Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Development of Learning Method Blended Flipped Classroom of in Algorithm and Programming Mariam, Metta; Wibawanto, Hari; Supraptono, Eko
Journal of Vocational and Career Education Vol 3, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v3i2.17965

Abstract

The purpose of this research is to develop  learning e-learning-based as a solution in improving attitudes, interests and competence of student learning in particular PTIK employee class in the subject matter of programming dam algorithm looping /looping.The research method used follows the steps of Sugiyono but the researcher only took 4 (four) stages of research, namely 1) preliminary stage, 2) development stage, 3) validation stage and 4) implementation phase. The essence of this study is to look for differences between attitudes, interests and learning competencies before and after the application of-based elearninglearning. The results showed a difference in attitude percentage of 12.13%, the difference in percentage interest of 18.23% and the results of student learning competencies were seen from the average score of pretest of 73.16 and theaverage score  posttests of 89.63 with the test results the gain is 1 with high criteria. Thus it can be concluded that the results of the development oflearning in blended themethod flipped classroom can improve the attitudes, interests and learning competencies of employees of the PTIK class. This finding is the development of the blended learning  method of flipped classroom, a learning method that can be applied at the college level that has employee classes.learning in Blended themethod flipped classroom can be used as a reference in new learning in college.
Rancang Bangun Media Pembelajaran E-Learning Di SMK Negeri 1 Majalengka Metta Mariam
Media Aplikom Vol 13 No 1 (2021): Media Aplikom
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer YOS SUDARSO Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33488/1.ma.2021.1.290

Abstract

E-learning allows the educational process without going through face to face directly and the delivery of knowledge to students can be done easily. Many educational institutions or schools that have implemented e-learning learning. In this study, e-learning learning media will be built at SMK 1 Majalengka and find out the feasibility of this e-learning learning media at the school. The method used in this study uses the ADDIE development model, namely: (1) Analysis, (2) Design, (3), Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The assessment will be carried out by media experts and material experts with the data collection technique used is a questionnaire technique to obtain quantitative data as primary data and qualitative data in the form of suggestions or comments as data for improving e-learning. The quantitative data obtained are then converted to qualitative data using ideal assessment criteria. The results obtained showed that: (1) e-learning was successfully developed through each stage of ADDIE; (2) E-learning developed has online class features that are used as a medium of practice and distance learning instead of when the teacher is unable to attend class; (3) E-learning has "Very good" criteria from media experts with an average rating of "4,24"; (4) E-learning has "Very Good" criteria from material experts with an "4,2" rating. Based on the results of the assessment obtained it can be concluded that the design of e-learning media learning in SMKN 1 Majalengka is feasible to be developed and used
Efektivitas Modul Ajar guna Mengoptimalkan Pembelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Menggunakan Augmented Reality (AR) Metta Mariam; Achmad Farhan Prayoga
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomer 1 (2022)
Publisher : PT. Syaelindra Karya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas modul ajar dalam mengoptimalkan pembelajaran komputer dan jaringan dasar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan framework PRISMA untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan. Berdasarkan tinjauan yang telah dilakukan, ditemukan bahwa penggunaan AR dalam pembelajaran memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi, pemahaman dan minat siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AR adalah alat pembelajaran interaktif efisien yang memberikan pengalaman pendidikan lebih menarik dan memfasilitasi pemahaman konten. Studi ini menyarankan pengembangan lebih lanjut penggunaan AR sebagai alat pendidikan yang efektif dan mendorong penelitian eksperimental lebih lanjut mengenai penerapan teknologi ini di bidang pendidikan.
Systematic Literature Review: Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Desain Grafis Metta Mariam; Lutfa Izzatur Rahmah
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2 Nomor 2 (2023)
Publisher : PT. Syaelindra Karya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Banyak peneliti yang merekomendasikan untuk menggunakan model pembelajaran problem based learning. Model pembelajaran problem based learning dimana siswa belajar secara berkelompok untuk menyelesaikan sebuah proyek menghasilkan produk nyata dan harus relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar mata pelajaran desain grafis. Sumber artikel dari kajian literatur adalah dari Google Scolar dan keyword yang digunakan dalam mencari artikel adalah pengaruh problem based learning terhadap hasil belajar desain grafis, pengaruh kriteria inklusi adalah artikel penelitian dari tahun 2019-2023, artikel utama, fulltext dengan subjek penelitian adalah peserta didik. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Systematic Literature Review adalah salah satu metode ilmiah yang digunakan dalam sebuah penelitian yang berpusat pada sebuah topik tertentu yang memberikan gambaran tentang perkembangan topik tersebut. Penelitian dari 20 artikel jurnal ada 19 artikel jurnal yang menunjukan hasil bahwa problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu kendala dalam aplikasi model pembelajaran problem based learning adalah siswa enggan mencoba jika tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit dipecahkan siswa enggan untuk mencoba, dan model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lama untuk di selesaikan.
PENERAPAN METODE FLIPPED CLASSROOM DALAM KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK Mariam, Metta; Sulasmi, Sulasmi; Putra, Azhar Shaka Sandiva Sugianto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35869

