Benedicta Audrey Putri Trisnadewi
Universitas Nasional Karangturi Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TKSE UNTUK MENINGKATKAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA PASIEN DENGAN GEJALA DEPRESI DI RUMAH PEMULIHAN Ervina Kumalasari; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i1.635

Abstract

Tekanan yang diterima akibat status sebagai ODGJ membuat individu memiliki ketakutan akan masa depan, hingga pada tahap memiliki orientasi masa depan yang cenderung negatif. Ketidakpastian terkait kapan bisa kembali ke masyarakat juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan muncul rasa pesimis akan masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas terapi kelompok suportif ekspresif (TKSE) untuk meningkatkan orientasi masa depan pada pasien di rumah pemulihan. Metode yang digunakan adalah experimental one-group pretest-posttest design. Pemilihan partisipan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria merupakan pasien di rumah pemulihan, mampu membaca dan menulis, dapat berinteraksi dua arah, telah didiagnosis mengalami gejala atau episode depresif, dan tergolong dalam tingkatan depresi minimal garis batas depresi klinis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengukuran tingkat gejala depresi melalui BDI-II. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKSE efektif meningkatkan orientasi masa depan pada pasien di rumah pemulihan dengan skor signifikansi .042 < .05. Penelitian ini juga menemukan bahwa melalui TKSE pasien di rumah pemulihan dapat mengembangkan emosi yang lebih positif, meningkatkan keterampilan sosial, serta memunculkan harapan dan motivasi untuk memiliki tujuan yang realistis beserta usaha untuk mewujudkannya.
Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy pada Orang Dewasa yang Mengalami Kecemasan dan Depresi: Studi Literatur Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Puspita Puji Rahayu; Menik Tetha Agustina; Shofwatun Amaliyah; Ervina Kumalasari
Journal on Education Vol. 6 No. 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8402

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) on adults who experience anxiety and depression in Indonesia. The method used in this research is a literature study. The inclusion criteria of this literature study were that the subjects were adults aged at least 18 years, used Acceptance and Commitment Therapy (ACT) as the intervention, was conducted in the Indonesian population, aimed to reduce the level and/or symptoms of anxiety or depression, written in Indonesian and English, and could be accessed in full-text. Articles were obtained through Google Scholar. There were 5 research articles included with a total of 73 participants. The results of the literature review found that ACT is effective in reducing levels and/or symptoms of anxiety and depression. Future researchers can include more research articles in the literature review or meta-analysis that reveals the effectiveness of ACT in adults with anxiety and depression in Indonesia.
Properti Psikometri Skala Literasi Kesehatan dalam Bahasa Indonesia Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Menik Tetha Agustina
Jurnal Riset Psikologi Volume 5, No. 2 Desember 2025, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v5i2.8050

Abstract

Abstract. Health literacy is an individual's ability to access, understand, and use health information appropriately, and this ability is important to support adaptive health behaviors. In Indonesia, there has not been much adaptation of instruments that measure health literacy to suit the Indonesian cultural context. This study aims to analyze the psychometric properties of the HLS-SF12 in adults aged 18–60 years in Central Java Province. This study used a quantitative design with online data collection through convenience sampling. The analysis included content validity using Aiken's V, internal reliability using Cronbach's alpha, item discrimination index, and Confirmatory Factor Analysis (CFA) to test the suitability of the factor structure. The content validity results showed Aiken's V values in the range of 0.75–0.917. Internal reliability showed a Cronbach's alpha value of 0.899, while the item discrimination index was in the range of 0.565–0.695. The CFA results also showed that the HLS-SF12 had adequate goodness of fit and was consistent with its theoretical structure. The results of the study indicate that the HLS-SF12 is suitable for use as an instrument to measure health literacy in adults in Indonesia. Abstrak. Literasi kesehatan merupakan kemampuan individu untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan secara tepat, dan kemampuan ini penting untuk mendukung perilaku kesehatan yang adaptif. Di Indonesia, belum banyak proses adaptasi terhadap instrumen yang mengukur literasi kesehatan agar sesuai dengan konteks budaya Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis properti psikometris HLS-SF12 pada orang dewasa berusia 18–60 tahun di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pengambilan data secara daring melalui convenience sampling. Analisis yang dilakukan meliputi validitas isi menggunakan Aiken’s V, reliabilitas internal dengan Cronbach’s alpha, indeks diskriminasi item, serta Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk menguji kesesuaian struktur faktor. Hasil validitas isi menunjukkan nilai Aiken’s V dalam rentang 0.75–0.917. Reliabilitas internal menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0.899, sedangkan indeks diskriminasi item berada pada rentang 0.565–0.695. Hasil CFA juga menunjukkan bahwa HLS-SF12 memiliki goodness of fit yang memadai dan konsisten dengan struktur teoretisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HLS-SF12 layak digunakan sebagai instrumen untuk mengukur literasi kesehatan pada orang dewasa di Indonesia.
Pengembangan Karakter dan Kesehatan Fisik di Kalangan Remaja: Implementasi Program Bangunlah Jiwa dan Raganya Puspita Puji Rahayu; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b8mcb816

