Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Literasi Green Pharmacy melalui Pemanfaatan Limbah dan Bahan Rumah Tangga menjadi Kosmetik Alami Erma Pranawati; Pradhani Dhaneswari; Arie Dwi Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38028

Abstract

Limbah rumah tangga seperti ampas kopi, air cucian beras, dan teh hijau seringkali belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi digunakan sebagai bahan kosmetik alami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan limbah tersebut melalui pendekatan green pharmacy. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Dusun Cabeyan RT 05, Panggungharjo, Sewon, Bantul dengan melibatkan 19 ibu-ibu dasawisma. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah dan leaflet, pemberian produk toner teh hijau serta scrub dari ampas kopi dan endapan air cucian beras, serta evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert (10 pertanyaan tertutup dan 2 pertanyaan terbuka). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor penerimaan toner sebesar 3,89 dan scrub sebesar 3,58, keduanya termasuk dalam kategori tinggi (diterima). Secara kualitatif, toner dinilai lebih disukai karena memberikan sensasi segar, nyaman, dan tidak lengket, sedangkan scrub memberikan manfaat dalam menghaluskan kulit meskipun memerlukan perbaikan pada aspek tekstur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk kosmetik alami sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pengembangan pelatihan berbasis praktik langsung, penyempurnaan formulasi produk, serta pendampingan produksi skala rumah tangga untuk meningkatkan nilai guna dan potensi ekonomi produk
Translation in English: **Assistance in the Implementation of Comprehensive Integrated Primary Service (ILP) Posyandu at Gunung Krakatau Posyandu Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta** Supatmi Supatmi; Erma Pranawati; Eni Purwaningsih
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1765

Abstract

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan menyediakan layanan kesehatan terpadu di tingkat desa atau kelurahan. Program ini mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer seperti imunisasi, pemantauan gizi, pemeriksaan kesehatan dasar, serta pencegahan dan deteksi dini penyakit. Manfaat Posyandu ILP meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat, memperluas akses dan cakupan pelayanan kesehatan primer, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memberdayakan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Implementasi Posyandu ILP mencakup pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan, dan validasi data hasil pelayanan. Program ini mendukung pemantauan digital kesehatan warga sehingga deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat tepat sasaran. Cakupan Posyandu ILP memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bayi hingga lansia. Implementasi posyandu ILP  perlu  persiapan sumberdaya manusia, peralatan, kemampuan kader baik segi ketrampilan skrining penggunaan alat skrining maupun kemampuan pelaporannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pendampingan implementasi posyandu ILP yang mampu dilaksanakan sesuai dengan kapasitas sumberdaya dan kondisi lokal Masyarakat di dusun Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul Yogyakarta. Pengabdian Masyarakat ini di tujukan untuk seluruh kader posyandu dusun soka dengan jumlah kader 16 orang. Tahapan pelaksanaan kegiatan mulai dari pre test pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki kader untuk melaksanakan Posyandu ILP. Hasil pre test peserta 3 orang (18,8 %) baik, 11 orang (68,8%) sedang,   2 orang (12,4 %) kurang. Pembelajaran teori dan pembelajaran ketrampilan dengan kelompok kecil, Role play pelaksanaan Posyandu ILP, kunjungan rumah. Hasil post test pengetahuan dan ketrampilan 12 orang  ( 75%) baik, 4 orang ( 25%) sedang.  Hasil post test sebagai bahan evaluasi dan review materi yang belum di kuasai. Langkah selanjutnya launching posyandu ILP sekaligus sebagai implementasi pembelajaran praktek. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan posyandu dan rencana tindak lanjut serta pendampingan sebanyak 2 kali pelaksanaan posyandu ILP berikutnya. Kesimpulannya kader posyandu Gunung Krakatau dusun Soka mampu melaksanakan  Posyandu ILP.