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas penerapan metoder flipped classroom untuk meningkatakan kemandirian belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan untuk mendeskripsikan penerapan model flipped classroom berdasarkan beberapa ahli dan berdasarkan studi referensi pendukung. Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah penerapan metode flipped classroom untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Flipped classroom merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Metode ini memanfaatkan teknologi yang memberikan dukungan tambahan untuk belajar peserta didik dari berbagai media pembelajaran yang dapat diakses secara online di luar kelas, kemudian di dalam kelas dilanjutkan dengan kegiatan diskusi tentang materi yang telah diperoleh peserta didik di luar kelas. Dengan demikian, flipped classroom memungkinkan peserta didik memiliki lebih banyak kesempatan belajar baik online maupun offline dan dapat membantu dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mereka
PENGARUH CONTINUOUS PROFESIONAL DEVELOPMENT (CPD) DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN DI KABUPATEN CIREBON Mariam, Metta; Sahronih, Siti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kontribusi Continuous Professional Development (CPD) terhadap kinerja dosen di Kabupaten Cirebon; (2) kontribusi motivasi kerja terhadap kinerja dosen di Kabupaten Cirebon, dan (3) kontribusi Continuous Professional Development (CPD) dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto dengan metode pengambilan data secara kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah dosen yang mengajar di Kabupaten Cirebon sebanyak 164 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat kontribusi Continuous Professional Development (CPD) terhadap kinerja dosen di Kabupaten Cirebon sebesar 71,4% dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 20,102 > 1,974; (2) terdapat kontribusi motivasi kerja terhadap kinerja dosen di Kabupaten Cirebon sebesar 69,8% dengan nilai thitung > ttabel yaitu 19,328 > 1,974, (3) terdapat kontribusi Continuous Professional Development (CPD) dan motivasi kerja terhadap kinerja dosen di Kabupaten Cirebon sebesar 80,9% dengan nilai fhitung > ftabel yaitu 341,488 > 3,051 dan nilai signifikansi sebesar 0,000.
The Influence of Digital Readiness and Learning Styles on Self-Directed Learning and Student Learning Outcomes in Technology-Based Learning Metta Mariam; Ida Rosnidah
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1727

Abstract

Technology-enhanced learning and flipped classroom approaches have become increasingly important in higher education. However, limited research has examined the integrated relationships among digital readiness, learning styles, self-directed learning, and learning outcomes within a single analytical model. This study aims to analyze the relationships among digital readiness, learning styles based on Kolb’s Experiential Learning Theory, self-directed learning, and student learning outcomes in a flipped classroom learning environment. A quantitative approach with an explanatory correlational design was employed. The sample consisted of 90 fifth-semester students in the Informatics Engineering Education program selected through purposive sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and academic achievement records and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results showed that digital readiness significantly influenced self-directed learning (β = 0.45, p < 0.001), while learning styles also positively affected self-directed learning (β = 0.32, p < 0.001). Self-directed learning emerged as the strongest predictor of learning outcomes (β = 0.51, p < 0.001) and significantly mediated the relationships between digital readiness and learning outcomes (β = 0.278, p < 0.001) and between learning styles and learning outcomes (β = 0.164, p = 0.003). The model demonstrated substantial explanatory power (R² = 0.620 for self-directed learning; R² = 0.680 for learning outcomes). The findings suggest that technology integration is most effective when accompanied by strong self-directed learning skills. This study contributes to constructivist learning theory and provides practical implications for technology-enhanced and flipped classroom learning in higher education.
Pengembangan Desain Pembelajaran Kelas Terbalik untuk Mata Kuliah Interaksi Manusia-Komputer Menggunakan Mode Prototyping Cepat Metta Mariam
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i6.10192

