Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

“Simpati: Siap mencegah Penyakit Hipertensi” di Kelurahan Kebon Waru Kota Bandung Setiawan, Shellita Melanie Astuti; Wardhana, Yodi; Pura, Intan Salsabila; Karyana, Mey Meylani; Shafira, Dinda Adhita; Allatif, Denden; Lestari, Nabila Zahra
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v4i4.2923

Abstract

Purpose: Hypertension is known as " a silent killer. This research aims to increase the coverage of hypertension services; reduce the gap in hypertension services; increase the knowledge, skills, and methods of controlling cadres regarding hypertension; and produce educational media about hypertension in the form of video flip sheets and plates. T/ SIMPATI Nutrition Plate. Methodology: Conducting counseling and presentation of material packaged into workshops and training regarding procedures for counseling hypertension patients for 16 cadres in the Kebon Waru sub-district, and then carrying out Pre-test and Post-test activities to determine cadres' understanding of the material provided, as well as providing a feedback sheet regarding how to counsel hypertension. Results: From the results of the pre-test given to 16 cadres, the majority scored 70, while the post-test score was 90. The average post-test score of the participants increased by 8.75 from the average pre-test score. With the counseling results, the percentage of participants who passed was 75% and the percentage of participants who did not pass was 25%. Limitations: Limitations in this research include the number of respondents, the research object is only focused on cadres, and in the data collection process, such as the honesty factor in filling out the pre-test and post-test. Contribution: The results of this research are expected to provide information as a basis for preventing and increasing coverage of hypertension services.
PENINGKATAN KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN MENINGKATNYA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III Melanie Astuti Setiawan, Shellita; Lucyati, Alma; Rachmadhiani, Ira Dewi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i1.2430

Abstract

Kehamilan pada trimester III sering disebut sebagai “fase penantian” yang penuh kewaspadaan. Angka Kematian Ibu (AKI) masih belum mencapai target yang ditentukan yaitu 183 per 100.000 KH. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peningkatan keteraturan pemeriksaan kehamilan dengan meningkatnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Desain penelitian ini analitik observasional. Sampel penelitian berjumlah 40 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Data diambil menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi dan di uji reliabilitas. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil dari penelitian diketahui bahwa mayoritas ibu berpengetahuan baik dengan persentase sebesar 47,5%. Hasil keteraturan pemeriksaan kehamilan ibu yang teratur 55% dan yang tidak teratur 45%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keteraturan pemeriksaan kehamilan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keteraturan pemeriksaan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di trimester III. Dari hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan informasi bahan kajian pengetahuan yang berkaitan dengan tanda bahaya kehamilan di trimester III pada ibu hamil.
Risk factors of non-communicable diseases among productive age in Universitas Pasundan: a cross-sectional study Rakhmania, Sitti Khadijah; Astuti Setiawan, Shellita Melanie; Inzaghi, Dimaz Rafly
Journal of Community Empowerment for Health Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.96963

Abstract

Introduction: Non-communicable diseases (NCDs) remain the leading cause of death in Indonesia, including in Bandung City, where hypertension, heart disease, and stroke are the highest causes of mortality. Recently, the prevalence of NCDs has increased, frequently ranking among the top ten diseases reported in primary healthcare centres in Bandung. Furthermore, the epidemiological trend for NCDs has shifted from predominantly affecting older adults to increasingly affecting the productive age group. However, Indonesia still lacks research on NCD risk factors specifically within the productive age group, including in higher education populations where many individuals in this age group are present.Methods: This study aims to describe NCD risk factors in the productive age group (15-59 years), based on NCD risk factor screening data from the total sampling of 333 students and staff at Universitas Pasundan.Results: According to the data, 42.6% of respondents were in the pre-hypertension category and 5.4% already had hypertension, 36.6% had excessive body mass index (BMI), and 26.1% had central obesity. High blood pressure and central obesity were more prevalent in males, while excessive BMI was more prevalent in females. It was also found that 54.4% of respondents were exposed to cigarette smoke, 52.9% had insufficient physical activity, 49.8% consumed excessive sugar, 58.6% consumed excessive salt, 50.5% consumed excessive fat, and 57.4% had insufficient vegetable and fruit intake. Excessive consumption of sugar, salt, and fat was more prevalent in females.Conclusion: The study found that productive age population has a high risk of developing NCDs. Immidiate interventions are needed especially for at-risk populations, together with bolstering preventive and promotional efforts for those not yet at risk. The university should schedule regular annual screenings targeting a broader and more representative sample.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Utami, Katifa Agniansyah Idznie; Pitaloka, Pritha; Setiawan, Shellita Melanie Astuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.43961

