Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tren Dan Faktor-Faktor Penentu Produksi Gula Pada Pabrik Gula Prajekan Kabupaten Bondowoso Andina Mayangsari; Ummi Sholikhah; Moh. Syaoki Rahman; Nur Mawaddah
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2026): February-April 2026, Saintek, Soial and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala and Collaboration Yayasan Yusda Edu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sejarah.v11i1.600

Abstract

Industri gula nasional masih menghadapi masalah klasik berupa fluktuasi produksi dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga Indonesia masih melakukan impor gula. Jawa Timur sebagai penyumbang terbesar produksi gula nasional menjadikan kinerja pabrik gula di wilayah ini sangat strategis, termasuk Pabrik Gula (PG) Prajekan di Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi gula PG Prajekan tahun 2010–2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor teknis yang memengaruhi produksi gula. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif–eksplanatori dengan analisis tren (least square) dan regresi linear berganda. Data sekunder yang digunakan meliputi variabel produksi gula, luas lahan, volume tebu giling, rendemen, jam giling, dan tenaga kerja. Model regresi diuji dengan uji asumsi klasik, uji F, dan uji t untuk melihat pengaruh simultan serta parsial masing-masing variabel. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa produksi gula PG Prajekan memiliki kecenderungan meningkat secara jangka panjang, dengan persamaan Y = 2.715.561,143 + 38.045,08X. Artinya, produksi gula diproyeksikan meningkat ±38.045 ton per tahun dan tren lima tahun ke depan menunjukkan kenaikan yang konsisten. Uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi gula (Fhitung 59,666 > Ftabel 3,48; sig. 0,000). Namun, uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu produksi tebu (t = 5,069; sig. 0,001) dan rendemen (t = 5,751; sig. 0,000). Variabel luas lahan, jam giling, dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi gula di PG Prajekan. Rendemen menjadi faktor paling dominan, sedangkan jam giling cenderung tidak efektif apabila mesin tidak efisien atau bahan baku tidak stabil.
KARAKTERISASI SENYAWA AKTIF PADI LOKAL INDONESIA TAHAN TERHADAP CEKAMAN LINGKUNGAN Tri Ratnasari; Wahyu Indra Duwi Fanata; Ummi Sholikhah; Ahmad Ilham Tanzil
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.5644

Abstract

The purpose of this study was to characterize the active compounds in Indonesian local rice that are resistant to environmental stress in order to identify the nature of resistance to environmental stress, one of the indicators of which is the presence of flavonoid compounds. This step is one of the efforts that will lead to the acquisition of gene donors in the assembly of varieties resistant to biotic stress (pests and diseases) and abiotic stress (drought, high salinity, low temperature), which are very necessary in rice breeding programs. The method used is to plant 8 local rice varieties that are resistant to environmental stress in buckets in greenhouses. Next, analyze the content of active compounds by extracting the leaves and stems of rice plants, then macerate with methanol for 48 hours and test the content of active compounds. Then the total flavonoid content test was carried out using a quercetin standard and measured using a spectrophotometer. Whatever the results of this study, all samples showed active compounds containing flavonoids, alkaloids, tannins and saponins which were indicated by indicators of color change when tested with certain reagents. The results of the Flavonoid content analysis showed that the pendok variety had the highest flavonoid content, namely 3.9253 ± 0.06, and the Sigupai variety had the lowest flavonoid content, with a value of 1.8073 ± 0.07.