Haswinda Harpriyanti
Universitas PGRI Kalimantan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI SASTRA BANJAR: STUDI KASUS TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI KALIMANTAN SELATAN Noor Indah Wulandari; Haswinda Harpriyanti; Gita Kinanthi Purnama Asri Adinda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.606

Abstract

Kawasan di Kalimantan Selatan terbagi menjadi kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi lingkungan masyarakat Kalimantan Selatan saat ini., (2) mengetengahkan peran sastra Banjar dalam membangun kesadaran lingkungan di Kalimantan Selatan., (3) mengetahui bagaimana sastra Banjar merepresentasikan dampak perubahan iklim di Kalimantan Selatan., (4) memaparkan strategi yang dapat dilakukan untuk lebih memanfaatkan sastra Banjar dalam kampanye kesadaran lingkungan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, lokasi penelitian di Kalimantan Selatan dan menggunakan sumber data dari kumpulan cerpen, puisi dan wawancara kepada sastrawan Kalimantan Selatan. teknik analisis data peneliti melakukan beberapa tahap awal seperti melakukan transkip atau pemindahan bahasa dari bahasa lisan ke bahasa tulis dan melakukan terjemahan bahasa dari bahasa Banjar ke bahasa Indonesia. Selanjutnya analisis data dilakukan dalam tiga tingkatan, yaitu 1) melakukan pengklasifikasian data sesuai fokus penelitin; 2) melakukan interpretasi data; 3) melakukan analisis data sesuai dengan fokus penelitian berupa konsep fakta, kebudayaan, dan nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam kata, kalimat, dan dialog dalam pementasan sastra Banjar; 3) menarik simpulan berdasarkan hasil temuan penelitian. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) kondisi lingkungan masyarakat Kalimantan Selatan saat ini baik cerpen, puisi dan wawancara kepada sastrawaan Kalimantan Selatan, ditemukan jawaban bahwa kondisi Lingkungan saat ini mengalami banyak perubahan dan kerusakan akibat perubahan iklim dan perkembangan zaman, seperti jalan raya yang penuh dengan lubang, air Sungai yang tercemar, persawahan yang mulai sempit lahannya karena banyaknya bangunan yang didirikan, dan juga banyaknya tambang illegal (tanpa izin) hingga menyebabkan kerusakan Lingkungan, (2) peran sastra Banjar dalam membangun kesadaran lingkungan di Kalimantan Selatan. Sastra banjar memiliki peran dalam membangun kesadaran Lingkungan dari subjek yang diteliti yakni cerpen, puisi dan wawancara. Ditemukan simpulan bahwa karya sastra berusaha mengetengahkan pesan kepada pembaca agar memiliki kepekaan terhadap perubahan iklim di Kalimantan Selatan, (3) Sastra Banjar merepresentasikan dampak perubahan iklim di Kalimantan Selatan. Representasi dampak perubahan iklim di Kalimantan Selatan disampaikan melalui dampak-dampak yang dirasakan Masyarakat, sehingga dengan adanya dampak yang dirasakan maka Masyarakat dapat melakukan pencegahan terhadap berbagai dampak yang telah diutarakan. (4) Strategi yang dapat dilakukan untuk lebih memanfaatkan sastra Banjar dalam kampanye kesadaran lingkungan.
Improving Coding Education with Storytelling Bakisah Bahasa Banjar for Elementary School Teachers M. Saufi; Kamariah Kamariah; Haswinda Harpriyanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v8i2.17477

Abstract

Limited access to technological infrastructure and low teacher competency in coding instruction remain key challenges in implementing digital literacy in elementary schools in Banjar Regency. These conditions hinder the integration of computational thinking into classroom practices, particularly in schools with minimal digital resources. Therefore, this Community Service Program aimed to enhance teachers’ competencies in teaching coding through a culturally responsive approach as a solution to these challenges. This program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach combined with Asset-Based Community Development (ABCD), emphasizing active teacher involvement and the utilization of local cultural assets. The intervention was implemented through three main stages: Unplugged Coding activities, integration of Bakisah Bahasa Banjar storytelling, and Scratch-based digital coding. A total of 22 elementary school teachers from the Ikatan Guru Kelas (IGK) of Banjar Regency participated in the program, followed by four post-training mentoring visits to support sustainable implementation. The results demonstrate significant improvements in three key outcome aspects: (1) increased teacher competency in understanding and applying basic programming concepts, (2) enhanced student learning interest through culturally contextualized coding activities, and (3) successful implementation of culture-based coding practices in classroom settings. In addition, the program established a digital teacher community that supports continuous professional development and sustainability. This program contributes to the development of culturally responsive coding education while promoting the preservation of local wisdom through technology-based learning. It also provides an alternative model for introducing coding in resource-limited educational contexts, fostering students who are both digitally literate and culturally aware.