Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KESIAPAN ORANG TUA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG DALAM MEMPERSIAPKAN PERTEMUAN TATAP MUKA DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Fitria Wulandari, SKM, M.Kes; Aprianti Aprianti; Dian Puspitaningtyas Laksana
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 21, No 1 (2022): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v21i1Supp.5561

Abstract

Anak sekolah cenderung lebih rentan dengan penularan Covid-19, data WHO 2020,penderita yang terjangkit Covid-19 mengalami penyakit tanpa komplikasi atau ringan (81%), pasien parah dengan bantuan oksigen (14%) dan perlu masuk unit perawatan intensif. (5%). Di Kota Semarang dengan total penderita 25 anak dengan status pasien dalam pemantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan orang tua dalam mempersiapkan pertemuan tatap muka di kelas, Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross sectional dimana pengambilan data dilakukan dalam satu waktu. Penelitian ini menggunakan kuesioner berupa angket sebagai alat bantu dalam pengambilan data. Hasil : responden dalam penelitian terdiri dari  perempuan yaitu sebesar 86,8%, sedangkan sisanya adalah laki-laki yaitu sebesar 13,2%. Sebanyak 86,3% reponden mendampingi anak belajar di rumah, sebanyak 20% responden yang tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti belajar tatap muka memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Uji statisik nilai p-value sebesar 0,839 yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan izin untuk mengikuti belajar tatap muka, nilai p-value sebesar 0,371 yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku dengan izin untuk mengikuti belajar tatap muka, serta nilai p-value sebesar 0,755yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan izin untuk mengikuti belajar tatap muka, Perlu dilakukan peneltian lebih lanjut terhadap guru dan sekolah dalam memepersiapakan pertemuan tatap muka di kelas. serta di butuhkan sebuah system yang dapat di gunakan untuk memantau pelaksanaan protocol kesehatan selama berada di sekolah, oleh guru maupun siswa
PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP PERUBAHAN POLA MAKAN DAN BERAT BADAN ANAK YANG MENGALAMI MASALAH GIZI (DI TAMAN KANAK-KANAK WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU TAHUN 2014) Yasir Farhat; Aprianti Aprianti; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.142 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v6i1.27

Abstract

Kekurangan atau kelebihan gizi akan dimanisfestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar. Pertumbuhan fisik sering dijadikan sebagai indicator untuk mengukur status gizi baik individu maupun populasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui  Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Perubahan Pola Makan dan Berat Badan anak yang mengalami masalah gizi di TK Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru Tahun 2014.Jenis Penelitian kuasi eksperimen,  pendekatan pre and post test control group design, dan tempat penelitian di TK Nusa Indah dan Ar Raudah wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak dengan masalah gizi dan sampel diambil secara Purposive Random Sampling kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan Kontrol (tanpa perlakuan). Analisis data menggunakan Wilcoxon Mann WhitneyResponden yang memiliki anak pada kelompok perlakuan maupun kontrol tidak mengalami peningkatan jumlah baik berat badan awal maupun akhir, responden pada kelompok perlakuan maupun kontrol sudah cukup bagus perubahan pola makannya. Tidak ada pengaruh konseling gizi terhadap perubahan pola makan maupun perubahan berat badan.Kata Kunci     : Konseling, Pola makan, Berat badan
Hubungan Asupan Serat, Kolestrol, Natriumdan Olahraga Dengan Kadar Kolestrol Dan Hipertensi Pada Lansia Di Kelompok Lansia Wilayah Puskesmas S.Parman Banjarmasin aprianti aprianti; Magdalena magdalena; Alfian yusuf
Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.152 KB)

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kelebihan kolesterol di dalam darah, yang merupakan faktor penyebab terjadinya penyakit jantung dan stroke. Penyebab hipertensi adalah keturunan, umur, jenis kelamin, kegemukan (makan berlebih), kurang olahraga, stres, konsumsi garam berlebih, pengaruh lain : merokok, konsumsi alkohol, minum obat-obatan. Di Indonesia sebanyak 23,34 % dari total populasi mengalami sindrom metabolik (termasuk hipertensi, hiperkolesterol) 26,2 % pada laki-laki dan 21,4 % perempuan. Hipertensi di Asia diperkirakan sudah mencapai 8 – 18 % (2). Dari berbagai penelitian epidemiologi yang dilakukan di Indonesia menunjukkan 18 – 28,6 % penduduk yang berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hubungan asupan serat,kolesterol, natrium dan olahraga dengan kadar kolesterol dan hipertensi pada lansia di kelompok lansia S. Parman Banjarmasin.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian diskriftif analitik dengan menggunakan desain cross sectional studi, yang dilaksanakan di kelompok lansia Wilayah Puskesmas S. Parman Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2015 dengan jumlah sampel 50 orang. Data yang diperoleh adalah asupan kolesterol dan natrium serta kadar kolesterol dan hipertensi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square (p<0,005).Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden adalah perempuan (68%), umur responden sebagian besar kurang dari 60 tahun (56%), dan pekerjaan responden sebagian besar adalah tidak bekerja/IRT (48%). Sebagian besar asupan serat responden tidak baik(96%), asupan kolesterol sebagian besar baik (82%), asupan natrium semuanya baik(100%), Sebagian besar aktivitas olahraga responden kurang baik(88%), tidak ada hubungan antara asupan serat dan kolesterol dengan kadar kolesterol dan hipertensi, tidak ada hubungan antara aktivitas olahraga dengan kadar kolesterol dan hipertensi. Saran pada penelitian ini agar dapat digunakan sebagai bahan edukasi kepada responden (masyarakat) untuk memperbaiki gaya hidup agar mengkonsumsi sayur dan buah yang cukup, sehingga asupan serat tercukupi, serta meningkatkan aktifitas fisik (olahraga) yang cukup 3 kali dalam seminggu selama 30 menit, misalnya jalan kaki
Peningkatan Pengetahuan Konselor Sebaya tentang Perilaku Seksual Remaja Melalui Pelatihan Dien Gusta Anggraini Nursal; Aprianti Aprianti; Rachma Ridyanta
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.26.1.69-72.2019

