Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Santri Membaca Kitab Kuning Di Pondok Pesantren: Teachers' Efforts to Improve Students' Ability to Read Yellow Books at Islamic Boarding Schools Abdul Gafur; A. Moh. Ickhamal Suryadinata
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11448

Abstract

Penelitian ini membahas tentang upaya guru dalam meningkatkan kemampuan santri untuk membaca kitab kuning di pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan tempat mengemban ilmu untuk para santri dan merupakan lembaga pendidikan yang membantu meningkatkan pengetahuan keislaman para santrinya. Membaca kitab kuning bukanlah hal yang mudah, di perlukan pemahaman yang tinggi untuk bisa membacanya dan memahaminya. Dalam pembelajaran kitab kuning sering menggunakan metode tradisional yang berbeda dari metode pembelajaran modern. Dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren, santri membutuhkan dukungan dan bimbingan yang intensif dari seorang guru. Kurangnya dukungan dari guru yang berpengalaman dapat menjadi kendala dalam pemahaman dan perkembangan santri. Terdapat berbagai metode kajian kitab kuning yang diterapkan di dunia pesantren antara lain, metode Bandongan, metode Sorogan, metode Hafalan, metode Diskusi, dan metode Mudzakarah
Pendidikan Multikultural dalam Tinjauan Al-Qur’an: Multicultural Education in Review of the Qur'an Abdul Gafur; Kuliawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4976

Abstract

Keragaman ini diakui atau tidak menimbulkan berbagai persoalan seperti yang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini seperti yang terjadi di Ambon, Poso, Sampit dan daerah-dSaerah lainnya. Salah satu strategi pendekatannya adalah menanamkan nilai pendidkan multikultural disemua elemen, terutama di dunia pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi. Menanamkan akhlak mulia, etika dan moral tidak lepas dari nilai-nilai multikultural yang diterapkan dalam tingkah laku peserta didik secara pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks kehidupan yang multikultural, pemahaman yang berdimensi multikultural harus dihadirkan untuk memperluas wacana pemikiran manusia yang selama ini masih mempertahankan “egoisme” kebudayaan dan keagamaan.
Konsep Kompetensi Guru dalam Pendekatan Al-Qur’an: The Concept of Teacher Competency in the Al-Qur'an Approach Muhammad Rizal Madul; Abdul Gafur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4977

Abstract

Salah satu temuan dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang ada hubungannya dengan guru yang diambil dari kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa diawali perjalanan dengan tujuan untuk menuntut ilmu pada seorang yang dianggap memiliki ilmu yang sangat tinggi, dalam ayat tersebut terdapat beberapa wujud etika seperti: 1) Musa memohon kepada Nabi Khidir untuk memberikan izin agar ia berguru kepada Nabi Khidir, 2) Nabi Khidir dapat menerima Musa dengan syarat; 3) Nabi Khidir memberikan ilmu, dan ilmu itu tidak akan dapat dimengerti oleh musa, 4) Nabi khidir memutuskan untuk berpisah karena ia tidak dapat menerapkan persyaratan yang diberikan Nabi khidir tersebut, 5) Nabi Khidir menjelakan ta’wil dari perilaku yang selama ini dia lakukan terhadap Nabi Musa as. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi professional.