Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Temperatur dan Ion Klorida terhadap Laju Korosi Baja Karbon pada Perpipaan Crude Oil Onshore: Tinjauan Literatur Ferdy Azlan Hanafi; Aris Herdiana; Puji Astuti Ibrahim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11439

Abstract

Korosi pada pipa minyak darat merupakan penyebab utama kerusakan infrastruktur industri minyak dan gas yang berdampak pada penurunan keandalan operasi, kerugian ekonomi, serta risiko pencemaran lingkungan. Laju korosi pada pipa baja karbon dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama suhu operasi dan konsentrasi ion klorida dalam air formasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kedua faktor tersebut terhadap mekanisme dan laju korosi melalui tinjauan literatur. Kajian dilakukan terhadap 29 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2021–2026, dengan dua jurnal utama sebagai referensi. [5][2] menggunakan pendekatan eksperimental berbasis pengujian elektrokimia untuk mengevaluasi perilaku korosi baja karbon pada berbagai kondisi lingkungan. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, pengaruh suhu terhadap laju korosi berlangsung dalam dua fase dengan tiga rentang karakteristik, yaitu di bawah 60°C, antara 60–80°C, dan di atas 80°C, yang berkaitan dengan perubahan pembentukan lapisan pelindung. Kedua, hubungan antara konsentrasi ion klorida dan laju korosi bersifat nonlinier, dengan laju korosi tertinggi pada larutan NaCl 3,5% berat. Ketiga, interaksi suhu dan ion klorida menghasilkan efek protektif pada suhu tinggi dengan konsentrasi ion klorida sedang, tetapi mempercepat korosi pada suhu sedang dengan konsentrasi ion klorida tinggi. Kajian ini juga mengidentifikasi lima celah penelitian, terutama keterbatasan data lapangan di Indonesia dan belum tersedianya model prediksi berbasis machine learning yang tervalidasi untuk kondisi lokal. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi mitigasi korosi yang lebih efektif.
Review Jurnal Mengenai Perbandingan Korosi Storage Tank Berbahan Carbon Steel dan Alloy Steel terhadap Hidrogen Sulfida Bondan Pramudya; Laura Claudiana; Nur Aida Kinanti; Puji Astuti Ibrahim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11512

Abstract

Hidrogen sulfida (H₂S) merupakan senyawa korosif yang sering ditemukan dalam minyak bumi, gas alam, dan berbagai produk turunannya. Keberadaan senyawa ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan material pada tangki penyimpanan (storage tank), yang dapat menimbulkan risiko kegagalan operasional, kerugian ekonomi, serta bahaya keselamatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketahanan korosi antara dua jenis material yang umum digunakan pada tangki penyimpanan, yaitu baja karbon (carbon steel) dan baja paduan (alloy steel), saat terpapar lingkungan yang mengandung hidrogen sulfida. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur terkait serta analisis data hasil pengujian korosi dari berbagai penelitian terdahulu, dengan parameter pengamatan berupa laju korosi, mekanisme serangan, dan bentuk kerusakan material yang terjadi. Hasil kajian menunjukkan bahwa baja karbon memiliki laju korosi yang relatif lebih tinggi dan rentan mengalami kerusakan berupa retakan akibat tegangan serta penggetasan hidrogen saat terpapar H₂S. Sebaliknya, baja paduan yang mengandung unsur kromium, nikel, atau molibdenum menunjukkan ketahanan yang lebih baik karena mampu membentuk lapisan pelindung oksida yang stabil di permukaan material, sehingga menghambat proses serangan korosif. Meskipun demikian, penggunaan baja paduan memiliki pertimbangan tersendiri terkait biaya investasi yang lebih tinggi dibandingkan baja karbon. Berdasarkan perbandingan tersebut, disimpulkan bahwa pemilihan material tangki penyimpanan harus disesuaikan dengan kadar H₂S, kondisi lingkungan operasi, serta pertimbangan ekonomi guna menjamin keandalan dan umur pakai fasilitas penyimpanan.
Perkembangan Strategi Mitigasi Korosi pada Struktur Minyak dan Gas Lepas Pantai Selama Dua Dekade (2006–2026): Kajian Literatur Muhammad Fatih Shabir; Nuryanto Nuryanto; Puji Astuti Ibrahim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12400

Abstract

Korosi merupakan penyebab utama degradasi struktur pada industri minyak dan gas lepas pantai akibat lingkungan laut yang sangat agresif. Paparan ion klorida, oksigen terlarut, kelembapan tinggi, fluktuasi temperatur, arus laut, dan aktivitas mikroorganisme mempercepat reaksi elektrokimia sehingga memicu berbagai bentuk korosi, seperti uniform corrosion, pitting corrosion, crevice corrosion, galvanic corrosion, erosion-corrosion, corrosion fatigue, dan microbiologically influenced corrosion (MIC). Kompleksitas mekanisme tersebut menuntut penerapan strategi mitigasi yang terintegrasi dan tidak hanya mengandalkan satu metode perlindungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan strategi mitigasi korosi pada struktur minyak dan gas lepas pantai selama periode 2006–2026 menggunakan metode kajian literatur. Sumber pustaka diperoleh dari Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, Taylor & Francis, MDPI, serta Google Scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan mengelompokkan pembahasan ke dalam enam aspek, yaitu mekanisme korosi, protective coating, cathodic protection, corrosion inhibitor, material selection, dan pemanfaatan teknologi digital, seperti Artificial Intelligence (AI), Digital Twin, Structural Health Monitoring (SHM), Internet of Things (IoT), serta predictive maintenance. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi mitigasi korosi telah berkembang dari pendekatan perlindungan material konvensional menuju sistem pengelolaan korosi yang terintegrasi dan berbasis data. Integrasi teknologi digital meningkatkan efektivitas perlindungan melalui pemantauan kondisi secara real-time, prediksi laju korosi, dan pengambilan keputusan pemeliharaan secara prediktif. Kajian ini mengusulkan konsep Integrated Smart Corrosion Management sebagai kerangka konseptual untuk mendukung pengelolaan integritas aset pada industri minyak dan gas lepas pantai.