Abstract

The purpose of this service was to provide youth counselor training about risky sexual behavior in Padang City State Senior High School in 2018. The method used in the pre and post experiment quasi. Pre Test was done to find out the students' initial knowledge about premarital sexual behavior. Then training was conducted on risky sexual behavior. After that the Post Test was carried out. Post Test was done to find out the results of the training of adolescent counselors about risky sexual behavior. The results of the knowledge analysis of students who took counseling on sexual behavior and peer counselors found that the average knowledge of students in the first survey before extension was 54.37 with a minimum value of 43.33 from a maximum of 66.67. Whereas in the second or post test measurement after giving the material obtained the average student knowledge about sexual behavior and peer counselor is 81.04 with a minimum value of 76.67 and a maximum of 86.67. So, there was a significant increase in knowledge in high school students in the independent pathway about sexual behavior and peer counselors.
Status Gizi, Kebiasaan Olahraga dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Aprianti Aprianti; Deviana Nur
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol 1 No 2 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.892 KB) | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i2.49

Abstract

Latar Belakang : Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang memicu terjadinya kecelakaan kerja. Kelelahan kerja pada pekerja dapat menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas kerja. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 3 dari 5 pekerja di Instalasi Gizi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin mengalami kelelahan kerja. Tujuan : mengetahui hubungan status gizi, kebiasaan olahraga dan masa kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja di Instalasi Gizi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik. Rancangan penelitian yaitu cross sectional yang diuji statistik menggunakan spearman. Populasi yaitu seluruh pekerja Instalasi Gizi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dan sampel berjumlah 31 pekerja yang diambil dengan cara acak sederhana dengan kriteria inklusi. Hasil : Hasil uji statistik penelitian ini menunjukkan responden terbanyak mengalami kelelahan sedang sebanyak 54,8%. Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara status gizi (p value = 0,076), kebiasaan olahraga (p value = 0,373) dan masa kerja (p value = 0,397) dengan kelelahan kerja. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara status gizi, kebiasaan olahraga dan masa kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja di Instalasi Gizi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Saran : Pihak Instalasi Gizi Rumah Sakit disarankan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan terkait kelelahan kerja agar pekerja dapat mengetahui dampak dan dapat mencegah kelelahan berkepanjangan. Serta disarankan melakukan rotasi kerja sesuai bidangnya untuk mencegah kejenuhan kerja. Sebaiknya pekerja juga menjaga pola makan dan pola hidup yang baik agar produktivitas kerja meningkat. Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Instalasi Gizi, Kuesioner IFRC
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Balita Underweight Umur 12-36 Bulan Siti Nabila; Aprianti Aprianti; Rusmini Yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tercatat angka kasus Underweight di wilayah Martapura Timur tinggi (28,1%). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian Underweight balita 12-26 bulan di wilayah kerja puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita umur 12-36 bulan di puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar dan sampel 89 balita. Yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga balita. Pengambilan data dengan wawancara dan penimbangan secara langsung menggunakan alat ukur timbangan injak. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,9% tingkat pengetahuan baik, 25,8% tingkat pengetahuan sedang, 20,2% tingkat pengetahuan kurang, 40,4% pendapatan tinggi dan 59,6% pendapatan rendah Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui Ditemukan ada hubungan antara pengetahuan Ibu (ρ = 0,000).dengan kejadian underweigh pada balita umur 12-36 bulan.dan tidak ada hubungan antara Pendapatan keluarga dengan kejadian balita underweight umur 12-36 bulan. Diharapkan ibu atau orang tua harus memperhatikan pemenuhan gizi balita. Memanfaatkan pengetahuan yang ada untuk dapat mengolah dan memilih makanan yang bergizi dan berkualitas baik Yang terpenting pemenuhan nutrisi dengan prinsip gizi seimbang dan beragam. Background: Malnutrition in toddler increases morbidity and mortality. a high number of malnutrition cases have been recorded in the area of East Martapura (28,1%).Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge and family income with the incidence of Underweight toddlers aged 12-36 months Study Area of Puskesmas East Martapura Timur, Banjar Regency. Methods: This research was analytical-observasional study with cross sectional design. Sample of this research was childe aged 12-36 month that living in the area of puskesmas East Martapura. The number of sample was 89 children. The variables in this study are the level of knowledge of mothers and family income of children aged 12-36 month. Data were collected using Purposive random sampling technique. Data has been collected through primary data collecting with direct interviews and weighed using a body scale. Statistical analysis test used Rank Spearman test with 95% (α = 0,05) level of accuracy. Results: Based on the results of the study, it can be seen that that the results showed that 53.9% good knowledge level, 25.8% medium knowledge level, 20.2% low knowledge level, 40.4% high income and 59.6% low income level. Conclusion: Based on the research results, there is a relationship between mother's knowledge (ρ = 0,000) with the incidence of underweigh among toddlers aged 12-36 months and there is no relationship between family income and the incidence of underweight children aged 12-36 months. It is expected that mothers or parents must pay attention to the fulfillment of toddler nutrition. The most important thing is the fulfillment of nutrition with the principles of balanced and diverse nutrition.
Pengaruh Lokasi Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Di Toko Alat Tulis Putra Kembar neti erlina; Aprianti Aprianti
MDP Student Conference Vol 1 No 1 (2022): The 1st MDP Student Conference 2022
Publisher : Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.251 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of the study was to determine consumer decisions in buying at the Putra Kembar Stationery Store in Karang Anyar Village, Lawang Wetan District, Musi Banyuasin Regency on the influence of Location and Price. The sample amounted to 110 with the Maholtra technique. Quantitative method with Likert scale measurement to measure the questionnaire, with the help of SPSS 20 software for windows. The results showed that location and price influenced consumer purchasing decisions with the results of the analysis of determination (R2) obtained a value of 0.585 or 58.5%, other variables that were not examined also influenced 41.5%. Abstrak: Tujuan Penelitian untuk mengetahui keputusan konsumen dalam membeli di Toko Alat Tulis Putra Kembar di Desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin di pengaruh Lokasi dan Harga. Sampel berjumlah 110 dengan teknik Maholtra. Metode Kuantitatif dengan pengukuran skala likert untuk mengukur kuisioner, dengan alat bantuan software SPSS 20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan Lokasi dan Harga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan hasil uji analisis determinasi (R2) diperoleh nilai sebesar 0,585 atau 58,5% , variabel lain yang tidak di teliti ikut mempengaruhi sebesar 41,5%.
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Balita Underweight Umur 12-36 Bulan Siti Nabila; Aprianti Aprianti; Rusmini Yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tercatat angka kasus Underweight di wilayah Martapura Timur tinggi (28,1%). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian Underweight balita 12-26 bulan di wilayah kerja puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita umur 12-36 bulan di puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar dan sampel 89 balita. Yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga balita. Pengambilan data dengan wawancara dan penimbangan secara langsung menggunakan alat ukur timbangan injak. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,9% tingkat pengetahuan baik, 25,8% tingkat pengetahuan sedang, 20,2% tingkat pengetahuan kurang, 40,4% pendapatan tinggi dan 59,6% pendapatan rendah Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui Ditemukan ada hubungan antara pengetahuan Ibu (ρ = 0,000).dengan kejadian underweigh pada balita umur 12-36 bulan.dan tidak ada hubungan antara Pendapatan keluarga dengan kejadian balita underweight umur 12-36 bulan. Diharapkan ibu atau orang tua harus memperhatikan pemenuhan gizi balita. Memanfaatkan pengetahuan yang ada untuk dapat mengolah dan memilih makanan yang bergizi dan berkualitas baik Yang terpenting pemenuhan nutrisi dengan prinsip gizi seimbang dan beragam. Background: Malnutrition in toddler increases morbidity and mortality. a high number of malnutrition cases have been recorded in the area of East Martapura (28,1%).Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge and family income with the incidence of Underweight toddlers aged 12-36 months Study Area of Puskesmas East Martapura Timur, Banjar Regency. Methods: This research was analytical-observasional study with cross sectional design. Sample of this research was childe aged 12-36 month that living in the area of puskesmas East Martapura. The number of sample was 89 children. The variables in this study are the level of knowledge of mothers and family income of children aged 12-36 month. Data were collected using Purposive random sampling technique. Data has been collected through primary data collecting with direct interviews and weighed using a body scale. Statistical analysis test used Rank Spearman test with 95% (α = 0,05) level of accuracy. Results: Based on the results of the study, it can be seen that that the results showed that 53.9% good knowledge level, 25.8% medium knowledge level, 20.2% low knowledge level, 40.4% high income and 59.6% low income level. Conclusion: Based on the research results, there is a relationship between mother's knowledge (ρ = 0,000) with the incidence of underweigh among toddlers aged 12-36 months and there is no relationship between family income and the incidence of underweight children aged 12-36 months. It is expected that mothers or parents must pay attention to the fulfillment of toddler nutrition. The most important thing is the fulfillment of nutrition with the principles of balanced and diverse nutrition.