Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PKM internasional Indonesia vs Malaysia aplikasi blockchain inovasi technopreneurial Nani Cahyani; Ratih Puspitasari; Eka Herlina; Iswandi sukanta Atmadja; Lesi Hertati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30399

Abstract

Abstrak Kegiatan  PKM internasional antara Indonesia dan Malaysia bertujuan membentuk blockchain bagian dari  teknologi terdesentralisasi yang menarik pengembangan solusi technopreneurial di berbagai sektor, termasuk di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini berfokus pada potensi aplikasi blockchain dalam memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan teknologi kedua negara tersebut. Tujuan utama dari Program pengabdian kepada masyarakat  (PKM untuk mengeksplorasi dan membandingkan peluang blockchain sebagai fondasi bisnis digital yang lebih transparan, efisien, dan aman. Kegiatan dilakukan terhadap beberapa sektor potensial, seperti fintech, logistik, dan pendidikan. Hasil pengabdian kepada masyarakat  menunjukkan bahwa meskipun Indonesia dan Malaysia menghadapi tantangan yang serupa, seperti regulasi yang belum mapan dan resistensi terhadap adopsi teknologi baru, keduanya memiliki kekuatan unik. Indonesia unggul dalam potensi pasar domestik yang besar, sementara Malaysia lebih maju dalam hal infrastruktur teknologi dan regulasi blockchain. PKM ini merekomendasikan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah dari kedua negara untuk mempercepat adopsi blockchain melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kebijakan yang pro-aktif. Program pengabdian kepada masyarakat   guna menciptakan ekosistem yang mendukung, mahasiswa, dosen antar negara untuk mengembangkan  inovasi dengan mendorong technopreneur muda dalam pengembangan solusi blockchain. Kata Kunci: blockchain; technopreneurship;  inovasi; ; ekosistem digital; pertukaran pengetahuan. Abstract The international PKM activity between Indonesia and Malaysia aims to form blockchain as part of a decentralized technology that attracts the development of technopreneurial solutions in various sectors, including in Indonesia and Malaysia. This activity focuses on the potential of blockchain applications in strengthening the innovation and technology entrepreneurship ecosystem of the two countries. The main objective of the Community Service Program (PKM) is to explore and compare blockchain opportunities as a foundation for a more transparent, efficient, and secure digital business. Activities are carried out in several potential sectors, such as fintech, logistics, and education. The results of community service show that although Indonesia and Malaysia face similar challenges, such as undeveloped regulations and resistance to the adoption of new technologies, both have unique strengths. Indonesia excels in its large domestic market potential, while Malaysia is more advanced in terms of technology infrastructure and blockchain regulations. This PKM recommends collaboration between business actors and governments from both countries to accelerate blockchain adoption through knowledge exchange and proactive policy development. The community service program aims to create a supportive ecosystem, students, lecturers between countries to develop innovation by encouraging young technopreneurs in developing blockchain solutions. Keywords: blockchain; technopreneurship; innovation; ; digital ecosystem; knowledge exchange
Workshop pertukaran budaya Indonesia-Thailand melalui aplikasi bisnis akibat perubahan sosial kerja sama PKM internasional Nani Cahyani; Ratih Puspitasari; Lesi Hertati; Janty T. Hidayat; Nabila Nurfaiza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24243

