Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Cyberculture dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO): Definisi dan Hubungan Mifta Khudin; Rakhma Widya Dharojah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i3.3742

Abstract

Teknologi telah menghubungkan antar manusia dari berbagai belahan dunia yang tidak saling kenal sebelumnya dengan menggunakan jaringan internet, seperti media sosial. Perkembangan internet khususnya media sosial akhirnya akan memunculkan fenomena sosial tersendiri yang disebut dengan istilah Cyberculture. Dengan adanya teknologi yang memudahkan seseorang dalam berinteraksi, tentu ini akan berpotensi disalahgunakan untuk melakukan kekerasan seksual. Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) merupakan contoh kekerasan yang menggunakan fasilitas teknologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Cyberculture dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) serta menganalisis hubungan antara keduanya.  
ANALISIS MODEL AISAS DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL @WATURUMPUK_MENDAK DI INSTAGRAM Fajar Istikhomah; Latutik Mukhlisin; Rakhma Widya Dharojah; Awit Istighfarin; Nurma Dwi Larasati; Anggita Noor Aini; Vanisa N. Aisyah
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i1.20456

Abstract

Strategi komunikasi pemasaran merupakan bagian penting dalam melakukan bisnis termasuk dalam pariwisata. Seiring perkembangan teknologi mengubah pola perilaku masyarakat dimana mereka dapat mencari informasi secara cepat melalui media sosial. Instragram merupakan salah satu platform media sosial yang banyak dimanfaatkan dalam menyusun strategi komunikasi pemasaran. AISAS (Attention, Interest, Search, Action dan Share) merupakan teori yang dikembangkan dari analisis model pada komunikasi pemasaran yang sebelumnya telah ada yaitu AIDMA (Attention, Interest, Desire, Memory, dan Action). Penggunaan AISAS lebih tepat pada aplikasi analisa untuk sebuah media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa model AISAS tersebut yang di aplikasikan pada instagram salah satu wisata lokal yaitu @waturumouk_mendak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi telah disimpulkan bahwa post @waturumpuk_mendak berhasil menarik perhatian hingga para pengikutnya membagikan pengalaman melalui kolom komentar ataupun membagikan post tersebut. Para wisatawan waturumpuk mencari informasi melalui instagramnya untuk memperoleh informasi lebih mengenai wisata alam watu rumpuk Desa Mendak tersebut. Namun perlu adanya konsistensi dalam postingan menjadi penting bagi pengelola media sosial @waturumpuk_mendak untuk terus meningkatkan interaksi terhadap followers.
Co-Firing Innovation and Community Empowerment: A Co-Creation Analysis in the Biomass Supply Chain of PT PLN Nusantara Power Pacitan Nuril Endi Rahman; Rakhma Widya Dharojah; Ferra Wulan Saputri; Maryani Maryani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 2 (2026): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i2.3685

Abstract

This study examines co-firing innovation and community empowerment through a co-creation analysis within the biomass supply chain at the PT PLN Nusantara Power Generation Unit in Pacitan. Theoretically, this study draws on the service-dominant logic and co-creation perspectives, which emphasize the importance of multi-stakeholder collaboration in creating shared value. A qualitative method with a case study approach was employed. Data were gathered through in-depth interviews, each lasting two hours, with three PLN representatives, two vendors, and three biomass-supplying MSME actors. The results indicate that co-creation practices manifest across three dimensions: co-design (MSME involvement in supply planning), co-production (MSME participation in biomass processing), and co-delivery (distribution based on local partnerships). These practices generate economic benefits through job creation, environmental benefits by reducing carbon emissions from 4 million tons to 330,000 tons per year (equivalent to a 7% post-co-firing reduction), and social harmony rooted in trust and social legitimacy. Consequently, the biomass supply chain in Pacitan serves not only as a technical instrument for energy supply but also as an arena for community empowerment and sustainable social relationship development.Penelitian ini mengkaji inovasi co-firing dan pemberdayaan masyarakat melalui analisis co-creation dalam rantai pasok biomassa di PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Pacitan. Secara teoritis, studi ini mengacu pada perspektif service-dominant logic dan co-creation yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menciptakan nilai bersama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang masing-masing berlangsung selama dua jam bersama tiga perwakilan PLN, dua pihak vendor, dan tiga pelaku UMKM penyuplai biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik co-creation terwujud dalam tiga dimensi: co-design (keterlibatan UMKM dalam perencanaan pasokan), co-production (partisipasi UMKM dalam pengolahan biomassa), dan co-delivery (distribusi berbasis kemitraan lokal). Praktik ini terbukti menghasilkan manfaat ekonomi berupa penciptaan lapangan kerja, manfaat lingkungan melalui pengurangan emisi karbon dari 4 juta ton menjadi 330.000 ton per tahun (setara dengan 7% pascapembakaran bersama), serta harmonisasi hubungan yang berlandaskan kepercayaan dan legitimasi sosial. Dengan demikian, rantai pasokan biomassa di Pacitan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknis penyediaan energi, melainkan juga sebagai arena pemberdayaan masyarakat dan pengembangan hubungan sosial yang berkelanjutan.
COMMODIFICATION OF REOG AND WAROK ARTS AS CULTURAL IDENTITY OF PONOROGO REGENCY Rakhma Widya Dharojah; Nuril Endi Rahman; Malik Ibrahim
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 8 (2024): Nusantara Hasana Journal, January 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i8.1074

