This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pharmacopoeia
Reza Rahmawati
Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat Demam Oleh Penyehat Tradisional Di Desa Talang Pauh Kabupaten Bengkulu Tengah Cindy Darma Prasiska; Ikhsan; Reza Rahmawati; Suci Rahmawati; Rizqa Hasanah
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1287

Abstract

Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi dan sering ditangani secara tradisional oleh masyarakat perdesaan menggunakan tanaman obat berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis tanaman obat, bagian tanaman yang digunakan, cara pengolahan, serta cara penggunaan tanaman obat oleh penyehat tradisional dalam mengatasi demam di Desa Talang Pauh, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling terhadap 12 orang penyehat tradisional. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 29 spesies tanaman obat yang dimanfaatkan untuk mengatasi demam. Spesies tanaman yang paling banyak di gunakan oleh penyehat tradisional  Adalah melur (Jasminum sambac L ).  Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun, diikuti oleh rimpang, akar, kulit batang, bonggol, dan air kelapa. Metode pengolahan yang dominan adalah perebusan, sedangkan cara penggunaan paling umum adalah diminum, selain digunakan sebagai kompres, diusapkan, dan dimandikan. Dominasi penggunaan daun menunjukkan pertimbangan aspek ketersediaan, kemudahan pengolahan, serta keberlanjutan sumber daya. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik pengobatan tradisional di Desa Talang Pauh masih lestari dan memiliki potensi untuk dikaji lebih lanjut secara ilmiah sebagai dasar pengembangan fitofarmaka berbasis kearifan lokal.