Abstract

Abstrak Kegiatan PKM Internasional dilakukan dalam rangka pertukaran budaya antara Indonesia- Tailand hal ini didorong oleh perubahan teknologi digital bisnis global yang begitu cepat sehingga  membuka peluang baru untuk pertukaran budaya antar negara. PKM  ini mengkaji bagaimana digitalisasi bisnis mempengaruhi perubahan sosial dalam praktik berjualan di media Sosial khususnya antara Indonesia dan Thailand, melalui kerja sama PKM Internasional. Pendekatan kualitatif yang mencakup wawancara dan membagi kuisioner pretest dan postest  dan analisis konten menelusuri pengalaman pedagang online antara konsumen di kedua negara. Hasil temuan membuktikan bahwa digitalisasi bisnis, terutama melalui platform marketplace, memfasilitasi pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand, hal ini menyebakan produk dan praktik bisnis lokal untuk menembus pasar asing. Kerja sama dalam rangka PKM Internasional memperkuat pertukaran produk  dengan memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman antara pelaku bisnis dari kedua negara. Perubahan sosial yang teramati termasuk adaptasi strategi pemasaran, pembentukan jejaring antarbudaya, dan peningkatan kesadaran akan keanekaragaman budaya. guna pengembangan bisnis internasional dan harmoni lintas budaya dibahas dalam konteks kolaborasi PKM Internasional. Kata Kunci: workshop; pertukaran budaya; digitalisasi bisnis; perubahan sosial; berjualan di marketplace; PKM internasional Abstract International PKM activities are carried out in the context of cultural exchange between Indonesia and Thailand. This is driven by rapid changes in global business digital technology, opening up new opportunities for cultural exchange between countries. This PKM examines how business digitalization influences social change in the practice of selling on social media, especially between Indonesia and Thailand, through PKM International collaboration. A qualitative approach that includes interviews and pretest and posttest questionnaires and content analysis explores the experiences of online merchants among consumers in both countries. The findings prove that business digitalization, especially through marketplace platforms, facilitates cultural exchange between Indonesia and Thailand, this allows local products and business practices to penetrate foreign markets. Cooperation within the framework of PKM International strengthens product exchange by facilitating the transfer of knowledge and experience between business people from both countries. Observed social changes include adaptation of marketing strategies, formation of intercultural networks, and increased awareness of cultural diversity. for international business development and cross-cultural harmony are discussed in the context of International PKM collaboration. Keywords: cultural exchange; business digitalization; social transformation; selling on the marketplace PKM international.
Optimizing the Development of Kampung Perca in Bogor City Through Improving The Governance System, Increasing Resources and Utilizing Technology: Optimalisasi Pengembangan Kampung Perca Kota Bogor Melalui Perbaikan Sistem Tata Kelola, Peningkatan Sumber Daya dan Pemanfaatan Teknologi Sutarti; Nani Cahyani; Ani Mekaniwati; Dwi Maulina; Febriana Indah Lestari; Intan Permatasari; Michael M. Ruswan; Tubagus AC. Fikri; Accasia Miranda Leva
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 7 No. 3 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MSMEs play an essential role in the expansion of the Indonesian economy, covering 99% of all business entities. Regarding employment, MSMEs contribute 60.5% to GDP and 96.9% of all national work. Even though they have demonstrated the importance of their role in the national economy, micro, small, and medium enterprises (MSMEs) continue to need help to face various challenges. Perca villages also face challenges related to three aspects, namely organizational management/governance, resources, and marketing. Therefore, the IBIK PkM Team tries to provide the following solutions: 1) conducting training and assisting in developing organizational management policies, 2) training and simulations on designing a financial reporting system based on SAK EMKM, 3) training or training related to entrepreneurship and marketing strategies, 4) sewing training to improve mothers' skills, 5) training, mentoring, and product marketing simulations using technology, design/creation of the Kampung Perca website and marketing models on social media. This service has succeeded in achieving its goals and has brought positive changes to Perca Village, namely the formation of governance guidelines in partner organizations as well as a simple financial management recording system for partner organizations, increased understanding of trustees and administrators regarding asset and capital management, increased entrepreneurial spirit, increased understanding regarding marketing strategy by utilizing digital technology and increasing the expertise of member mothers in sewing clothes, creating the eeb and other digital features (social media) to develop the marketing of partner member business products.
Peran teknologi informasi, media sosial sebagai komunikasi digital marketing guna meningkatkan perilaku hidup sehat di lingkungan masyarakat Nani Cahyani; Lesi Hertati; Yanto Hermawan; Hendra Setiawan; Meilani Kizana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37986

Abstract

Abstrak Perkembangan media sosial yang pesat membawa perubahan pola komunikasi dan penyebaran informasi di masyarakat, termasuk bidang kesehatan. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai media edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan perilaku hidup sehat melalui pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pembuatan dan penyebaran konten edukatif berbasis media sosial (seperti poster digital, video pendek, dan infografis), serta diskusi interaktif secara daring. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum dengan fokus pada peningkatan kesadaran mengenai pentingnya perilaku hidup sehat, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik, kebersihan diri dan lingkungan, serta pencegahan penyakit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran niilai rata-rata pretest = 62,4, niilai rata-rata posttest = 78,9  hal ini terjadi peningkatan sebesar 16,5 poin terhadap masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat, yang ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi, respons positif, serta perubahan sikap dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Media sosial terbukti menjadi sarana yang efektif dan efisien dalam menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Pemanfaatan media sosial dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi strategi inovatif untuk mendukung peningkatan perilaku hidup sehat dan kualitas kesehatan masyarakat. Kata Kunci: teknologi informasi: media sosial; perilaku hidup sehat;  perubahan sikap: lingkungan masyarakat Abstract The rapid development of social media has brought changes in communication patterns and information dissemination in society, including in the health sector. Social media not only functions as a means of entertainment, but as an effective educational medium in improving knowledge, attitudes, and healthy living behaviors. This community service activity aims to improve the understanding and implementation of healthy living behaviors through the use of social media as a health education medium in the community. The methods used include health education, the creation and distribution of social media-based educational content (such as digital posters, short videos, and infographics), and interactive online discussions. The target of the activity is the general public with a focus on increasing awareness of the importance of healthy living behaviors, such as a balanced diet, physical activity, personal and environmental hygiene, and disease prevention. The results of the activity showed an increase in knowledge and awareness with an average pretest score of 62.4 and an average posttest score of 78.9. This represents an increase of 16.5 points in the community regarding the importance of healthy living behaviors, as demonstrated by increased participation, positive responses, and changes in attitudes in implementing healthy living habits daily. Social media has proven to be an effective and efficient means of reaching the community broadly and sustainably. The use of social media in community service activities can be an innovative strategy to support the improvement of healthy living behavior and the quality of public health. Keywords: information technology: social media; healthy living behaviors; attitude change: community  environment