Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ESTIMATED TIME FOR CUTTING STEEL PROFILES USING A BANDSAW MACHINE IN THE REFINERY DEVELOPMENT MASTER PLAN FABRICATION PROCESS Abthal Mahdi; Deri Teguh Santoso; Iwan Nugraha Gusniar; Boni Sena
TRAKSI Vol 23, No 2 (2023): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.23.2.2023.215-227

Abstract

Refinery Development Master Plan (RDMP) is a facility development project to increase the capacity of oil refineries, one of which is by building Pipe Rack. When making Pipe Rack with steel structure, time estimation is needed so that the fabrication process flow can run according to the planned time. One of the fabrication processes is the process of cutting profile steel using a Bandsaw machine. The estimated time of cutting profiled steel using a Bandsaw machine can be determined by the values that affect the cutting process so that initial data such as the value of cutting speed, feeding motion, sawblade type, and the type and dimensions of profiled steel to be cut are required. After knowing the initial data, the calculation of the estimated cutting time can be known with several equations. In the initial data, the feed motion is 5 mm / rotation with a sawblade length of 7600 mm and the dimensions of the profile steel to be cut are 400x200 mm. The machining time is 21.14 minutes with a cutting speed of 15,099.34 mm / minute. After obtaining the cutting speed value on the bandsaw machine, the estimated machining time of several variations of profile steel dimensions and different bandsaw machine feed motions can be determined. From the simulation results of several variation values of cutting speed and feeding motion, the longest cutting time is 21.28 minutes with a cutting speed of 15000 mm/minute and 47 minutes with a feeding motion of 2 mm/rotation. Meanwhile, the fastest cutting time is 10.64 minutes with a cutting speed of 30000 mm/min and 10.43 minutes with a feeding motion of 9 mm/rotation.
Peran Infrastruktur Hijau Perkotaan dalam Meningkatkan Kualitas Udara di Jakarta Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin; Asmuni Hasyim; Arlis Dewi Kuraesin; Boni Sena; Louise Elizabeth Radjawane
JURNAL UNITEK Vol. 17 No. 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v17i1.776

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyoroti peran infrastruktur hijau perkotaan dalam mengurangi polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan dengan demikian meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Metode penelitian ini adalah pengumpulan data, pengamatan penginderaan jauh, dan analisis data dengan memanfaatkan berbagai informasi yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan beberapa situs terpercaya yang menyediakan informasi yang diperlukan terkait polusi udara di Jakarta. Pengamatan di Jakarta di lakukan pada dua puluh titik. Sedangkan pengamatan di kota Bogor di lakukan pada dua titik. Data yang diperoleh dari pengamatan jarak jauh di dua puluh lokasi di Jakarta menyebutkan, kualitas udara di Jakarta rata-rata berada pada level tidak sehat. Sedangkan data yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan di kota Bogor menunjukkan bahwa kualitas udara di Bogor masih sehat. Rata-rata kualitas udara di Jakarta adalah 131. Sedangkan rata-rata Rata-rata kualitas udara di Bogor adalah 31.
Pemodelan dan Simulasi Temperatur pada Mesin Freezer Berbasis Phase Change Material (PCM) Hadi Nurwahyudin; Boni Sena; Marno Marno
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1603

Abstract

Fluktuasi suhu dalam mesin freezer dapat menurunkan kualitas produk dan meningkatkan konsumsi energi. Penelitian ini memodelkan dan mensimulasikan temperatur freezer berbasis Phase Change Material (PCM) menggunakan pendekatan matematis perpindahan kalor dan simulasi numerik dengan Python dan ANSYS. Berbagai jenis PCM seperti Dry Ice Gel, Liquid Komersial, Garam 20, Lilin, Minyak Sawit, Garam 36,4, dan Air diuji untuk menganalisis stabilitas suhu. Hasil menunjukkan Liquid Komersial menghasilkan beban pendingin terendah (22,959 W), namun simulasi temperatur dengan Python dan ANSYS menunjukkan bahwa Lilin dan Dry Ice Gel lebih optimal dalam mempertahankan suhu rendah. PCM secara umum mampu menstabilkan suhu dengan karakteristik yang berbeda. Analisis sensitivitas menunjukkan konduktivitas termal mempercepat pendinginan, sedangkan Cp dan kalor laten tinggi mempertahankan suhu stabil lebih lama.
Pengaruh Variasi Media Quenching terhadap Kekuatan Mekanik dan Struktur Mikro pada Pipa SS 304 Rio Rizal Maulana Wahab; Viktor Naubnome; Boni Sena
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1668

