Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga pada Ny. W yang Menderita Gastritis dengan Diagnosa Defisit Pengetahuan: Family Nursing Care for Mrs.W Who Suffers from Gastritis with A Diagnosis of Knowlwdge Deficit Angelica Lario; Rabiah; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4318

Abstract

Gastritis di awali dengan pola makan yang tidak teratur. Jika seseorang memiliki pola makan yang buruk dapat menyebabkan terjadinya gastritis. Kesehatan keluarga adalah bagian terpenting yang harus dijaga dan dipertahankan. Pengetahuan sangat penting untuk terbentuknya tindakan aktivitas seseorang dan dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil sebuah keputusan. Kurangnya pengetahuan tentang gastritis dapat mengakibatkan seseorang tidak memahami dalam upaya pencegahannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga Tn.P yang menderita gastritis di desa Tomata Kec.Mori Atas. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari masalah pengetahuan mengenai masalah kesehatan teratasi. Didapatkan diagnose yang muncul dan masalah teratasi.
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny. T yang Menderita Hipertensi dengan Gangguan Pola Tidur di Posyandu Lansia Desa Tiu Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali Utara: Gerontic Nursing Care in Ny. T Who Suffers From Hypertension With Sleep Disorders At Elderly Posyandu Tiu Village, Petasia Barat Sub-Distric, V Morowali Utara Irene Patricia Lakalau; Rabiah; Sri Yuliati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4319

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah tinggi yang kronis ditandai dengan meningkatnya tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memberikan suplai darah kesemua bagian tubuh melalui pembuluh darah. Diterapkanya Asuhan Keperawatan pada Ny. T yang menderita hipertensi dengan masalah gangguan pola tidur pada di Posyandu Lansia Desa Tiu Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali. Jenis dan rancangan penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Karya tulis ilmiah ini memusatkan diri secara intensif pada suatu objek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus.Hasil evaluasi studi kasus ini setelah dilakukan tindakan terapi relaksasi benson selama 8 jam masalah teratasi dengan adanya penurunan tekanan darah sitolik 140 mmHg dan diastolik 80 mmHg gangguan pola tidur teratasi.Tindakan keperawatan terapi relaksasi benson ini dilakukan pada prioritas masalah gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidak nyamanan yaitu memonitor tekanan darah, mengidentifikasi penurunan tigkat energi, ketidak mampuan berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan kognitif, memberikan teknik nonfarmakologi untuk membantu menurunkan tekanan darah dan menurunkan gangguan pola tidur.
Asuhan Keperawatan Gerontik pada Pasien Rheumatoid Arthritis dengan Masalah Nyeri dengan Intervensi Senam Rematik di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu: Gerontic Nursing Care of Rheumaroid Arthritis with Pain Problems With Rheumatic Gymnastiks Intervention in the Working Area of Kamonji Health Center Palu City Fatma Badjeber; Rabiah; Syaiful Tahir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4323

Abstract

Rheumatoid Arthritis atau rematik adalah infeksi sistem kekebalan tubuh dengan peradangan kronis yang menyerang sistem muskuloskeletal tetapi dapat mencakup organ dan kerangka tubuh secara keseluruhan. Kasus ini sering terjadi pada lansia yang ditandai dengan nyeri akibat radang sendi. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Rheumatoid Arthritis Masalah Nyeri Dengan Intervensi Senam Rematik di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu. Rancangan penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan studi kasus, dimana menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien Rheumatoid Arthritis dengan masalah nyeri yang diberikan intervensi senam rematik. Hasil penelitian yang dilakukan pada Ny.S, yaitu nyeri pada lutut kanan, nyeri pada kedua lengan dan jari-jari tangan terasa kebas, keluhan berkurang setelah dilakukan senam rematik selama 3 hari yang mana dari skala 4 menjadi skala 2. Kesimpulan, senam rematik dapat menurunkan nyeri pada lutut dan lengan serta menurunkan kebas jari-jari tangan yang dialami lansia yang menderita Rheumatoid Arthritis. Diharapkan klien mampu melakukan terapi fisik (senam rematik) ketika klien mengalami atau merasakan nyeri pada bagian ekstremitas.
Implementasi Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji : Implementation Of Exercise For The Elderly On Blood Pressure Reduction In Elderly Hypertension Patients In The Working Area Of The Kamonji Community Health Center Andina Bantiang; Rabiah; Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9072

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu kondisi medis yang paling umum dialami oleh orang lanjut usia, dan itu berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Senam lansia adalah salah satu cara non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan : dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam lansia mempengaruhi penurunan tekanan darah pada orang tua yang memiliki hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif, yang melibatkan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan dengan memberikan senam senior tiga kali dalam seminggu selama tiga puluh menit. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer digunakan. Hasil: Mengikuti program senam lansia secara teratur menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Setelah intervensi, tekanan darah yang awalnya 160/90 mmHg turun menjadi 140/80 mmHg, yang merupakan batas normal. Kesimpulan: Senam untuk lansia yang menderita hipertensi menurunkan tekanan darah secara efektif sebagai terapi non-obat. Ini juga dapat disarankan sebagai bagian dari intervensi keperawatan gerontik.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada An. Z yang Menderita Penyakit Tuberkulosis (TB): Family Nursing Care in An. Z Suffering From Tuberculosis (TB) Faradita Malewa; Siti Yartin; Rabiah; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i3.4353

