Tekanan yang diterima akibat status sebagai ODGJ membuat individu memiliki ketakutan akan masa depan, hingga pada tahap memiliki orientasi masa depan yang cenderung negatif. Ketidakpastian terkait kapan bisa kembali ke masyarakat juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan muncul rasa pesimis akan masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas terapi kelompok suportif ekspresif (TKSE) untuk meningkatkan orientasi masa depan pada pasien di rumah pemulihan. Metode yang digunakan adalah experimental one-group pretest-posttest design. Pemilihan partisipan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria merupakan pasien di rumah pemulihan, mampu membaca dan menulis, dapat berinteraksi dua arah, telah didiagnosis mengalami gejala atau episode depresif, dan tergolong dalam tingkatan depresi minimal garis batas depresi klinis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengukuran tingkat gejala depresi melalui BDI-II. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKSE efektif meningkatkan orientasi masa depan pada pasien di rumah pemulihan dengan skor signifikansi .042 < .05. Penelitian ini juga menemukan bahwa melalui TKSE pasien di rumah pemulihan dapat mengembangkan emosi yang lebih positif, meningkatkan keterampilan sosial, serta memunculkan harapan dan motivasi untuk memiliki tujuan yang realistis beserta usaha untuk mewujudkannya.