Arwin Juli Rakhmadi
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Instrumen Rubu’ Al-Mujayyab Dalam Perhitungan Waktu Shalat Di Masjid Taqwa Setia Khalifah Arwin Juli Rakhmadi; Hasrian Rudi Setiawan; Isra Hayati; Muhammad Hidayat
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v7i2.2356

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman jama’ah Masjid Taqwa Setia Khalifah dalam memanfaatkan instrumen Rubu’ Mujayyab dalam menentukan waktu shalat. Kegiatan ini adalah Program Pengembangan Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) yang memberikan bekal kepada masyarakat berupa kemampuan berpikir ataupun keterampilan lainnya. Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah pelatihan berbentuk ceramah dan praktik yang dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta pelatihan dari 40% menjadi 80%. Setelah kegiatan peserta dapat memahami perhitungan waktu shalat menggunakan instrumen Rubu’ Al-Mujayyab, dapat memahami dasar perhitungan waktu shalat, dapat memahami alasan keputusan perubahan waktu shalat subuh dan mengamalkannya.
The Spirit of Tolerance in Determining the Time of Dawn According to Indonesian Classical Scholars in Malay-Nusantara Muhammad Qorib; Arwin Juli Rakhmadi
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 3 No. 1 (2024): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v3i1.161

Abstract

This study traces the spirit of tolerance of 5 Malay-Nusantara scholars about conception or early standards of dawn (Subuh). The five figures are Ahmad Khatib Minangkabau (d. 1334 H/1915 AD), Muhammad Mukhtar bin 'Atharid Bogor (d. 1349 H/1930 AD), Hasan bin Yahya Jambi (d. 1940 AD), and Muhammad Thahir Jalaluddin (d. 1376 H/1956 AD). Of the 5 figures, four of them set the standard of the beginning of Subuh time 19 degrees, while one figure namely Sheikh Muhammad Thahir Jalaluddin set 20 degrees. This 20-degree standard is commonly used by Muslims in the Southeast Asian region today. Eventhough they disagreed in some aspects, but they aprreciated the different methods they used, but they had the same goal