Dewi Pugersari
Program Studi Magister Desain, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesa No. 10, Bandung 40132

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Eksperimen Pengembangan Produk Fungsional Bernilai Komersial Berbahan Baku Tempurung Kelapa Berusia Muda dengan Teknik Pelunakan Dewi Pugersari; Achmad Syarief; Dwinita Larasati
Journal of Visual Art and Design Vol. 5 No. 1 (2013): ITB Journal of Visual Art and Design
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coconut shell, as coconut processing leftover, comes with unique characteristics, such as its strength, hardness, bending flexibility and also special texture of the surface. Those unique potentials and characteristics enable coconut shell to be used as craft materials. The objectives of this research are to find out the shell processing alternative technique and to know more about young age coconut shell's characteristics. The method used for this research is the material experiments and coconut shell as the craft materials, experiment of coconut shell utilization using generally known techniques, surface coloring technique, softening technique, reform technique with the help of base substance and experiment that refer to the unique characteristics of coconut shell.  According to the evaluation, it is concluded that coconut shell utilization using softening technique resulted in products that show less visual character and least natural compared to other techniques. Product that came out as the result with softening technique is still considered as the most suitable product which goes along with the contemporary style and owns the greatest unique value. It brings consideration that the softening technique- product has a great potential to be developed as other craft products. In addition, coconut shell used in softening technique is the young age shell which has not been used widely. 
Fashion sebagai Medium Visual: Analisis Kreativitas Desain dan Identitas Sosial Mahasiswa Universitas Budi Luhur Dewi Pugersari; Salman Alfarisi
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ptr.v1i1.267

Abstract

Tren fashion merupakan fenomena sosial yang mengalami perubahan dinamis dan berperan dalam membentuk ekspresi identitas individu, khususnya di kalangan mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tren fashion terhadap perubahan gaya berpakaian mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya seperti streetwear, oversized, retro, dan hijab casual mendominasi pilihan busana mahasiswa, dipengaruhi oleh media sosial, budaya populer, dan komunitas kampus. Temuan juga memperlihatkan bahwa motivasi mengikuti tren melibatkan faktor kepercayaan diri, eksistensi sosial, dan identitas budaya. Gaya berpakaian bukan sekadar manifestasi estetika, melainkan bagian dari dinamika sosial yang kompleks dalam lingkungan akademik. Studi ini menegaskan bahwa tren fashion berimplikasi langsung terhadap cara mahasiswa merepresentasikan diri dan berinteraksi dalam ruang sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan studi fashion design sebagai bagian dari ekspresi budaya dan identitas generasi muda
KAJIAN BENTUK GUNUNGAN WAYANG SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA PADA VISUAL LOGO HALAL INDONESIA Dewi Pugersari; Wahyu Arnisa
Kartala Virtual Studies Vol 3 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kvs.v3i1.132

Abstract

The authority for halal certification in Indonesia was transferred and followed by a change in the national halal logo. The new halal logo raises pros and cons; one of the reasons is the shape of the logo design, which is considered not to represent the culture of Indonesia but only Javanese culture. This research was conducted to examine the existence and shape of gunungan wayang in various regional cultures in Indonesia. Study of the shape of gunungan wayang as a representation of Indonesian culture on the visual on the Indonesian halal logo. The purpose of this study is to examine the visual suitability of gunungan wayang shape on the Indonesian halal logo as a representation of Indonesian culture. Qualitative research using descriptive methods based on Erwin Panofsky’s iconography theory was carried out by researchers supported by literature review and observations. Based on research, it is known that gunungan wayang in various regions of Indonesia originates from Javanese culture and it can be found on 4 of the 6 big islands in Indonesia; Java Island, Bali Nusa Island, Sumatera Island, and Kalimantan Island. There it can be concluded the visual shape of gunungan wayang in the Indonesian halal logo can represent Indonesian culture. In particular, it has a strong influence on Javanese culture, especially the visual shape of gunungan wayang used in the Indonesian halal logo the Javanese gunungan wayang.
Eksperimen Tipografi Hip-dut: Representasi Identitas Lokal Musik Dangdut Gen Z melalui Kecerdasan Buatan Visual Dhika Purnama Putra; Carol Sebastian Hutauruk; Rana Syakirah Rinaldi; Dewi Pugersari; Arbi Cristional Lokananta
Kartala Virtual Studies Vol 5 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kvs.v5i2.354