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang krusial, di mana individu mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik dan psikologis. Tantangan yang dihadapi pada tahap ini sering kali mempengaruhi kesehatan fisik dan pembentukan karakter remaja. Program Bangunlah Jiwa dan Raganya dirancang untuk merespons kebutuhan ini melalui pendekatan holisti yang mengintegrasikan pengembangan karakter dan kesehatan fisik. Program pengabdian kepada Masyarakat ini mengadopsi metode penyuluhan yang interaktif dan dilengkapi dengan sesi tanya jawab, memungkinkan peserta untuk mengklarifikasi pemahaman mereka dan berpartisipasi secara aktif. Selain itu, permainan edukatif digunakan untuk memperkuat pesan-pesan penting yang disampaikan. Evaluasi terhadap program pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan membangun karakter yang positif. Program pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat menjadi model yang efektif yang bersinergi dengan penerapan di berbagai lingkungan remaja lain melalui program kerja sekolah yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Peran Problem-Focused Coping dan Family Protective Factors dalam Membangun Resiliensi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Menik Tetha Agustina; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Ervina Kumalasari
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v13i2.3421

Abstract

Parents of children with special needs face ongoing challenges, including high caregiving demands, prolonged stress, and the need to adjust parenting expectations. This study examines the role of problem-focused coping and family protective factors in predicting parental resilience. Participants were 83 parents of children with physical or psychological developmental disorders receiving services at YPAC Semarang, selected through purposive sampling. Data were collected using the Inventory of Family Protective Factors (IFPP), Brief-Coping Orientation to Problems Experienced Inventory (Brief-COPE), and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Pearson correlation analysis showed that problem-focused coping and family protective factors were positively associated with resilience (r = .317 and r = .153). Multiple regression analysis indicated that both variables significantly predicted parental resilience simultaneously (R = .371, p < .01), contributing 13.8% of the variance (R² = .138). The findings suggest that parental resilience is a multidimensional construct influenced by coping strategies, family strengths, and other psychological and contextual factors. Strengthening problem-focused coping and enhancing family protective factors may therefore support resilience development among parents of children with special needs.   Orang tua anak berkebutuhan khusus menghadapi tuntutan pengasuhan yang tinggi, stres berkepanjangan, serta penyesuaian strategi pengasuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran koping berfokus masalah dan faktor perlindungan keluarga terhadap resiliensi orangtua. Subjek penelitian berjumlah 83 orang tua anak dengan gangguan perkembangan fisik atau psikologis di YPAC Semarang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan IFPP, Brief-COPE, dan CD-RISC. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara koping berfokus masalah dan faktor perlindungan keluarga dengan resiliensi (r = .317; r = .153). Analisis regresi berganda menunjukkan kedua variabel secara simultan memprediksi resiliensi secara signifikan (R = .371; p < 0,01) dengan kontribusi sebesar 13,8% (R² = .138). Hasil penelitian menegaskan bahwa resiliensi orangtua merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh strategi koping, kekuatan keluarga, dan faktor psikososial lainnya. Oleh karena itu, penguatan koping adaptif dan faktor perlindungan keluarga penting dalam meningkatkan resiliensi orangtua anak berkebutuhan khusus.