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis (TBC) saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun internasional sehingga menjadi salah satu tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan (SDGs). Menurut Global Tuberculosis Report tahun 2021 (WHO), Indonesia berada pada peringkat ke-3 dengan penderita TBC tertinggi di dunia setelah India dan China. Secara global, diperkirakan 9,9 juta orang menderita TBC pada tahun 2020. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Didapatkan hasil bahwa Ny. S mampu memahami dan memberikan penjelasan ulang dari Edukasi tentang proses penyakit TB paru yang disampaikan oleh peneliti. Disimpulkan bahwa Pelaksanaan pengkajian dilakukan di rumah Tn. M di jalan Datu Pamusu, Perumusan diagnosa keperawatan keluarga yang didapat hanya 1 diagnose yaitu, Defisit Pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. M dalam mengenal masalah Tuberkulosis pada An. Z, Intervensi yang di ambil pada diagnose Defisit Pengetahuan yaitu : Edukasi Proses Penyakit, Implementasi dilakukan dalam 3 kali kunjungan keluarga, dan Evaluasi keperawatan pada Keluarga Tn. M dengan diagnose keperawatan defisit pengetahuan, masalah keperawatan sudah teratasi.
Implementasi Teknik Distraksi pada Pasien Anak dengan Diagnosa Nyeri Akut di Rumah Sakit Bhayangkara Palu: Implementation of Distraction Techniques in Children Patients with a Nursing Diagnosis of Acute Pain in a Hospital Bayangkhara Palu Hadija; Nur Febrianti; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4360

Abstract

Nyeri akut adalah pengalaman sensorik atau emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional yang dimulai secara tiba-tiba atau perlahan, berkembang dari ringan hingga parah, dan berlangsung kurang dari tiga bulan. Peneliti bertujuan untuk mengetahui hasil pelaksanaan teknik distraksi pada pasien anak dengan diagnosis nyeri akut di Rs Bhayangkara Palu .Metode studi kasus yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Studi kasus deskriptifAdalah jenis studi kasus yang memberikan gambaran khusus dan mengharuskan penelitian dimulai dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara teknis penelitian. Hasil yang didapatkan pada hari pertama sebelum dilakukan teknik distraksi menonton pasien mengeluh nyeri dibagian perut dan nyerinya hilang timbul dan setelah di berikan teknik distraksi menonton pasien merasa nampak tenang dan nyaman, hari kedua pasien mengatakan nyeri yang dirasakan mulai hilang, hari ketiga pasien mengatakan sudah tidak merasa sakit..Kesimpulannya setelah dilakukan implementasi teknik distraksi visual menonton video nyeri yang dirasakan berkurang, dan klien tampak kooperatif pada saaat dilakukan tindakan implementasi selanjutnya.
Asuhan Keperawatan pada Ny.S Kasus Gastritis terhadap Penurunan Skala Nyeri dengan Teknik Relaksasi Nafas dalam di Ruangan IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care for Mrs. S Gastritis Case to Reduce Pain Scale with Deep Breathing Relaxation Techniques in the Emergency Room of Undata Hospital, Central Sulawesi Province Miselin Fabiani; Indri Iriani; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4367

Abstract

Gastritis termasuk proses inflamasi atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi pada pasien gastritis adalah nyeri. Nyeri akan berkurang dengan dilakukannya tindakan nonfarmakologis yaitu teknik relaksasi nafas dalam. Desain penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa gastritis yang berada di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan kepada Ny.S ditemukan data subjektif, Ny.S mengatakan nyeri ulu hati tembus kebelakang, nyeri dirasakan sejak pagi hari, terasa mual, BAB cair lebih dari 4 kali serta merasa badannya lemas. P : nyeri memburuk jika ditekan, Q : seperti ditusuk-tusuk, R : nyeri perut bagian atas, S : skala nyeri 7 (nyeri berat), T : nyeri hilang timbul pasien tampak meringis, tampak gelisah TD :169/90 mmHg, Nadi : 64x/menit, Suhu : 36.5Âșc, R : 24x/menit, SPO2 : 100%. Diagnosa yang ditemukan pada Ny. S yaitu Gastritis. Setelah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam terjadi penurunan skala nyeri yaitu pada implementasi pertama hasilnya :keluhan nyeri pasien belum menurun yaitu tetap di angka 7, dan pada implementasi kedua nyeri menurun ke angka 5 Kesimpulan dari penelitian ini adalah dilakukan implementasi pertama nyeri belum menurun, dan setelah dilakukan implementasi yang kedua keluhan nyeri pasien menurun dari skala 7 menjadi skala 5