Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Biomarker Darah terhadap Distribusi Lemak Tubuh pada Perempuan Dewasa : Analisis Korelasi Hematologis dan Metabolik Christian Wijaya; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.928

Abstract

Introduction: Subcutaneous fat distribution in adult women changes significantly with age, particularly during menopausal transition. This modulation is closely linked to hormonal alterations and may be reflected through blood biomarkers. Methods: A cross-sectional study was conducted to analyze the relationship between age and blood biomarkers (hemoglobin, fasting glucose, HDL, and uric acid) with subcutaneous fat thickness at three body sites (biceps, triceps, and suprailiac) in adult women. Pearson correlation tests were used to assess associations between variables. Results: A significant positive correlation was found between age and biceps fat thickness (r = 0.112; p = 0.044). Hemoglobin showed a consistent positive correlation with fat thickness across all sites. Fasting glucose correlated positively with triceps fat (r = 0.109; p = 0.050), and uric acid was positively associated with triceps and suprailiac fat. HDL exhibited a significant negative correlation with suprailiac fat (r = -0.180; p = 0.001). Conclusion: Blood biomarkers hold potential as non-invasive indicators for tracking age-related subcutaneous fat redistribution. This approach could enhance early detection of metabolic risk in adult women and support preventive and integrative clinical strategies.
Korelasi Komposisi Tubuh dengan Risiko Penyakit Jantung berdasarkan Framingham pada Wanita Kelurahan Kota Bambu Christian Wijaya; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.264

Abstract

Latar Belakang: Perubahan komposisi tubuh pada perempuan, termasuk peningkatan adipositas sentral dan penurunan massa otot, berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Framingham Risk Score (FRS) memberikan estimasi risiko 10-tahun yang dapat digunakan untuk menilai pengaruh parameter tubuh terhadap profil risiko tersebut. Tujuan: Menilai hubungan antara komposisi tubuh dengan risiko penyakit jantung berdasarkan FRS pada perempuan di Kelurahan Kota Bambu. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada 82 perempuan. Parameter komposisi tubuh meliputi indeks massa tubuh, lemak subkutan, lemak visceral, serta massa otot rangka. Risiko penyakit jantung dinilai menggunakan FRS. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel. Hasil: Mayoritas responden berada pada kategori risiko rendah, namun variasi skor FRS cukup luas (0–15). Terdapat korelasi positif signifikan antara lemak tubuh total (r = 0,224; p < 0,05), IMT (r = 0,261; p < 0,05), dan terutama lemak visceral (r = 0,360; p < 0,01) dengan FRS. Sebaliknya, massa otot tubuh utama berkorelasi negatif signifikan dengan FRS (r = –0,257; p < 0,05), menunjukkan efek protektif.Kesimpulan: Adipositas sentral dan total berperan dalam peningkatan risiko penyakit jantung pada perempuan, sedangkan massa otot menunjukkan kontribusi protektif. Parameter komposisi tubuh dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining dini di komunitas untuk menilai risiko kardiovaskular. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memperkuat temuan ini.