Abstract

The art of reog an warok in Ponorogo Regency is a community culture formed through a long historical process. Amid the onslaught of foreign cultures, reog Ponorogo still exists as an artistic tradition and is in demand by the community. Commodification is an unavoidable phenomenon in the era of globalization, where an object is converted into a selling value. Culture is inseparable from commodification, where economic value is the main attraction in commodification. This research aims to reveal and describe the various strategies of the commodification of reog and work arts in the Ponorogo Regency. The method used is descriptive qualitative. The research data collection used in-depth interview techniques, observation, and documentation studies. The research analysis was conducted inductively, and the data validity technique used source triangulation. The results of this study are, the art of reog Ponorogo has experienced commodification where the Ponorogo Regency government makes reog a symbol of tourism, which aims to present to source of regional income. Commodification and the existence of tradition in the art of reog Ponorogo can go hand in hand, despite the shift in orientation but reog art is still attached as the identity of the people of Ponorogo Regency.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN KONTEN PROMOSI MEDIA DIGITAL BAGI GURU TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 18 KOTA MADIUN Rakhma Widya Dharojah; Latutik Mukhlisin; Novia Prisi Risky Amelia; Sidiq Setyawan
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.20861

Abstract

Abstract. Playgroups (KB) and Kindergartens (TK) are one of the early childhood education units carried out by providing educational stimuli to help physical and mental growth and development so that children have readiness to enter further education. TK ABA 18 Madiun City is an early childhood education unit owned by the Muhammadiyah Association. In line with the development of the school, promotion is considered necessary to strengthen the school's branding. The community service undertaken by the Muhammadiyah Madiun University team this time focuses on creating social media content. Social media, especially Instagram, is a means of publication used by TK ABA 18 Madiun City. The obstacle in the publication process carried out by TK ABA 18 is the lack of manpower and limitations in managing information that will be published through social media. This service uses a descriptive method, to be able to explore what deep information is needed by the partners. The results of community service that can be seen are an increase in the ability of teachers to manage social media both content creation and Instagram display upgrades. At the beginning of the observation team there were only 7 posts, currently it has reached 35. The increase in the number of followers also occurred from the beginning of only 72 to 191. and the most important thing is the active involvement of the school committee in content management.   Abstrak. Kelompok Bermain (KB) maupun Taman kanak – kanak (TK) merupakan salah satu satuan Pendidikan anak usia dini yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. TK ABA 18 Kota Madiun merupakan satuan Pendidikan anak usia dini yang dimiliki oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Sejalan dengan berkembangnya sekolah, maka promosi dirasa perlu dilakukan agar branding sekolah lebih kuat. Pengabdian kepada Masyarakat yang di lakukan oleh Tim Universitas Muhammadiyah Madiun kali ini berfokus pada pembuatan konten media sosial. Media sosial khususnya Instagram menjadi sarana publikasi yang digunakan oleh TK ABA 18 Kota Madiun. Hal yang menjadi kendala pada proses publikasi yang di lakukan oleh pihak TK ABA 18 adalah minimnya tenaga dan keterbatasan dalam pengelolaan informasi yang akan di publikasikan lewat media sosial. Pengadian ini menggunakan metode deskriptif, untuk dapat menggali informasi yang dalam apa saja yang dibutuhkan oleh pihak mitra. Hasil pengabdian Masyarakat yang bisa terlihat adalah peningkatan kemampuan guru dalam mengelola media sosial baik pembuatan konten maupun upgrade tampilan Instagram. Pada awal tim observasi hanya terdapat 7 postingan, saat ini sudah mencapai 35. Peningkatan jumlah pengikut juga terjadi dari awal hanya 72 menjadi 191.dan yang paling penting adalah adanya keterlibatan aktif komite sekolah dalam pengelolaan konten.