Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS LUBUK GADANG KABUPATEN SOLOK SELATAN Dien Gusta Anggraini Nursal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v9i1.414

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu. Puskesmas Lubuk Gadang memiliki angka kehami- lan risiko tinggi paling tinggi (31,6%) di Kabupaten Solok Selatan tahun 2011. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan risiko tinggi. Penelitian ini menggunakan desain cross Sectional study, dilakukan bulan Februari sampai Juli 2013. Populasi 478 orang ibu hamil dengan sampel 49 orang responden. Data responden didapat melalui kuesioner, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil didapatkan sebagian besar (71,4%) ibu hamil dengan resiko tinggi. Ibu dengan umur berisiko (46,9%), paritas berisiko (55,1%), riwayat kehamilan sebelumnya (73,5%) dan riwayat persalinan sebelumnya (69,4%), Dari analisis bivariat didapatkan umur tidak memiliki hubungan bermakna terhadap kehamilan risiko tinggi (p=0,497), paritas memiliki hubungan yang bermakna dengan kehamilan resti (p=0,001), riwayat persalinan sebelumnya memiliki hubungan yang bermakna dengan kehamilan resti (p=0,001) dan riwayat persalinan sebelumnya juga memiliki hubungan yang bermakna dengan kehamilan resti (p=0,001). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, riwayat persalinan sebelumnya dengan kehamilan risiko tinggi. Untuk mencegah terjadinya kehamilan risiko tinggi, pihak Puskesmas Lubuk Gadang perlu melakukan upaya dan kegiatan penyuluhan dengan pembentukan kelas ibu ditiap posyandu serta melaksanakan pelayanan ANC yang berstandar 10 T.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Pada Wanita Pekerja Seksual di Kota Padang Wilda Tri Yuliza; Hardisman Hardisman; Dien Gusta Anggraini Nursal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2.1015

Abstract

HIV/AIDS memiliki risiko yang besar ditularkan melalui hubungan seksual termasuk Wanita Pekerja Seksual (WPS) dan pelanggannya karena melakukan perilaku seksual yang tidak aman. Meningkatnya prevalensi HIV/AIDS pada WPS di Indonesia berhubungan dengan rendahnya perilaku pencegahan yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada WPS di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, pendekatan kuantitatif menggunakan cross sectional dengan sampel 50 WPS dari berbagai kalangan di Kota Padang, analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Pendekatan kualitatif dengan indepth interview kepada 10 informan yang terdiri dari WPS, mucikari, dan petugas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar WPS di Kota Padang memiliki perilaku pencegahan yang baik (66%), faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada WPS di Kota Padang adalah pendidikan (p= 0,024), pengetahuan (p= 0,002), sikap (p= 0,001), dukungan teman sesama WPS (p= 0,027) dan dukungan petugas (p= 0,013). Kondom tersedia di lokasi hotspot WPS, baik itu dibeli sendiri oleh WPS maupun didapatkan secara gratis dari KPA Kota Padang. Akan tetapi tidak semua WPS selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan pelanggan, dikarenakan adanya permintaan dari pelanggan dan kurangnya kenyamanan saat menggunakan kondom. Hal tersebut membuktikan lemahnya posisi tawar WPS kepada pelanggan dalam penggunaan kondom.
UPAYA MENURUNKAN DAMPAK NEGATIF GADGET MELALUI MEDIA PROMOSI KESEHATAN PADA SISWA SDN 01 SAWAHAN KOTA PADANG Syafrawati Syafrawati; Dien Gusta Anggraini Nursal; Rayunda Chikita; Nugroho Tundun
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i2.230

