang tua memahami PAUD sebagai tahap pendidikan dasar yang menentukan kesiapan anak memasuki jenjang sekolah dasar, namun sebagian lainnya masih menganggap PAUD sekadar tempat bermain sehingga keterlibatan mereka dalam kegiatan pendidikan anak belum optimal. Perbedaan persepsi ini berdampak pada dukungan, partisipasi, dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya stimulasi yang tepat pada masa usia dini, sehingga perlu dilakukan analisis mendalam untuk mengetahui bagaimana sebenarnya persepsi orang tua di TK Negeri 01 Pagar Dewa terhadap PAUD di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD). Metode penelitian adalah kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokukumetasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 5 orang tua yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melihat berbagai perkembangan positif pada anak setelah mengikuti PAUD, seperti meningkatnya kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, dan kedisiplinan. Mereka memahami bahwa PAUD bukan hanya tempat bermain, tetapi merupakan fase pendidikan awal yang berperan penting dalam membentuk kesiapan akademik, sosial, emosional, dan moral anak. Orang tua menyekolahkan anak di PAUD untuk mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan dasar dan membantu proses adaptasi di sekolah. Guru dipersepsikan sebagai figur yang sabar, penyayang, dan berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang bermakna. Mayoritas orang tua juga terlibat aktif dalam kegiatan sekolah, meskipun beberapa menghadapi kendala waktu akibat pekerjaan, namun tetap menjaga komunikasi dengan guru. Penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua yang sangat positif, dukungan guru, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi faktor utama keberhasilan perkembangan holistik anak di PAUD Pagar Dewa.