Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Mengolah Kemangi Hasil Pekarangan Menjadi Minuman “Kemaruk” di Desa Sumberwaru Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Herni Setyawati; Nuris Kushayati; Christina Astutiningsih; Sri Budyartati; Arlis Dewi Kuraesin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7670

Abstract

Desa Sumberwaru Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik merupakan desa dengan mata pencaharian utamanya adalah petani dan buruh pabrik. Desa Sumberwaru berpotensi dengan lahan subur dan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup untuk mendukung pengembangan Desa. Selain itu  pekarangan atau lahan kosong di sepanjang      jalan biasa ditanam berbagai tanaman diantaranya  kemangi. Selama ini pemanfaatan kemangi hanya digunakan dalam bentuk sayuran atau lalapan. Kurangnya pengetahuan  masyarakat tentang pengolahan minuman berbahan herbal, menjadikan mereka kurang maksimal dalam memanfaatkan hasil tanaman. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat  ini untuk memberikan informasi, edukasi dan praktek secara langsung pemanfaatan bahan herbal yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat. Melalui pemberian   edukasi dan pelatihan tentang cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman herbal menjadi minuman fungsional kesehatan yang benar.  Tanaman kemangi dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan  fungsional yang  bernilai ekonomis  lebih tinggi dengan cara meramu kemangi dengan jeruk nipis menjadi minuman  “Kemaruk”. Metode pelaksanaan  dilakukan melalui ceramah, demonstrasi dan workshop     , kepada Kader PKK sejumlah 29 orang di Kantor kelurahan setemt, pada hari Senin, tanggal 27 Juni 2022.  Evaluasi terhadap hasil pretest tentang pengolahan kemangi dengan tingkat pemahaman lebih dari 80% sebesar 20,7% meningkat menjadi 86,2%.  Indikator lain selama kegiatan 96,5%  warga  antusias, untuk mempraktekkan dan semua peserta mau meminum hasil buatannya..Sumberwaru Village, Wringinanom District, Gresik Regency, is a village whose main livelihoods are farmers and factory workers. Sumberwaru Village has the potential with fertile land and a sufficient number of Human Resources (HR) to support Village development. In addition, yards or vacant land along roads are usually planted with various plants, including basil. So far, basil is only used as vegetables or fresh vegetables. The lack of public knowledge about the processing of herbal-based drinks makes them less optimal in utilizing plant products. This Community Service aims to provide information, education and direct practice of using herbal ingredients around the community's living environment through education and training on how to process and utilize herbal plants to become healthy functional drinks. Basil plants can be developed into functional health products that have higher economic value by mixing basil with lime to become a "Kemaruk" drink. The implementation method was conducted through lectures, demonstrations and workshops, for 29 PKK cadres at the local village office, on Monday, 22 June 2022. Evaluation of the results of the pretest regarding the processing of basil with an understanding level of more than 80% by 20.7% increased to 86.2%. Another indicator was that 96.5% of residents were enthusiastic about practising it and 100% about consuming it. 
Peran Infrastruktur Hijau Perkotaan dalam Meningkatkan Kualitas Udara di Jakarta Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin; Asmuni Hasyim; Arlis Dewi Kuraesin; Boni Sena; Louise Elizabeth Radjawane
JURNAL UNITEK Vol. 17 No. 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v17i1.776

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyoroti peran infrastruktur hijau perkotaan dalam mengurangi polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan dengan demikian meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Metode penelitian ini adalah pengumpulan data, pengamatan penginderaan jauh, dan analisis data dengan memanfaatkan berbagai informasi yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan beberapa situs terpercaya yang menyediakan informasi yang diperlukan terkait polusi udara di Jakarta. Pengamatan di Jakarta di lakukan pada dua puluh titik. Sedangkan pengamatan di kota Bogor di lakukan pada dua titik. Data yang diperoleh dari pengamatan jarak jauh di dua puluh lokasi di Jakarta menyebutkan, kualitas udara di Jakarta rata-rata berada pada level tidak sehat. Sedangkan data yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan di kota Bogor menunjukkan bahwa kualitas udara di Bogor masih sehat. Rata-rata kualitas udara di Jakarta adalah 131. Sedangkan rata-rata Rata-rata kualitas udara di Bogor adalah 31.
The Role of Transition Finance, Renewable Energy Investment, and Climate Risk Management on the Financial Performance of Energy Companies in Indonesia Sev Rahmiyanti; Iin Wijayanti; Khusnatul Zulva; Arlis Dewi Kuraesin; Kristanti Rahman
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 03 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i03.2701

Abstract

This study examines the role of transition financing, renewable energy investment, and climate risk management in influencing the financial performance of energy companies in Indonesia amid the global transition toward a low-carbon economy. A quantitative approach was employed using primary data collected from 75 managers and professionals in the energy sector through a structured questionnaire measured on a five-point Likert scale. The data were analyzed using SPSS version 25 through descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that transition financing has a positive and significant effect on financial performance, suggesting that access to sustainable financing mechanisms supports corporate financial stability during the energy transition. Renewable energy investment also shows a significant positive influence, indicating that investment in clean energy technologies enhances operational efficiency and long-term competitiveness. Furthermore, climate risk management significantly affects financial performance, highlighting the importance of identifying and mitigating climate-related risks to maintain corporate financial resilience. Simultaneously, the three variables significantly influence financial performance with an R² value of 0.480, indicating that 48% of the variation in financial performance can be explained by the model. These findings demonstrate that the integration of sustainable financial strategies and environmental risk management practices can improve the financial performance of energy companies, while also contributing empirical evidence to the literature on climate finance and corporate sustainability and offering practical insights for managers, investors, and policymakers in supporting the transition toward sustainable energy systems.