Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Bagandang Nyiru dalam Masyarakat Banjar: Makna dan Nilai Pendidikan Islam Aprina Noor Latifah; Zulfa Jamalie
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/q5nvbc82

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang sarat akan nilai kearifan lokal, salah satunya adalah tradisi Bagandang Nyiru pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Seiring derasnya arus globalisasi, tradisi ini mulai jarang dipraktikkan dan dipahami oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, filosofi, identitas, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Bagandang Nyiru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagandang Nyiru merupakan praktik memukul nyiru secara beramai-ramai untuk mencari orang yang diyakini disembunyikan oleh makhluk gaib. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, meliputi: (1) nilai akidah, berupa keyakinan pada hal gaib dalam bingkai tauhid; (2) nilai akhlak, yang tercermin melalui sikap tolong-menolong, gotong royong, dan kedisiplinan waktu; serta (3) nilai ibadah, yang diwujudkan melalui pelaksanaan doa dan syukuran. Dengan demikian, tradisi Bagandang Nyiru tidak hanya dipahami sebagai praktik bernuansa mistis, tetapi juga berfungsi sebagai penguat identitas budaya serta sebagai sarana pendidikan yang berlandaskan kearifan lokal.
Pengaruh Empati Terhadap Perilaku Prososial Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam Lutfiyah; Fikrie; Muhamad Sabirin; Zulfa Jamalie
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v2i4.4285

Abstract

This study aims to examine the influence of empathy on prosocial behavior among students at Islamic Higher Education Institutions. Empathy is considered an important psychological component that can encourage individuals to show concern and help others voluntarily. This research employed a quantitative method with a correlational design. The population consisted of students at Islamic universities, and participants were selected using incidental sampling, resulting in a total of 60 respondents. Data were collected using an empathy scale and a prosocial behavior scale. The data were analyzed using simple linear regression. The results revealed that empathy has a significant influence on prosocial behavior among students in Islamic Higher Education Institutions
Negosiasi Makna dan Transformasi Sakralitas Simbol: Dialektika Tawhid dan Tradisi pada Kepercayaan Kain Kuning Keramat di Banjarmasin Padlianor Padlianor; Desyana Mustafa; Zulfa Jamalie
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jpkin.v4i2.1965

Abstract

This study investigates the Islamization process of the meaning and symbolic sacredness in the Banjar community's reverence for the sacred yellow cloth. Amid a robust Islamic identity, this practice fosters a dialectic between local tradition and tawhid (monotheism). This research aims to analyze the Islamization of meaning, the internalization of Quranic values, and the reinterpretation of symbolic sacredness to align with monotheistic principles. Employing a descriptive qualitative approach, the methodology combines field studies at the Kubah Habib Hamid bin Abbas Bahasyim with tafsir maudhu‘i (thematic Quranic exegesis). Findings indicate the significance of the yellow cloth transformed: from traditional tabarruk (seeking blessings) to ta‘zhim (veneration)—a scholarly view aligned with tawhid. For the younger generation, it has transitioned into a symbol of cultural identity. This study concludes this phenomenon is not syncretism but a creative dialectic and cultural Islamization, shaping a localized "Banjar Islam."