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi semakin berkembang pesat sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi muncul dari masa ke masa dengan berbagai macam jenis dan fitur yang selalu baru dari hari ke hari. Salah satu teknologi yang populer adalah gadget. Gagdet tidak selalu memiliki dampak positif saja tetapi juga dampak negatif. Menurut hasil observasi yang dilakukan oleh Dewi (2013) kepada beberapa keluarga di salah satu daerah wilayah Yogyakarta pada tahun 2013, menunjukkan sejak menggunakan gadget, ketika di rumah anak menjadi susah diajak berkomunikasi, tidak peduli dan kurang respon pada saat orang tua mengajak nya berbicara. Selain itu gadget juga dapat merusak kesehatan seperti sakit kepala, penglihatan kabur, susah melihat objek yang jauh, dan sering menyipitkan mata ketika melihat objek yang jauh dan tidak nyaman di mata. Melihat kondisi tersebut dikhawatirkan anak-anak sudah terpapar oleh dampak negatif gadget. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini antara lain untuk menghindari dampak negatif gadget melalui media promosi kesehatan yaitu media permainan ular tangga. Sekolah Dasar yang menjadi mitra pengabdian masyarakat ini adalah SDN 01 Sawahan Kota Padang. Pengabdian diawali dengan perkenalan dan dilanjutkan dengan pra-tes. Kegiatan selanjutnya adalah pemberian informasi dengan media permainan ular tangga, pos-tes, dan tanya jawab berhadiah dengan peserta pengabdian masyarakat. Peserta antusias dalam mengikuti kegiatan. Dari hasil pra-tes dan pos-tes disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi kesehatan dengan media permainan ular tangga.
PENGGERAKAN MASYARAKAT UNTUK PENDETEKSIAN DINI ANEMIA DAN PEMBERIAN OBAT PADA REMAJA DI PERGURUAN ISLAM AR RISALAH KOTA PADANG Masrizal Masrizal; Dien Gusta Anggraini Nursal; Fivi Melva Diana
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 24 No 3 (2017): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gizi merupakan salah satu dari empat masalah gizi di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi besi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, sehingga mengakibatkan kadar hemoglobin menjadi rendah. Secara umum tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat yang bekerjasama dengan Pesantren Ar-Risalah Padang sebagai mitra ini yaitu meningkatnya tingkat pengetahuan siswa/siswi tentang anemia, mengetahui faktor-faktor yang berisiko menyebabkan anemia, dan mengetahui ciri-ciri fisik atau gejala anemia sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan secara dini dalam pencegahan anemia yang didapatkan dari kegiatan penyuluhan sebagai media KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). Siswi mendapatkan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan IMT, pemeriksaan kadar Hb, pemeriksaan gol. Darah, dan food recall (konsumsi Protein, Fe dan vit. C). Selanjutnya, bagi siswa/siswi yang terkena anemia akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian tablet Fe plus buah-buahan (pisang atau jeruk). Hasil yang didapatkan dalam segi pengetahuan sikap dan perilaku adalah terjadi peningkatan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan remaja putra dan putri di Pesantren Ar-Risalah. Keadan IMT remaja tergolong normal yaitu terletak antara 18,5 untuk putra dan 21,5 untuk putri. Keadaan Haemanglobin (Hb) tergolong dibawah Normal untuk remaja ptri yakni 10,9 (gr/dl). Ketika pemeriksaan Hb juga ditemukan pada remaja putra yang Hb nya tidak bias di baca. Artinya itu sangat jauh dibawah normal, sekitar <6 gr/dl. Dari hasil tersebut diharapkan kepada klinik kesehatan di Pesantren Ar-Risalah Kota Padang agar terus memantau secara berkala status gizi khususnya anemia di Sekolah Ar-Risalah dan lakukan kegiatan Surveilans yang berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Konselor Sebaya tentang Perilaku Seksual Remaja Melalui Pelatihan Dien Gusta Anggraini Nursal; Aprianti Aprianti; Rachma Ridyanta
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.26.1.69-72.2019

Abstract

The purpose of this service was to provide youth counselor training about risky sexual behavior in Padang City State Senior High School in 2018. The method used in the pre and post experiment quasi. Pre Test was done to find out the students' initial knowledge about premarital sexual behavior. Then training was conducted on risky sexual behavior. After that the Post Test was carried out. Post Test was done to find out the results of the training of adolescent counselors about risky sexual behavior. The results of the knowledge analysis of students who took counseling on sexual behavior and peer counselors found that the average knowledge of students in the first survey before extension was 54.37 with a minimum value of 43.33 from a maximum of 66.67. Whereas in the second or post test measurement after giving the material obtained the average student knowledge about sexual behavior and peer counselor is 81.04 with a minimum value of 76.67 and a maximum of 86.67. So, there was a significant increase in knowledge in high school students in the independent pathway about sexual behavior and peer counselors.
Factors Related to HIV/AIDS Prevention Behavior Among Female Sex Workers in Padang in 2018 Yuliza, Wilda Tri; Hardisman, Hardisman; Nursal, Dien Gusta Anggraini
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.989 KB)

Abstract

Background: HIV/AIDS has a huge risk transmitted through sexual intercourse with multiple partners, including Female from Sexual Workers and customers due to perform unsafe sexual behavior. The increasing prevalence of HIV/AIDS among female sex workers in Indonesia related to the health prevention behaviors were too low.Objective: To determine the factors related to the behavior of HIV/AIDS prevention at the FSW.Methods: This study uses a quantitative approach by the cross-sectional design. Researchers took a sample of 50 female sex workers in Padang using Consecutive Sampling method. Analysis of the data in this study using univariate, bivariate, and multivariate analyzes.Results: Results showed 66% of FSW have a good preventive behavior, there is a significant relationship between education (p= 0.024), knowledge (p= 0.002), attitude (p= 0.0001), specificity (p= 0.006), support fellow of FSW (p= 0.027), and support officers (p= 0.013) to conduct HIV/AIDS prevention at the FSW. Whereas the availability of condoms, access to information and support pimps have no meaningful relationship to the behavior of HIV/AIDS prevention. The most dominant factor related to the behavior of HIV/AIDS prevention is the attitude (OR= 82.877 CI: 7.717-89.079).Conclusion: Factors in themselves greatly influence the behavior of female sex workers in preventing HIV/AIDS coupled with the support of the closest people such as friends, pimps, and officers who make female sex workers feel comfortable and feel cared for. Â