Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga pada Ny. W yang Menderita Gastritis dengan Diagnosa Defisit Pengetahuan: Family Nursing Care for Mrs.W Who Suffers from Gastritis with A Diagnosis of Knowlwdge Deficit Angelica Lario; Rabiah; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4318

Abstract

Gastritis di awali dengan pola makan yang tidak teratur. Jika seseorang memiliki pola makan yang buruk dapat menyebabkan terjadinya gastritis. Kesehatan keluarga adalah bagian terpenting yang harus dijaga dan dipertahankan. Pengetahuan sangat penting untuk terbentuknya tindakan aktivitas seseorang dan dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil sebuah keputusan. Kurangnya pengetahuan tentang gastritis dapat mengakibatkan seseorang tidak memahami dalam upaya pencegahannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga Tn.P yang menderita gastritis di desa Tomata Kec.Mori Atas. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari masalah pengetahuan mengenai masalah kesehatan teratasi. Didapatkan diagnose yang muncul dan masalah teratasi.
Implementasi Manajemen pada Balita dengan Masalah Diare: Implementation of Management in Toddlers with Diarrhea Problems Astin H. Makuta; Rosita; Indri Iriani; Buyandaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4361

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan berubahnya bentuk tinja dengan intensitas buang air besar secara berlebihan atau lebih dari 3 kali dalam kurun waktu satu hari yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistesi feses yang lembek sampai cair. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif yaitu suatu pengamatan terhadap prosedur tindakan yang dilakukan pada An. R yang dilaporkan secara lengkap tentang keadaan atau kondisi yang menjadi fokus studi yaitu Asuhan keperawatan anak dengan diare di Rumah Sakit Bayangkara Palu. Diare berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan data subjektif Keluarga pasien mengatakan An. R BAB 7x dalam sehari dengan konsistensi cair, dan muntah 2x dan data objektif suhu tubuh 36,50c, SpO2 100%, nadi 85x/m, RR 24x/m, hasil laboratorium RBC 6.50H*, HCT 51.7H*, PLT 622 H, PCT 0.53 h, P-LCC 148 h. Diagnosa yang di temukan pada An. R yaitu Diare. Setelah dilakukan implementasi H-1 manajemen diare terjadi penurunan frekuensi BAB yaitu 5x, warna kuning kecoklatan, konsistensi cair. Pada implementasi H-2 terjadi penurunan frekuensi BAB yaitu 4x, warna kuning kecoklatan, konsistensi cair dan pada implementasi H-3 terjadi penurunan frekuensi BAB yaitu 3x, warna kuning kecoklatan, konsistensi lembek. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan frekuensi BAB setelah dilakukan tindakan manajemen diare. Pada hari pertama didapatkan hasil frekuensi BAB 7x sehari setelah dilakukan tindakan manajemen diare sampai hari ke-3, frekuensi BAB berangsur membaik mejadi 3x sehari.
Implementasi Terapi Inhalasi untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Anak dengan Bronkopneumonia Diruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Inhalation Therapy to Overcome Ineffective Airway Clearance in Children with Bronchopneumonia in the Catelia Room of Undata Hospital, Central Sulawesi Province Yovika Yovika Bansoe; Indri Iriani; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4366

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran nafas bagian bawah. Bronkupneumonia menjadi penyebab kematian terbesar penyakit saluran nafas bawah yang menyerang anak-anak dan balita hampir diseluruh dunia karena anak -anak masih memiliki sistem imun yang rendah kondisi ini yang membuat anak menjadi rentan alami penyakit bronkopneumonia.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalan penelitian ini adalah pasien anak dengan diagnosa Bronkopneumonia yang berada diruangan cateliya RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Sampel adalah pasien anak dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada kasus bronkopneumonia di RSUD undata Provinsi Sulawesi Tengah.Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan kepada An.N ditemukan data subjektif keluarga pasien mengatakan An.N dadanya sakitdisertai susah untuk bernapas dan batuk. Saat dilakukan pengkajian pasien mengatakan sesak, pada saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan hasil SpO2 96%, Nadi 114 x permenit, RR 48 x permenit, Suhu 36,8.?. Setelah dilakukan terapi inhalasi H-1 pasien mengatakan masih sesak. Pada implementasi H-2 pasien mengatakan sesaknya mulai berkurang.Kesimpulan dari peneliti ini bahwa sesak napas berkurang setelah dilakukan terapi inhalasi pada An.N. Pada hari pertama pengkajian merasakan sesak napas, setelah dilakukan tindakan terapi inhalasi sampai hari ke-2 sesak mulai berkurang.
Asuhan Keperawatan pada Ny.S Kasus Gastritis terhadap Penurunan Skala Nyeri dengan Teknik Relaksasi Nafas dalam di Ruangan IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care for Mrs. S Gastritis Case to Reduce Pain Scale with Deep Breathing Relaxation Techniques in the Emergency Room of Undata Hospital, Central Sulawesi Province Miselin Fabiani; Indri Iriani; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4367

Abstract

Gastritis termasuk proses inflamasi atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi pada pasien gastritis adalah nyeri. Nyeri akan berkurang dengan dilakukannya tindakan nonfarmakologis yaitu teknik relaksasi nafas dalam. Desain penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa gastritis yang berada di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan kepada Ny.S ditemukan data subjektif, Ny.S mengatakan nyeri ulu hati tembus kebelakang, nyeri dirasakan sejak pagi hari, terasa mual, BAB cair lebih dari 4 kali serta merasa badannya lemas. P : nyeri memburuk jika ditekan, Q : seperti ditusuk-tusuk, R : nyeri perut bagian atas, S : skala nyeri 7 (nyeri berat), T : nyeri hilang timbul pasien tampak meringis, tampak gelisah TD :169/90 mmHg, Nadi : 64x/menit, Suhu : 36.5Âșc, R : 24x/menit, SPO2 : 100%. Diagnosa yang ditemukan pada Ny. S yaitu Gastritis. Setelah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam terjadi penurunan skala nyeri yaitu pada implementasi pertama hasilnya :keluhan nyeri pasien belum menurun yaitu tetap di angka 7, dan pada implementasi kedua nyeri menurun ke angka 5 Kesimpulan dari penelitian ini adalah dilakukan implementasi pertama nyeri belum menurun, dan setelah dilakukan implementasi yang kedua keluhan nyeri pasien menurun dari skala 7 menjadi skala 5