Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD TUMBUHAN PAKU LOKAL UNTUK PENGUASAAN KONSEP PESERTA DIDIK SMP NEGERI 4 PAYAHE KOTA TIDORE KEPULAUAN Hidayat, Muhammad; Taher, Taufiq; Kasman, Rifai
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan LKPD Tumbuhan Paku Lokal dan keefektifan dalam meningkatkan penguasaan konsep peserta didik; Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. LKPD yang dikembangkan dinilai oleh ahli bahasa, ahli media dan ahli materi serta praktisi dan diuji efektivitasnya pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Payahe Kota Tidore Kepulauan Pengumpulan data penelitian menggunakan panduan wawancara, angket penilaian ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran, dan soal pemahaman konsep. Teknik analisis data menggunakan analisis statistic parametric melalui uji independent sample t-test dan n-gain score. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) LKPD tumbuhan paku lokal termasuk dalam kategori layak digunakan dalam pembelajaran; (2) LKPD tumbuhan paku lokal memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep Peserta didik. Kata Kunci: Pembelajaran LKPD, Pengembangan LKPD, Tumbuhan Paku Lokal
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan kemapuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Islam Samargalilah Labuha Kabupaten Halmahera Selatan Taher, Taufiq; Kasman, Rifai
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 1 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science,
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dipercaya sebagai usaha yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya. Dengan pendidikan maka sebagai seorang individu yang tidak berdaya pada saat permulaan kehidupan mampu menjadi suatu pribadi yang berdiri sendiri (mandiri) dan sebagai warga Negara atau masyarakat. Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai kebehasilan dalam perkembangan anak. Jika hal ini dibiarkan maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami materi dan motivasi dalam diri peserta didik untuk belajar lambat laun akan menurun. Dari pendapat di atas menunjukkan bahwa memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), guna mengetahui Pembelajaran Kooperatif tipe NHT untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta didik Kelas VII SMP Islam Samargalilah Labuha. Berdasarkan hasil penelitian Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Islam Samargalilah Labuha. Rerata klasikal persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada siklus I skor rerata klasikalnya sebesar 58,5 hasil belajar ini belum memusakan, pada siklus II rerata klasikal menjadi 75,5 dengan hasil ini maka sudah sesuai dengan belajar tuntas.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN MELALUI MODEL PBL DI MTS AS-SYIFA WAMA OBA SELATAN KOTA TIDORE KEPULAUAN Taufiq Taher, Fadila Dahlan
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 3 (2023): Vol 3 No 3 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Hasil belajar kognitif juga memiliki peran penting dalam pembelajaran, hasil belajar kognitif merupakan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu konsep disekolah dan dinyatakan dalam skor melalui hasil tes. Hasil belajar yang baik tergantung pada aktivitas belajar siswa saat pembelajaran berlangsung di kelas. Aktivitas belajar merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan oleh siswa di dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran tersebut berupa proses berpiki, mengerjakan tugas, berdiskusi, dan lain sebagainya mengemukakan bahwa aktivitas belajar adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, minat, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran berbasis masalah. Problem Based Learning juga merupakan kurikulum sekaligus preses meliputi masalah-masalah yang dipilih dan akan dirancang dengan cermat, yang menuntut upaya kritis peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, menyelesaikan masalah, belajar secara mandiri, dan memiliki skil partisipasi yang baik Model pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi menginspirasi, menguatkan, dan melatari model pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Dilihat dari model pembelajaranya, terdapat dua jenis yaitu model pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan model pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Berdasarka hasil pnelitian menunjukan bahwa Penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi. Dari hasil penelitian, tingkat ketuntasan aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 67%, dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 80,3 % sedangkan pada hasil belajar kognitif siklus I sebesar 66% dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 76%. Jadi tingkat ketuntasan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II terjadi peningkatan dengan itu target yang diinginkan telah tercapai untuk ketuntasan aktivitas dan hasil belajar siswa, karena pada akhir siklus telah mencapai sesuai target yang ditentukan yaitu 75