Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Sanitasi Terhadap Peningkatan Perilaku Masyarakat di Desa Sarude Kecamatan Sarjo Kabupaten Pasangkayu: The Effect of Sanitation Education on the Improvement of Community Behavior in Sarude Village, Sarjo District, Pasangkayu Regency Fariz Maulana; Suhestianigras S; Nikita Aprilianingsih; Susi Nurhayanti; Moh. Fadli; Siti Hartina; Marina; Suhermanto; Zulfitra; Abdul Kadri; Muh. Jufri; Renni; Nurcholis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9842

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. STBM terdiri dari 5 pilar diantaranya yang pilar pertama Stop Buang Air Besar Sembarangan, pilar kedua Cuci Tangan Pakai Sabun, pilar ketiga Pengelolaan Air Minum/Makanan Rumah Tangga, pilar keempat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan pilar kelima Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 masyarakat Desa Sarude Kecamatan Sarjo Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon (uji-t berpasangan). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pre dan post test, nilai P 1 > 0,05. Hasil sikap pre- dan post-test, nilai P 0,068 > 0,05. Hasil tindakan pre- dan post-test nilai P 0,013 < 0,05. Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan terhadap tindakan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan, namun tidak ada pengaruh bermakna pada pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Desa Sarude Kecamatan Sarjo Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Sebagai saran diharapkan bagi pihak Desa dan Puskesmas setempat bisa untuk selalu mensosialisasikan program STBM kepada kader dan masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi tentang penting dan manfaat penerapan STBM terlebih untuk mencapai Desa ODF (Open Defecation Free) 100%.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Di Wilayah Kerja Puskesmas Labuan: The Influence of Health Education on Mothers' Knowledge in the Labuan Health Center Work Area I Wayan Sugita; Hairudin; Delvi; Agustina Gosal; Asti Mayang Pratiwi; Resky Aditya; Putrianti Suleman; Sartika Y Pusi; Nur Syafiah; Finta Amalinda; Muh. Jufri; Eka Prastia Hati Baculu; Wahyuni Hafid
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4978

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan 15 tahun, tetapi keberhasilannya masih jauh dari harapan. Dari data yang diambil oleh peneliti dari salah satu petugas Promosi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Labuan mengatakan terdapat 18 posyandu balita dan 4 posyandu lansia dengan jumlah kader kesehatan 138 orang mengatakan bahwa Perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2023 masih kurang.Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Posyandu Mawar Labuan Panimba Wilayah Kerja Puskesmas Labuan. Metode penelitian ini adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 42 orang ibu yang memiliki balita. Sampel berjumlah 20 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan).Hasil penelitian menunjukkan selisih nilai mean (rata-rata) pada pengetahuan pre test sebesar 8,40 dan nilai mean (rata-rata) pada pengetahuan post test sebesar 11,75 maka didapatkan selisih perbedaan nilai mean sebesar 3,350. Hasil uji paired sample t-test (uji-t berpasangan) diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Posyandu Mawar Labuan Panimba Wilayah Kerja Puskesmas Labuan. Saran Diharapkan bagi pihak Puskesmas Labuan, khususnya bagian promosi kesehatan Puskesmas Labuan untuk selalu mensosialisasikan program PHBS kepada kader dan masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi tentang penting dan manfaat PHBS.
Pengaruh Penyuluhan Diatabetes Melitus Terhadap Pengetahuan dan Sikap Lansia dan Pralansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura: The Influence of Diabetes Melitus on Counseling on the Knowledge and Attitudes of the Elderly and Pre-Elderly in the Kamaipura Community Health Center Work Area Regita Gienanti Y. Lalusu; Amsal; Zatul Himmah; Victres Bangkeno; Fatmawati; Uswatun Hasanah; Moh. Ryan; Nur Ain Sarah; Puspita Sandy; Revalina Kerab; Alya Yonu; Ronaldo; Salma; Muh. Jufri; Hamidah; Wiwin; Rikwan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7161

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Lansia dan pra lansia menjadi kelompok yang rentan terhadap penyakit ini akibat penurunan fungsi metabolik dan imunitas. Dari data yang diambil oleh peneliti dari salah satu petugas k=Kesehatan di Puskesmas Kamaipura bahwa penyakit Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura masih meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap Penyakit Diabetes Melitus di Sibalaya Utara Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura.Metode Penelitian ini adalah adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 24 orang masyarakat usia lansia dan Pralansia. Sampel berjumlah 24 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan pengetahuan baik sebanyak 13 responden (54.2%) setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 18 responden (75%). Setelah diberikan penyuluhan responden yang memiliki sika baik adalah 12 responden (50%) dan sikap kurang baik 12 responden (50%). Hasil penelitian dengan uji statistik masing-masing variabel menunjukkan nilai Asymp.Sig atau nilai 0.000 atau nilai p<0.05.Kesimpulannya adalah ada perbedaan sikap tentang penyakit Diabetes Melitus sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terhadap lansia dan pra lansida di Desa Sibalaya Utara Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura.