Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penggunaan Instagram Sebagai Media Promosi Jasa Fotografi pada Akun @fearless.creativa Fajar Istikhomah; Eilia Tri Wahyuni
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 16 No. 2 (2024): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v16i2.4453

Abstract

Media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk membagikan foto atau video yang sifatnya pribadi. Saat ini para pengguna media sosial sangat kreatif dalam memanfaatkan akunnya. Salah satu manfaat media sosial bagi usahawan adalah sebagai sarana promosi. Maka dari itu jasa fotografi Fearless Creativa menjadikan media sosial Instagram sebagai media promosi untuk menarik konsumen. Sebagai media menarik konsumennya, jasa ini memberikan produk foto yang berkarakter, Art, idealis dan update serta menawarkan diskon paket yang dipilih sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana akun @fearless.creativa dalam memanfaatan Instagram sebagai media promosi jasa fotografi fotografi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori AISAS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber didapatkan melalui wawancara ouwner, pelanggan ataupun pengikut dari akun @fearless.creativa, serta pengamatan yang dilakukan melalui akun Instagram tersebut. Hasil penelitian ini adalah @fearless.creativa berhasil menerapkan   model marketing AISAS (Attentions, Interest, Search, Action, Share) dalam membangun perhatian, memperkuat minat, memfasilitasi pencarian informasi, mendorong tindakan pembelian, dan mendorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka.   Social media is not only used to share personal photos or videos. Nowadays, social media users are very creative in utilizing their accounts. One of the benefits of social media for entrepreneurs is as a means of promotion. Therefore, Fearless Creativa photography services make Instagram social media as a promotional medium to attract consumers. In an effort to attract consumers, this service provides photo products with character, art, idealism and updates and offers discounts on packages that are selected as needed. The purpose of this research is to find out how the @fearless.creativa account utilizes Instagram as a promotional media for photography services. The theory used in this research is AISAS. This research uses a qualitative descriptive method. Sources are obtained through interviews with ouwner, customers or followers of the @fearless.creativa account, as well as observations made through the Instagram account. The result of this study is that @fearless.creativa successfully applies the AISAS (Attentions, Interest, Search, Action, Share) marketing model in building attention, strengthening interest, facilitating information search, encouraging purchase actions, and encouraging consumers to share their experiences.
ANALISIS MODEL AISAS DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL @WATURUMPUK_MENDAK DI INSTAGRAM Fajar Istikhomah; Latutik Mukhlisin; Rakhma Widya Dharojah; Awit Istighfarin; Nurma Dwi Larasati; Anggita Noor Aini; Vanisa N. Aisyah
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i1.20456

Abstract

Strategi komunikasi pemasaran merupakan bagian penting dalam melakukan bisnis termasuk dalam pariwisata. Seiring perkembangan teknologi mengubah pola perilaku masyarakat dimana mereka dapat mencari informasi secara cepat melalui media sosial. Instragram merupakan salah satu platform media sosial yang banyak dimanfaatkan dalam menyusun strategi komunikasi pemasaran. AISAS (Attention, Interest, Search, Action dan Share) merupakan teori yang dikembangkan dari analisis model pada komunikasi pemasaran yang sebelumnya telah ada yaitu AIDMA (Attention, Interest, Desire, Memory, dan Action). Penggunaan AISAS lebih tepat pada aplikasi analisa untuk sebuah media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa model AISAS tersebut yang di aplikasikan pada instagram salah satu wisata lokal yaitu @waturumouk_mendak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi telah disimpulkan bahwa post @waturumpuk_mendak berhasil menarik perhatian hingga para pengikutnya membagikan pengalaman melalui kolom komentar ataupun membagikan post tersebut. Para wisatawan waturumpuk mencari informasi melalui instagramnya untuk memperoleh informasi lebih mengenai wisata alam watu rumpuk Desa Mendak tersebut. Namun perlu adanya konsistensi dalam postingan menjadi penting bagi pengelola media sosial @waturumpuk_mendak untuk terus meningkatkan interaksi terhadap followers.
Strategi Pengembangan Wisata Multidimensi sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif: Studi pada Kawasan Pahlawan Street Center Kota Madiun Malik Ibrahim; Nuril Endi Rahman; Fajar Istikhomah; Siti Komala Mutiara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11267