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan desain pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar pada mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), yang selama ini masih didominasi oleh metode ceramah dan diskusi konvensional. Model flipped classroom dipandang sebagai pendekatan yang dapat mengoptimalkan waktu pembelajaran di kelas melalui pemanfaatan aktivitas belajar mandiri sebelum perkuliahan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran berbasis flipped classroom dalam bentuk Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai pedoman pelaksanaan mata kuliah IMK pada Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Institut Prima Bangsa Cirebon. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Rapid Prototyping yang meliputi tahapan Assess Needs and Analyze Content, Set Objectives, Construct Prototype, Utilize Product, serta Installation and Maintenance. Evaluasi produk dilakukan melalui expert review yang melibatkan satu ahli materi dan dua ahli desain pembelajaran menggunakan instrumen penilaian berbasis skala Likert. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ahli materi memberikan skor rata-rata 3,54 dengan kategori sangat baik, sedangkan dua ahli desain pembelajaran memberikan skor rata-rata masing-masing 3,40 dan 3,35 dengan kategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa RPS berbasis flipped classroom yang dikembangkan memiliki kualitas baik dan layak digunakan sebagai pedoman pembelajaran pada mata kuliah IMK. Implikasi penelitian ini adalah tersedianya desain pembelajaran yang mendukung pembelajaran mandiri, interaktif, serta selaras dengan kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi di pendidikan tinggi.
Web-Based School Information System: Design and Implementation of the SMPN 2 Mandirancan Digital Portal Pirman Ardyansyah; Metta Mariam
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1823

Abstract

The digital transformation of educational institutions has increased the need for integrated and interactive school information systems. However, many secondary schools still rely on conventional information services and static websites, limiting access to information and user interaction. This study aims to develop and evaluate a web-based digital school portal integrated with an interactive chatbot at SMPN 2 Mandirancan, Indonesia. The study was conducted at a single junior secondary school, using a Research and Development approach with the Prototype model to support interactive system development informed by user feedback. The digital portal was developed using the WordPress Content Management System (CMS) and enhanced with supporting plugins to provide dynamic content management and automated information services. The developed system was evaluated using a user acceptance questionnaire with 30 respondents: 8 teachers, 2 administrative staff members, 15 students, and 5 parents. The collected data were analyzed using descriptive statistics, with the mean score calculated for each evaluation indicator. The results showed that all evaluation indicators achieved mean scores above 4.00, including usability (4.53), information quality (4.40), service efficiency (4.43), user satisfaction (4.60), and chatbot effectiveness (4.47), indicating that the developed system was feasible and well accepted by users. The findings demonstrate the feasibility and positive user acceptance of integrating the WordPress CMS and chatbot technology into a digital school portal to support interactive school information services. This study presents a practical, low-cost framework for integrating the WordPress CMS and chatbot technology into a digital school portal that provides interactive information services in resource-constrained secondary schools.  
Development and Functional Validation of a Quick Response Code-Based Archive Search and Tracking System for Digital Archive Management Azhar Aulia Rahman; Metta Mariam
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i3.1927

Abstract

Digital archive management requires rapid retrieval, visible archive status and location, controlled access, and traceable workflow decisions. Previous document-tracking studies have used code-based identifiers, but transparent functional validation of integrated archive workflows remains limited. This study developed and functionally validated a Quick Response Code-based archive search and tracking system for BPS Kota Cirebon. An applied software-development design with iterative prototyping was used. Thirty requirements-based black-box cases were executed on 24-25 July 2026 using synthetic records, one administrator account, one regular-user account, a Windows computer, and an Android device on the same local network. The initial test produced 24 passes and six failures involving attachment storage, approval processing, mobile code access, notifications, audit logging, and PDF export. After targeted corrections, all six cases passed on retest, yielding 30 final passes and a 100.0% defect-resolution rate. The study contributes a traceable functional-validation approach that connects identified defects, corrective actions, and retest evidence across integrated archive workflows. The tested build met all specified functional scenarios, while actual gains in retrieval time and employee workload require field evaluation.