Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Human Care Journal

ANALISIS PEMANFAATAN PROGRAM GERAKAN SERIBU JAMBAN TAHUN ANGGARAN 2013/2014 DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA vina novela
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 3 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.394 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i3.87

Abstract

Masalah Sanitasi terutama kepemilikan Jamban di Indonesia masih menjadi masalah yang utama untuk diatasi, terutama akses Buang Air Besar. Secara nasional rumah tangga yang memiliki akses BAB baru mencapai 59%, sedangkan di Kabupaten Lima Puluh Kota cakupan akses jamban hanya 55,48%. Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaran perilaku masyarakat dalam pemanfaatan Program Seribu Jamban Di Kabupaten Lima Puluh Kota.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didukung dengan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap 91 responden. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan mewawancarai 9 orang informan terkait komponen input, proses output.Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pengetahuan dan tindakan masyarakat dalampemanfaatan jamban termasuk dalam kategori baik, namun keadaan lingkungan fisik rumah dan peran tenaga kesehatan di Kabupaten Lima Puluh Kota masih kurang baik.Sedangkan hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa kebijakan tentang program gerakan seribu Jamban memang sudah ada dalam bentuk SK Bupati.Dana untuk pelaksanaan program pada dasarnya belum mencukupi.Sumber daya manusia untuk pengelola program terutama sanitarian jumlahnya masih belum mencukupi.Ketersediaan sarana tidak mencukupi untuk membangun jamban yang layak.Kegiatan sosialisasi dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk pelaksanaan program seribu jamban masih memiliki hambatan di dalam pelaksanaannya.Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan tetapi petugas kesehatan masih sering tidak disiplin di dalam kegiatan monitoring karena adanya tugas rangkap dan jumlah tenaga yang tidak cukup.Pelaksanaan program gerakan seribu jamban sudah berhasil 76,9% dimanfaatkan masyarakat dan masih 23% yang belum dimanfaatkan.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS AKTIVATOR EM4 DAN AKTIVATOR MOL TAPE SINGKONG DALAM PEMBUATAN KOMPOS DARI SAMPAH PASAR (ORGANIK) DI NAGARI KOTOTINGGI KECAMATAM GUNUANG OMEH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2017 vina novela
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 1 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.806 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v4i1.160

Abstract

Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan atau limbah organik lainya. Di pasar Koto tinggi pedagang buah-buahan menyatakan rata-rata sayur yang mulai membusuk dan tidak terjual lebih kurang 8 kg dan buah-buahan 7 kg setiap kali perdagangan berlangsung. Penelitian ini adalah eksperiment dengan rancangan posttest dengan kelompok kontrol (posttest only control group design) dengan uji T-Test Independent pada bulan Agustus-September 2017. Objek dalam penelitian ini adalah sampah pasar (organik). Kelompok eksperimen pertama menggunakan EM4, kelompok eksperimen kedua menggunakan MOL tape singkong dan kelompok eksperiment 3 tanpa menggunakan aktivator atau kelompok kontrol dengan 3 kali pengulangan untuk 1 kelompok eksperimen. Hasil penelitian bahwa Kualitas fisik kompos  menggunakan aktivator EM4 adalah warna akhir hitam, berbau tanah, suhu 32,690C, pH 6,608, kualitas kimia kompos EM4 rasio C/N 6,31, kadar N 3,66%, P 2,20% , K 2,45% serta waktu matangnya kompos 8,67 hari. Kualitas fisik kompos menggunakan aktivator MOL tape singkong adalah warna hitam, berbau tanah, suhu 34,720C, pH 6,019, kualitas kimia kompos Mol Tape Singkong rasio C/N 6,38, kadar N 3,41%, P 2,33%, K 2,23% serta waktu matangnya kompos 10,67 hari. Kesimpulan penelitian ada perbedaan efektivitas aktivator EM4 dan MOL tape singkong dilihat dari lama waktu pengomposan, kualitas fisik kompos (bau, warna, suhu dan pH) serta kualitas kimia kompos ( nitrogen (N), phosfor (P2O5), kallium (K2O) dan rasio C/N). Disarankan kepada masyarakat agar mengelola sampah terutama sampah organik dengan cara pembuatan kompos dengan menggunakan MOL tape singkong.
HUBUNGAN KONSUMSI ZAT GIZI MIKRO DAN POLA MAKAN DENGAN JEJADIAN OBESITAS vina novela
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.549

