Panggea Ghiyats Sabrian
Geological Engineering, Universitas Mulawarman, Samarinda, East Kalimantan, Indonesia.

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASSESSING THE POSSIBILITY OF LAND SUBSIDENCE DUE TO GEOTHERMAL PRODUCTION IN SARULLA GEOTHERMAL FIELD USING SENTINEL-1 Mochamad Iqbal; Panggea Ghiyats Sabrian
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Ikatan Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2023.v20.a3843

Abstract

Sarulla geothermal field is one of the largest geothermal fields in the world which has a 330 MW installed capacity. The field consists of three areas, namely Namora Langit (NIL)-1, NIL-2, and Silangkitang (SIL) which operated from 2017 and 2018. It is situated precisely at the Sarulla graben which is an active tectonic area composed of Quaternary Toba tuff and intermediate lava and extrusive felsic pyroclastic Toru. This study aims to see whether land subsidence may emerge in the Sarulla geothermal field and its environs in addition to determining whether the geothermal activity or anthropogenic is responsible for the deformation. We used the persistent scatterer (PS) interferometry synthetic aperture radar (InSAR) method to calculate the rate of subsidence in the area. 30 ascending images from Sentinel-1 were gathered from 5 January to 18 December 2020 with a separation of 12 days to run the analysis. The results demonstrate that Sarulla is undergoing subsidence occurring at NIL and SIL with a velocity of 0 to -32.9 mm/year. Although negative deformation occurs in the geothermal area, there is no solid evidence indicating geothermal fluid extraction is the cause of subsidence.
GEOCHEMICAL CHARACTERISTICS OF HOT SPRINGS IN BATU LEPOQ AND PANGADAN VILLAGES, KARANGAN DISTRICT, EAST KUTAI REGENCY, EAST KALIMANTAN PROVINCE Habibah, Miftah Faaza; Putri, Resty Intan; Sabrian, Panggea Ghiyats; Shoedarto, Riostantieka Mayandari; Saepuloh, Asep
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Chemurgy-Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i2.15907

Abstract

The Karangan District in East Kutai Regency, East Kalimantan Province, is identified as having geothermal potential in the villages of Batu Lepoq and Pangadan. The presence of hot springs in these locations underscores the area's rich geological features, despite the absence of active volcanoes on the island. This study aims to analyze the physical and geochemical characteristics of the hot springs. A conceptual model of the geothermal system was developed to evaluate the geothermal potential of the area. Geochemical data from field samples were analyzed using geochemical methods. The findings indicate that the equilibrium lies in the immature water zone, with the primary source of the hot fluid being meteoric water heated by geopressure. The temperature of the sole reservoir in the Pangadan Village geothermal system is estimated to be 1930±10°C, as determined by the 1988 Giggenbach geothermometer.
Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Rock Mass Rating (RMR) Untuk Menentukan Faktor Keamanan Daerah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur Sandrianti, Aulia; Sanggrita A., Dina; Andini, Yunani; Sabrian, Panggea Ghiyats
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i1.18119

Abstract

Analisis kestabilan lereng merupakan aspek penting dalam perencanaan rekayasa geoteknik, khususnya pada daerah yang memiliki potensi longsor. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kestabilan lereng adalah Rock Mass Rating (RMR). RMR adalah sistem klasifikasi batuan yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas massa batuan dan mengidentifikasi potensi masalah kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode RMR dalam rangka menentukan faktor keamanan lereng. Data yang digunakan dalam analisis meliputi karakteristik fisik dan mekanik batuan, seperti kuat tekan uniaxial, orientasi dan spasi rekahan, serta kondisi kelembaban dan keberadaan air tanah. Hasil dari perhitungan RMR digunakan untuk mengklasifikasikan kualitas batuan menjadi beberapa golongan, yang kemudian dihitung faktor keamanan lerengnya. Faktor keamanan ini dihitung dengan menggunakan analisis keseimbangan batas, yang mempertimbangkan gaya penggerak dan gaya penahan pada lereng. Berdasarkan klasifikasi RMR, lereng dengan nilai RMR tinggi (golongan I dan II) menunjukkan kestabilan yang lebih baik dengan faktor keamanan yang lebih besar dari 1,5, sedangkan lereng dengan nilai RMR rendah (golongan IV dan V) membutuhkan perkuatan dan pengelolaan drainase untuk mencegah potensi longsor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dalam perencanaan lereng dan mitigasi risiko longsor, dengan memberikan pendekatan yang sistematis dan objektif untuk menentukan faktor keamanan lereng berdasarkan klasifikasi RMR.
ANALISIS PERUBAHAN MORFOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1 PADA DELTA MAHAKAM, KALIMANTAN TIMUR Hakim, Azizul; ruddin, safar; Rifqi A., Aji M.; Sabrian, Panggea Ghiyats
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i2.18135

Abstract

Seiring berjalannya waktu, proses alam dan aktivitas manusia mengubah morfologi kawasan, termasuk morfologi Delta Mahakam. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang perubahan morfologi Delta Mahakam berupa perubahan luas daratan dan badan air di sekitar Delta Mahakam. Proses pengolahan data ini menggunakan citra satelit Sentinel-1 secara bertahap yang meliputi preprocessing, pengolahan, dan analisis. Hasil analisis menunjukkan terdapat perubahan kelas yang signifikan pada musim hujan dan kemarau antara tahun 2016 hingga 2024. Perubahan signifikan tersebut mungkin terjadi akibat perubahan iklim atau sedimentasi di sekitar Delta Mahakam. Perubahan tersebut terlihat jelas pada pengolahan data yang dilakukan.