Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KOTORAN KAMBING PADA TANAH ALUVIAL Magdalena Septiani; Kukuh Hernowo; Nur Arifin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4187

Abstract

Pengembangan budidaya ubi jalar di Kalimantan Barat khususnya pada tanah aluvial memiliki kendala yaitu sifat fisika, kimia, dan biologi yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat tanah aluvial adalah dengan melakukan pemupukan, salah satunya yaitu menggunakan pupuk kotoran kambing. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengkaji pengaruh dan mendapatkan dosis pupuk kotoran kambing yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan hasil ubi jalar pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama ± 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yang terdiri dari 5 taraf perlakuan pupuk kotoran kambing yaitu, p0 = kontrol (tanpa pemberian pupuk kotoran kambing), p1 = 10 ton/ha, p2 = 20 ton/ha, p₃ = 30 ton/ha, p₄ = 40 ton/ha dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diamati adalah rata-rata berat kering bagian atas tanaman, rata-rata jumlah umbi, rata-rata berat umbi/buah, rata-rata berat umbi/tanaman, rata-rata diameter umbi, dan rata-rata panjang umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk kotoran kambing 20 ton/ha merupakan dosis yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil ubi jalar pada tanah aluvial.Kata Kunci: Pupuk Kotoran Kambing, Pupuk Organik, Tanah Aluvial, Ubi Jalar
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu pada Sekolah Lapang Gambut di Desa Kuat Sihir (Kampung Gambut Siantan Hilir) Iman Suswanto; Kukuh Hernowo; Cico Jhon Karunia Simamora
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22330

Abstract

Sekolah Lapang Gambut menjadi pendekatan pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya sayuran organik sekaligus pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara ramah lingkungan di lahan gambut. Desa Kuat Sihir (Kampung Gambut Siantan Hilir) merupakan sentra hortikultura di Pontianak yang memiliki potensi produksi tinggi, namun rentan terhadap serangan OPT dan penurunan kesuburan tanah apabila budidaya tidak dikelola secara adaptif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) berbasis ekologi pada sistem pertanian organik. Pelaksanaan dilakukan selama delapan bulan melalui demonstrasi lapang, ceramah, praktik identifikasi OPT dan musuh alami, serta pemasangan komponen pengendalian hayati. Tahapan kegiatan mencakup pengolahan lahan, penambahan amelioran, penyemaian, transplanting, penanaman tanaman repellant, pemasangan perangkap kuning dan hserangga, serta penggunaan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian kimia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami tata laksana budidaya organik, teknik konservasi air gambut, monitoring OPT, dan penerapan PHT secara bertahap. Evaluasi pra–pasca kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 33–80% menjadi 90–100% pada seluruh indikator, disertai perubahan pola pikir bahwa pestisida kimia seharusnya menjadi pilihan terakhir setelah ambang kendali terlampaui. Secara umum, penerapan PHT pada sekolah lapang menghasilkan perbaikan kualitas dan produktivitas sayuran serta mengurangi ketergantungan pestisida sintetis. Disimpulkan bahwa sekolah lapang efektif dalam memperkuat kompetensi petani dan keberlanjutan pertanian gambut berbasis organik. Disarankan agar replikasi kegiatan dilakukan di wilayah gambut lain serta pengembangan inovasi pengendalian hayati terus diperluas untuk menjaga keberlanjutan agroekosistem gambut.