Abstract

Berdasarkan hasil Riskesdas Sumatera Barat, pada kelompok umur> 18 Tahun 2013 Prevalensi obesitas 13,5%. Kota Padang Panjang menjadi posisi pertama obesitas dengan persentase 25,7%. Obesitas adalah suatu bentuk obesitas yang memiliki hubungan terkuat dengan sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan gizi makro, dan pola makan dengan kejadian obesitas di kesatuan organisasi karyawan  Padang Panjang Barat di Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Lokasi penelitian di Padang Panjang Barat. Jumlah responden penelitian adalah 72 responden. Responden yang mengalami obesitas adalah 51,4%. Asupan nutrisi makro untuk asupan karbohidrat (63,9%), asupan protein (63,9%), asupan lemak (79,2%), dan pola makan tidak baik (59,7%). Ada hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dan obesitas (nilai p = 0,017) OR = 3,838, protein dengan obesitas (nilai p = 0,001) OR = 5,100, lemak dengan obesitas (nilai p = 0,002) OR = 6,889, pola makan dengan obesitas (nilai p = 0,027) OR = 3,399. Berdasarkan hasil penelitian variabel yang paling berisiko adalah asupan lemak untuk itu disarankan responden unutk mencapai BMI sesuai standar dengan mengonsumsi asupan sesuai kebutuhan dan mengendalikan diet dengan mengurangi konsumsi makanan manis dan gorengan serta meningkatkan aktivitas fisik.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN ANEMIA DI UPTD PUSKESMAS BATU HAMPAR KECAMATAN AKABILURU TAHUN 2024 Novela, Vina; Pratiwi, Wina Bunga; Abbas, Khairul
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3264

Abstract

Puskesmas Batu Hampar merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota yang melaksanakan kelas ibu hamil sebagai salah satu programnya yaitu di bidang KIA. Berdasarkan data di puskesmas batu hampar pada tahun 2023 capaian program kelas ibu hamil sebesar 30,42% dari target 100%, hal ini menyebabkan kesehatan pada ibu hamil dengan kasus terbanyak yaitu kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program kelas ibu hamil di UPTD Puskesmas Batu Hampar Kec.Akabiluru Tahun 2024.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi dengan informan sebanyak 11  orang.  Teknik pengumpulan  data  dilakukan  dengan  cara  wawancara  mendalam,  telaah dokumen, dan observasi. Pengolahan data dengan mereduksi data, display data, verifikasi data.Hasil penelitian Evaluasi Pelaksanaan Program Kelas Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia diPuskesmas Batu Hampar Tahun 2024 belum efektif dikarenakan kuantitas SDM yang belum mencukupi pada pelaksanaan kelas ibu hamil, sarana dan prasarana yang belum mencukupi, sosialisasi yang belum maksimal dilakukan serta kurangnya partisipasi dari ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil apalagi ibu hamil yang bekerja.Dapat disimpulkan bahwa kegiatan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Batu Hampar sudah berjalan namun belum efektif dalam pelaksanaannya karena masih ditemukan kendala seperti kurangnya partisipasi dari ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil apalagi ibu hamil yang bekerja. Diharapkan untuk pelaksanaan kelas ibu hamil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas program serta menambahkan sarana dan prasarana berupa matras dan media edukasi di setiap kelas ibu hamil.
PERBANDINGAN KUALITAS AIR BERDASARKAN KADAR COLIFORM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG YANG DI MASAK DAN YANG TIDAK DI MASAK DI KECAMATAN PADANG GELUGUR KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2024 Novela, Vina; Susanty, Shantrya Dhelly
HUMAN CARE JOURNAL Vol 10, No 2 (2025): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v10i2.3485

Abstract

Refill Drinking Water Depot (DAMIU) is a business providing bulk drinking water without packaging that is in demand by the public because the price is cheaper than bottled water. However, its quality is still in doubt due to the lack of information about the processing and supervision process. This study aims to compare water quality based on coliform levels in boiled and uncooked DAMIU water in Padang Gelugur District, Pasaman Regency. The study was conducted quantitatively with a laboratory experimental design in February - March 2025, involving 6 depots with a total sampling technique. Data were obtained through laboratory tests and analyzed univariately and bivariately. The results showed an average coliform level in boiled water of 527 CFU / 100 mL, and uncooked water of 523.67 CFU / 100 mL. The highest level was in depot C (597 CFU / 100 mL) and the lowest in depot A (77 CFU / 100 mL). The results of the independent samples t-test obtained Pvalue = 0.990 ≥ α (0.05) (Ho is accepted). This means that there is no difference in water quality based on the coliform levels of the refill drinking water depots, cooked and uncooked. It is concluded that there is no difference in coliform levels between cooked and uncooked DAMIU water. It is recommended that DAMIU managers in Padang Gelugur District improve hygiene and sanitation during the water treatment process to meet quality standards and be free from coliform contamination