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi media quenching terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pipa Stainless Steel 304 (SS304) hasil las TIG dengan arus 70 A. Media quenching yang digunakan adalah air laut, oli Federal Racing 10W-40, dan udara. Pengujian meliputi uji kekerasan, uji tarik, dan analisis struktur mikro. Hasil menunjukkan bahwa media oli menghasilkan kekerasan tertinggi sebesar (masukkan nilai kekerasan tertinggi dalam HV), sedangkan udara memberikan kekuatan tarik terbaik dengan nilai (masukkan nilai kekuatan tarik tertinggi dalam N/mm²). Struktur mikro menunjukkan pembentukan Austenite dan Delta-Ferrite pada daerah lasan, sesuai dengan karakteristik SS304 yang tidak membentuk perlit atau martensit melalui proses quenching. Penelitian ini memberikan referensi penting dalam optimasi perlakuan panas SS304 untuk aplikasi industri.
Analisis Termal Lemari Es dengan Variasi Jenis dan Ketebalan Isolasi di Iklim Tropis Muhammad Azril Rahmaditya; Boni Sena; Farradina Choria Suci; Ihsan naufal firdaus; Faishal Dzaky Al Hakim; Dimas Bahrudin; Ridwan Abdul Hakim; Muhamad Ilham Saputra
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.418

Abstract

Cutting speed is a crucial parameter in the turning process that significantly affects the final quality of the workpiece surface. This study aims to evaluate the impact of cutting speed variations on the surface roughness level of AISI 1018 steel. The machining process was carried out using a chisel with a tip radius of 1.2mm, and the cutting speed was varied at three levels, namely 42m/min, 66m/min, and 105m/min. Surface roughness measurements were carried out using a Surface Roughness Tester. The experimental results showed that increasing cutting speed tended to decrease surface roughness. The lowest roughness value of 2.224 μm was obtained at a cutting speed of 105 m/min. This phenomenon occurs because, at higher cutting speeds, cutting forces and vibrations are reduced, making the machining process more stable and producing better surface quality. This study shows that cutting parameters play an important role in optimizing the final results of conventional turning processes.
Design and analysis of refrigerator cooling load for fruit and vegetable storage in tropical climate Kahfi Alwi Kasim; Boni Sena; Oleh; M. Keitaro Ramadhan; Alwi Azwar Anas; Angga Muhamad Najib
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 13 No 2 (2026): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v13i2.2320

Abstract

This study proposes a domestic refrigerator design based on Phase Change Material (PCM) integration to improve fruit and vegetable storage performance in tropical climates with high temperature and humidity. The study was conducted in two representative conditions, namely Karawang (high temperature) and Banjarmasin (high humidity). The methodology includes thermodynamic-based cooling load analysis (transmission, product, and infiltration load), the use of BMKG climatology data, and three-dimensional geometric modeling using SolidWorks. A 15 mm thick RT4/RT5 PCM was integrated into the cabinet wall as a thermal buffer to reduce temperature fluctuations. The results show that the total cooling load is 103.58 W (Karawang) and 102.42 W (Banjarmasin), respectively, with transmission load dominating at high temperature conditions and a 7.5% increase in latent infiltration load at high humidity conditions. The system is then designed using a 1/8 HP compressor with R134a refrigerant, resulting in a theoretical COP of 3.59. The key findings demonstrate that the integration of PCM into a hybrid wall structure is effective in stabilizing internal temperatures and improving the system's resilience to variations in environmental thermal loads. This approach provides a relevant design contribution to the development of domestic refrigerators in extreme tropical regions
Analisis Kekuatan Bending Akibat Posisi Pengelasan Smaw pada Sambungan Pipa ASTM A53 Ilham Nasuha; Rizal Hanifi; Boni Sena
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi posisi pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) pada uji penetrant cair pada pipa karbon ASTM A53 terhadap sifat mekanik, khususnya dalam uji bending dan penetrant, dan untuk menghitung kekuatan lentur pipa ASTM A53. Hasil penelitian menghasilkan nilai kekuatan bending rata-rata sebesar 505,408 MPa untuk variasi kuat posisi 5 G, 347,907 MPa untuk variasi kuat posisi 6 G. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada patahan pada uji penetrant yang dapat melukai atau menyebabkan kebocoran, dengan demikian hasil pengelasan dapat digunakan atau diteruskan sesuai dengan inspektur penguji NDT dengan nomor sertifikasi B4T-PC/TCI. Menurut inspektur pengujian NDT dengan nomor sertifikasi SNT-IC-2011. Hasil menunjukkan bahwa variasi posisi pengelasan berpengaruh signifikan pada kekuatan mekanik material. Posisi 5 G memberikan nilai kekuatan bending tertinggi, sementara arus 100 A menunjukkan hasil optimal dalam kekuatan mekanik secara keseluruhan, dengan peningkatan risiko retak pada posisi 5 G. penetrant menunjukkan perubahan ukuran butir seiring dengan peningkatan posisi. Kesimpulannya, posisi pengelasan 6 G merupakan pilihan optimal untuk pengelasan ASTM A53 dalam mencapai sifat mekanik yang baik dan stabil.