Abstract

This study examines the representation of local identity in Hip-dut music through digital typography as a form of visual expression among Generation Z in the era of digital popular culture. Hip-dut, as a fusion of dangdut, hip-hop, and Gen Z visual aesthetics, exists not only in the musical realm but also shapes a distinctive visual language through concert posters, song covers, and social media content. The central problem addressed in this research is the limited academic inquiry into Hip-dut typography as a representation of local cultural identity, particularly in relation to the use of visual artificial intelligence. This study employs a qualitative approach with a design experimentation method. Data were collected through observation of 90 Hip-dut visual artifacts, which were then analyzed using no-code visual artificial intelligence to identify dominant typographic patterns. The findings served as the foundation for exploring digital typeface design through generative AI technology, subsequently refined through manual processes. The experimental typefaces were evaluated via legibility and perception testing with a Gen Z audience. This research produced a prototype Hip-dut Display Typeface that represents the visual character of Hip-dut music, and demonstrates that collaboration between artificial intelligence and designer intuition can enrich typographic exploration rooted in local identity.
Pelatihan daur ulang limbah botol plastik HDPE untuk meningkatkan keterampilan siswa PKBM Binar Dewi Pugersari; Dhika Purnama Putra; Elizabeth Elizabeth
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3166

Abstract

Botol plastik sekali pakai, khususnya yang berbahan High-Density Polyethylene (HDPE), kini menjadi bagian dari keseharian kita, namun juga secara signifikan menyumbang permasalahan lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan cara yang tepat dan kreatif, limbah ini sebenarnya memiliki potensi untuk diubah menjadi produk yang fungsional dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan daur ulang plastik HDPE kepada siswa-siswi PKBM Binar di Tangerang Selatan. Mitra pengabdian menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan nonformal serta minimnya pelatihan keterampilan dan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Kegiatan dimulai dengan survei kondisi mitra, dilanjutkan dengan perancangan alat pengepresan sederhana menggunakan setrika listrik, dan pelatihan yang dilakukan secara partisipatif melalui demonstrasi dan praktik langsung. Peserta belajar menyusun warna plastik, memanaskannya, serta membentuknya menjadi produk sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan teknologi yang sederhana ini berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta, yang ditunjukkan dari kemampuan peserta dalam mereplikasi proses pengepresan secara mandiri dan keberanian mengeksplorasi kombinasi warna. Selain itu, peserta juga aktif selama kegiatan ini dan menunjukkan minat untuk meneruskan praktik ini di luar sesi pelatihan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan tidak hanya membangun kesadaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis bahan bekas yang relevan dan mudah diterapkan di lingkungan PKBM.
Eksplorasi Warna dan Material Kresek Melalui Teknik Pengepresan dalam Pembelajaran Kriya Dewi Pugersari; Dhika Purnama Putra; Elizabeth Elizabeth
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v5i1.6172

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar berbasis kriya melalui eksplorasi warna dan material limbah plastik kresek pada peserta pendidikan nonformal di PKBM Binar yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran keterampilan kreatif dan pemanfaatan limbah plastik. Pembelajaran berbasis kriya dengan metode partisipatif dan experiential learning digunakan sebagai pendekatan. Kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan pelatihan dan tahan evaluasi. Tahap persiapan, meliputi survei tentang kondisi awal mitra, merencanakan, dan menyiapkan alat dan bahan. Tahap pelatihan terdiri dari mempelajari karakteristik material plastik kresek, teknik pengepresan, mengeksplorasi warna dan tekstur. Tahap perancangan dan pembuatan produk kriya sederhana, berupa ID card holder, dan materi kewirausahaan. Tahap evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif peserta dan penilaian hasil karya. Kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis kriya memungkinkan peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung tentang material, warna, dan bagaimana limbah plastik dapat digunakan sebagai alat pembelajaran nonformal.
ANALISIS WARNA KEMASAN AIR MINERAL: STUDI PERBANDINGAN AQUA DAN LE MINERALE Dewi Pugersari; Agus Triyadi; Wahyu Arnisa
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v13i2.73381

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk melihat bagaimana warna biru berpengaruh pada kemasan dari  dua merek air minum dalam kemasan populer di Indonesia, yaitu Aqua dan Le Minerale. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam kajian ini untuk observasi visual elemen warna dalam kemasan. Analisis dilakukan menggunakan teori semiotika Peirce dan Barthes untuk memahami representasi, konotasi, dan mitos dari masing-masing warna biru. Hasil kajian menunjukkan bahwa warna biru tua pada Aqua membentuk kesan kepercayaan dan stabilitas, memperkuat posisi merek mapan. Sementara itu, warna biru muda pada Le Minerale membangun citra segar dan modern yang lebih menarik bagi generasi muda. Hasil ini menunjukkan bahwa pilihan warna dalam desain kemasan memainkan peran penting dalam membentuk persepsi konsumen tentang merek.