Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN Coelogyne dayana (Rchb) DENGAN TEKNIK KULTUR JARINGAN ANDIKA ANDIKA; AGUSTINA LISTIAWATI; NUR ARIFIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14403

Abstract

Coelogyne dayana (Rchb.) merupakan salah satu anggrek spesies yang berpotensi mengalami kepunahan. Keberadaan Coelogyne dayana dapat dipertahankan melalui perbanyakan dengan teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi berbagai konsentrasi NAA dan BAP pada media VW bagi pertumbuhan eksplan Coelogyne dayana menggunakan eksplan tunas anggrek hasil kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung dari September hingga Desember 2015. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu NAA dan BAP masing-masing terdiri dari 4 taraf (0,0 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm). Variabel yang diamati adalah waktu terbentuk akar, jumlah akar, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi NAA dan BAP yang efektif terhadap pertambahan jumlah daun anggrek Coelogyne dayana adalah tanpa NAA dan tanpa BAP. Perlakuan tanpa NAA memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah akar, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Pemberian NAA 1,5 ppm memberikan nilai rerata tertinggi terhadap jumlah akar (5,77 helai), jumlah tunas (3,25 tunas) dan pertambahan jumlah daun (8,71 helai). Perlakuan BAP 0,5 ppm memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Perlakuan tanpa BAP memberikan hasil yang efektif dan nilai rerata terbaik terhadap waktu terbentuk akar (17,86 HST), jumlah akar (6,26 helai) dan waktu terbentuk tunas (30,85 HST).Kata kunci: Coelogyne dayana, BAP, NAA, kultur jaringan, VW.
Karakterisasi Varietas Padi Lokal di Desa Bokak Sebumbun Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat Fatrisia Novianti; - Astina; Nur Arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19747

Abstract

Penellitian ini bertujuan mencari varietas-varietas padi lokal yang ada di Desa Bokak Sebumbun Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dan memperoleh informasi karakter varietas-varietas tersebut. Varietas-varietas yang diperoleh berjumlah tujuh, yaitu Arang, Barito, Barito Emas, Calon, Kumai, Remayan, dan udang. Karakter yang diamati yaitu nama varietas, golongan, tinggi bibit, panjang daun, lebar daun, permukaan daun, sudut daun, sudut daun bendera, warna helaian daun, warna pelepah daun, panjang lidah daun, warna lidah daun, bentuk lidah, jumlah anakan, kerebahan, tinggi tanaman, sudut batang, warna ruas batang, panjang malai, tipe malai, poros malai, cabang malai sekunder, keluarnya malai, warna lemma dan palea, keberadaan rambut pada lemma dan palea, warna ujung gabah, umur pertama berbunga, umur berbunga, bulu ujung gabah, umur tanaman, jumlah gabah per malai, warna kulit ari beras, aroma, dan tekstur nasi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa karakter yang mirip pada semua varietas yang diamati, yaitu karakter permukaan daun, sudut daun, bentuk lidah, kerebahan, dan warna ruas batang. Varietas yang banyak memiliki kesamaan karakter adalah varietas Arang dan Remayan, sedangkan varietas yang memiliki sedikit kesamaan karakter adalah Barito Emas dan Calon.   Kata kunci: Bokak Sebumbun, Karakterisasi, Padi Lokal.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KOTORAN KAMBING PADA TANAH ALUVIAL Magdalena Septiani; Kukuh Hernowo; Nur Arifin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4187

Abstract

Pengembangan budidaya ubi jalar di Kalimantan Barat khususnya pada tanah aluvial memiliki kendala yaitu sifat fisika, kimia, dan biologi yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat tanah aluvial adalah dengan melakukan pemupukan, salah satunya yaitu menggunakan pupuk kotoran kambing. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengkaji pengaruh dan mendapatkan dosis pupuk kotoran kambing yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan hasil ubi jalar pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama ± 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yang terdiri dari 5 taraf perlakuan pupuk kotoran kambing yaitu, p0 = kontrol (tanpa pemberian pupuk kotoran kambing), p1 = 10 ton/ha, p2 = 20 ton/ha, p₃ = 30 ton/ha, p₄ = 40 ton/ha dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diamati adalah rata-rata berat kering bagian atas tanaman, rata-rata jumlah umbi, rata-rata berat umbi/buah, rata-rata berat umbi/tanaman, rata-rata diameter umbi, dan rata-rata panjang umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk kotoran kambing 20 ton/ha merupakan dosis yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil ubi jalar pada tanah aluvial.Kata Kunci: Pupuk Kotoran Kambing, Pupuk Organik, Tanah Aluvial, Ubi Jalar