Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perkembangan Pondok Pesantren di Kota Samarinda Rahmatillah, Rahmatillah
Borneo Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2022): Borneo Journal of Islamic Education, 2 (2), November 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.561 KB) | DOI: 10.21093/bjie.v2i2.3348

Abstract

Hasil yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah Pondok pesantren di Kota Samarinda kini terus melakukan perkembangan dari waktu ke waktu, adapun pondok pesantren yang terus melakukan perkembangan ialah sebagai berikut: pondok pesantren yang berkembang dari tipe A ke D ialah pondok pesanten At-Tanwir, adapun pondok pesantren yang berkembang dari tipe B ke B ialah pondok pesantren An-Nur, pondok pesantren Ar-Rahmah, pondok pesantren Al-Mujahidin, dan pondok pesantren Sabilarrasyad. Sedangkan pondok pesantren yang berkembang dari tipe B ke F ialah pondok pesantren Ihya Ulumuddin dan pondok pesantren Madinatul Qur’an. Selain dari pada itu adapula pondok pesantren yang berkembang dari tipe C ke C yaitu pondok pesantren pelajar dan mahasiswa Nurul Islam, dan yang terakhir yaitu pondok pesantren yang berkembang dari tipe C ke E yaitu pondok pesantren Shuffah Hizbullah.
PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMA Ridho Muttaqin; Rahmatillah Rahmatillah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9691

Abstract

The digital divide resulting from low literacy amidst rapid technological advances has created significant obstacles in optimizing the educational process, particularly in Islamic Religious Education (PAI) and Character Building. This qualitative research aims to evaluate the utilization of digital literacy based on indicators of skills, culture, ethics, and digital security in four public high schools in East Kalimantan. The research was systematically conducted through field observations, documentation studies, and in-depth interviews with religious education teachers in Bontang, Balikpapan, Tanah Grogot, and Tenggarong, which were then analyzed using data reduction and verification techniques. The research findings revealed that the integration of platforms such as Google Classroom and YouTube has successfully enriched the learning experience and facilitated creative digital da'wah among students. Educators actively instill Islamic ethics in online interactions to counter hoaxes and cyberbullying. Statistics show that Indonesians spend 7 hours and 59 minutes per day using the internet, reinforcing the urgency of strengthening digital skills for the younger generation. The main conclusion confirms that digital literacy plays a crucial role in transforming PAI learning to be more relevant and in shaping strong student character. However, implementation in the field is still hampered by limited internet infrastructure and minimal technology training for teachers, so strategic collaboration between the government and schools is needed to create an adaptive education ecosystem. ABSTRAK Kesenjangan digital akibat rendahnya literasi di tengah pesatnya kemajuan teknologi memicu hambatan signifikan dalam optimalisasi proses pendidikan, khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan literasi digital berdasarkan indikator keterampilan, budaya, etika, dan keamanan digital di empat SMA Negeri di wilayah Kalimantan Timur. Tahapan penelitian dilaksanakan secara sistematis melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan para guru agama di Bontang, Balikpapan, Tanah Grogot, dan Tenggarong, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi dan verifikasi data. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa integrasi platform seperti Google Classroom dan YouTube telah berhasil memperkaya pengalaman belajar serta memfasilitasi dakwah digital yang kreatif di kalangan siswa. Pendidik secara aktif menanamkan etika Islam dalam berinteraksi di dunia maya guna menangkal hoaks dan perundungan siber. Data statistik menunjukkan durasi penggunaan internet masyarakat Indonesia yang mencapai 7 jam 59 menit per hari, memperkuat urgensi penguatan kecakapan digital bagi generasi muda. Simpulan utama menegaskan bahwa literasi digital berperan krusial dalam mentransformasi pembelajaran PAI menjadi lebih relevan dan membentuk karakter siswa yang tangguh. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur internet serta minimnya pelatihan teknologi bagi guru, sehingga diperlukan kolaborasi strategis antara pemerintah dan sekolah demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang adaptif.
Penerapan Model Cooperative Learning dalam Peningkatan Motivasi dan Keterlibatan Belajar Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Samarinda Atika Muliyandari; Rahmatillah Rahmatillah
Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 2 (2024): Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/itqan.v15i1.2006

Abstract

This study focuses on the implementation of the cooperative learning model at Madrasah Tsanawiyah Negeri Samarinda and its impact on enhancing students' motivation and engagement in learning. The research employs both quantitative and qualitative approaches (mix method). Quantitatively, data were collected through measurements of students' motivation and engagement before and after the application of the cooperative learning model. The statistical analyses included descriptive tests, correlation tests, and regression analysis. Qualitatively, interviews with the school principal, teachers, and students, as well as classroom observations, were conducted to gain a deeper understanding of the dynamics of cooperative learning. The results of the study indicate that the cooperative learning model significantly contributes to students' motivation and engagement. Correlation test results show a strong positive relationship between motivation and student engagement (r = 0.68, p < 0.01), while regression analysis indicates that motivation contributes 46% to the increase in student engagement. The qualitative approach supports these findings, revealing that social interactions within cooperative groups enhance students' sense of responsibility, active participation, and confidence in expressing their opinions. Based on these findings, it is recommended that teachers increase the use of the cooperative learning model in daily lessons, particularly in subjects that require interaction and collaboration. Teachers should also be trained to manage group dynamics effectively, ensuring that this model is implemented inclusively, allowing all students to actively participate in the learning process.