Abstract

Pengembangan Pahlawan Street Center (PSC) di Kota Madiun sebagai destinasi wisata multidimensi memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Meski demikian, kawasan ini menghadapi tantangan berupa ketimpangan kunjungan, ramai pada hari libur namun agak sepi di hari kerja, serta jam operasional yang terbatas hingga pukul 22.00 WIB pada hari kerja. Dari sisi pelaku usaha, 60% UMKM di PSC masih bergantung pada pasar lokal dengan omzet rata-rata Rp5–10 juta per bulan, dan hanya 40% yang telah memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran dan transaksi daring. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pengembangan, menganalisis peran pemangku kepentingan, dan mengkaji potensi PSC dalam mendukung ekonomi kreatif. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur terhadap 11 informan, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan validitas diperkuat oleh triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan diwujudkan melalui penyelenggaraan event, pembentukan Komite Ekonomi Kreatif, Kelurahan Wisata (Kawista), Dekranasda, serta penambahan Stand UMKM. Peran pemangku kepentingan berjalan sinergis sebagai perencana dan pelaksana. Potensi PSC dinilai sangat besar dengan dukungan berbagai program dan kelembagaan tersebut. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup sampel dan metode kualitatif yang belum menyajikan data kuantitatif terukur. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan mixed-methods untuk mengukur dampak ekonomi secara empiris melalui survei pengunjung dan analisis data transaksi UMKM.
REVITALISASI BUDAYA MELALUI COSPLAY TOKOH CERITA RAKYAT PEREMPUAN DALAM AKUN TIKTOK @DARASASVATI Fitri Ariana Putri; Fajar Istikhomah
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 3 No 2 (2024): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/justice.v3i2.79

Abstract

Revitalisasi budaya menjadi penting dilakukan di tengah gempuran budaya asing. Salah satu budaya yang menjamur di kalangan anak muda adalah cosplay dengan karakter-karakter tokoh kartun Jepang. Akun Tiktok @Darasasvati memanfaatkan akunnya sebagai salah bentuk revitalisasi budaya. Akun tersebut mengambil tema cosplay tokoh cerita rakyat perempuan meliputi Gadis Kretek berasal dari Kudus, Roro Jonggrang berasal Daerah Istimewa Yogyakarta, Putri Blambangan berasal Banyuwangi, Nyi Roro Kidul sebagai sang penguasa laut selatan, Ken Dedes berasal dari Kerajaan Kediri, Srikandi berasal dari cerita pewayangan Jawa yang terkenal seperti Mahabarata dan Badharawuhi sebagai tokoh lelembut dalam film KKN Desa Penari, asalnya dari Kerajaan Pantai Selatan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, artinya menggambarkan secara detail suatu pesan atau teks tertentu untuk menggambarkan aspek-aspek dan karakteristik suatu pesan. Dengan menggunakan analisis isi menurut Krippendorf. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa bentuk revitalisasi budaya pada akun Tiktok @Darasasvati yaitu 1) Adanya konten tersebut telah meningkatkan kesadaran akan budaya yang dimiliki Indonesia yang berupa pakaian serta cerita dibalik tokoh-tokoh cerita rakyat perempuan tersebut. 2) Pemilik akun media sosial tentu memiliki perencaraan secara kolektif. Media sosial sebagai upaya untuk meningkatkan personal branding. 3) Penggunaan media sosial Tiktok merupakan salah satu bentuk pembangkitan kreativitas dimana budaya Indonesia bukan hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia namun juga mencakup masyarakat internasional.
The Effectiveness of Interpersonal Communication in Online Learning in Providing Communication Science Students at the University of Muhammadiyah Madiun Fajar Istikhomah; Aprilia Tri Mawarni; Anggita Aulia Al Rasyid; Jerry; Mifta Khudin; Rhavida Anniza Andyani
Perspective Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 1 (2025): Volume 1 No 01 (2025)
Publisher : Institut Karya Mulia Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out whether interpersonal communication in online learning can help students of the Muhammadiyah University of Madiun communication science study program learn better. The approach taken in this research is a quantitative approach which focuses on testing theory by measuring or calculating research variables and using statistical techniques to analyze data. In this research all questions were made in Google form with a Likert scale. The sampling method used is the Slovin formula by entering confidence and error levels of 95% and 10% respectively. This research also uses the interpersonal communication characteristics of empathy, openness, positive feelings, equality, and support to evaluate how effective interpersonal communication is in providing students with an understanding of online learning. The results of this research are that the interpersonal communication process of online learning in providing understanding to Communication Science study program students at Muhammadiyah University of Madiun is quite effective. In the process of providing understanding, lecturers have an important role such as opening space for discussion and sharing opinions, providing additional information such as companion books for student learning needs, taking the time to provide guidance to students who are having difficulty and providing fair grades for the assignents they have completed student.
Dynamics Of Organizational Communication Patterns And Their Implications For The Performance Of Kedondong Village Apparatus Fajar Istikhomah; Siti Endraswati; Latutik Mukhlisin; Awit Istighfarin
Perspective Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2025): Volume 1 No 02 (2025)
Publisher : Institut Karya Mulia Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational communication plays an important role in shaping work effectiveness and coordination in public institutions, including village governance. Nevertheless, studies on village administration have largely emphasized leadership and administrative performance, while organizational communication patterns at the village level remain underexplored. This study addresses this gap by examining the organizational communication patterns implemented in the Government of Kedondong Village and their implications for officials’ performance. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured interviews with six village officials, supported by observation and documentation. The findings show that vertical communication is predominantly top-down and instructive, with limited institutionalized bottom-up feedback mechanisms. Horizontal communication occurs through inter-sectoral technical coordination but is constrained by perceptual differences and varied communication styles among officials. Diagonal communication is frequently used to facilitate task completion; however, it remains informal, undocumented, and highly dependent on individual initiative. This study contributes to organizational communication scholarship by providing empirical insights into communication patterns within grassroots public organizations. It also offers practical implications for public sector governance by highlighting the need to institutionalize more inclusive and structured communication channels to enhance coordination, accountability, and performance in village administration.
Analisis Framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki pada Berita Tempo.co Tentang Ruu Perampasan Aset: Analisis Framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki pada Berita Tempo.co Tentang Ruu Perampasan Aset Ema Fitriana; Latutik Mukhlisin Mukhlisin; Malik Ibarhim; Fajar Istikhomah
Komsospol Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/komsospol.v5i2.1964

Abstract

Pemberitaan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset oleh Tempo.co menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji. Sebagai media yang dikenal dengan gaya jurnalistik kritis dan independen, Tempo.co tidak hanya menyampaikan informasi faktual, tetapi juga membentuk narasi kompleks yang mencerminkan keterkaitan antara hukum, politik, dan kepentingan publik. RUU Perampasan Aset sendiri merupakan isu yang memicu polarisasi dalam wacana publik, terutama karena berkaitan langsung dengan agenda pemberantasan korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Tempo.co membingkai pemberitaan mengenai RUU Perampasan Aset dengan menggunakan model framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode analisis framing yang mencakup empat struktur: sintaksis, skrip (naratif), tematik, dan retoris. Data dikumpulkan melalui observasi, penelusuran digital, seleksi berita, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan teknik audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co secara konsisten membangun narasi yang kritis terhadap kelambanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan mendorong percepatan pengesahan RUU sebagai langkah strategis dalam pemberantasan korupsi. Framing dominan yang muncul adalah "Reformasi Hukum vs. Kelambanan Politik", yang terlihat dalam struktur sintaksis dan naratif, antara lain melalui penggunaan frasa seperti "Butuh Keberanian Politik DPR" yang merepresentasikan DPR sebagai lembaga yang lamban dan enggan mengambil risiko. Struktur tematik menempatkan RUU sebagai instrumen utama dalam perang melawan korupsi, didukung oleh sub-tema seperti Non-Conviction Based Forfeiture (NCB) dan perbandingan dengan praktik internasional. Sementara itu, struktur retoris memperkuat narasi melalui penggunaan metafora, kutipan tokoh otoritatif, dan dramatikasi dampak korupsi. Framing yang dibangun oleh Tempo.co cenderung mengonstruksi opini publik yang pro-pemerintah dan anti-DPR, mencitrakan pemerintah dan aktivis antikorupsi sebagai aktor progresif, sementara DPR diposisikan sebagai penghambat reformasi. Temuan ini menunjukkan potensi pengaruh media dalam membentuk persepsi publik, sekaligus menyoroti pentingnya pemahaman kritis terhadap kompleksitas proses legislasi.