Abstract

Stres adalah reaksi emosional maupun fisik yang dialami seseorang karena ketidaksesuaian antara tuntutan yang dihadapi dan sumber daya yang dimiliki. Reaksi ini dipicu oleh faktor eksternal maupun faktor internal yang disebut stressor. World Health Organization (WHO) menyatakan stres merupakan suatu kondisi psikologis peringkat ke-4 sebagai penyakit yang umum terjadi di dunia. Stres dapat berdampak negatif terhadap berbagai aspek kesehatan, termasuk pola makan seseorang, yang pada akhirnya memengaruhi terhadap perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat stres dengan IMT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dan desain cross sectional. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan mulai dari tahun angkatan 2020 sampai 2023 menjadi sampel penelitian kali ini yang berjumlah 80 responden. Data didapatkan dari kuesioner Perceived Stress Scale -10 (PSS-10) dari hasil analisis berdasarkan karakteristik responden, mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan yang berusia 22 tahun banyak mengalami stres. Kemudian, angkatan yang paling banyak berkontribusi berasal dari angkatan tahun 2022 dan 2023. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan kategori tingkat stres sedang mencapai 76,3% terutama angkatan 2020 yang sedang menjalani Co-Ass, sedangkan hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh diperoleh 38 responden (47,5%) berada dalam kategori normal. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan Indeks Massa Tubuh dengan hasil p-value (P> 0,05).
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KIA DI PUSKESMAS ANTAPANI TAHUN 2022 Astuti Setiawan, Shellita Melanie; Tsaniyassilmi, Shabrina; Sudjana, Primal
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang dapat dipengaruhi oleh pendidikan dan pengetahuan. Angka kematian ibu (AKI) dapat dikurangi dengan melakukan tindakan pencegahan berupa pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak atau buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil mengenai buku KIA. Desain penelitian ini yaitu analitik observasional dengan pendekatan metode potong lintang. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang yang dipilih dengan teknik nonprobability sampling yaitu convenience sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil berpengetahuan baik 73%, cukup 22%, dan kurang 5%. Tidak ada hubungan antara usia (p=0,239), pekerjaan (p=0,056), dan kehamilan (p=0,601) dengan pengetahuan ibu hamil mengenai buku KIA. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil mengenai buku KIA (p=<0,001). Dapat disimpulkan bahwa dari hasil tersebut dengan nilai (p=<0,001) lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang mana terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Kata kunci: buku KIA, pendidikan, pengetahuan DOI : 10.35990/mk.v6n4.p364-373
Gambaran Pengetahuan Gizi pada Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Padalarang Tahun 2023 Azkiya, Rayhana; Setiawan, Shellita Melanie Astuti; Lestari, Gianita Yulia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13799

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition where a child's height is less than normal based on age and gender. This occurs due to a lack of good nutritional intake and usually causes various bad health outcomes such as the child's height or body length being shorter than the standard for children his age impaired cognitive development, and a weakened immune system. To get a broad picture of how nutritional knowledge among pregnant women can prevent stunting in the Padalarang Community Health Center coverage area in 2023. In this research, the researcher carried out descriptive research which used a cross-sectional research design by observing and then analyzing the data that had been collected at the time of the study of the sample population, namely pregnant women through the research group. Based on data from the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), in 2021-2022 there was a decrease in stunting cases from 24.4% to 21.6%, which is calculated to be a 2.8% reduction in stunting cases. Among them, the prevalence of stunting in toddlers (height according to age) based on data from West Bandung Regency is 27.3%. Apart from that, based on data held by the Padalarang Health Center as of 2023, 145 children with stunting came from the villages/districts of Laksanamekar, Cipeundeuy, Kertajawa, and Kertamulya. There were 145 cases of children affected by stunting. Balanced nutrition in pregnant women is a state of balance between the nutrition needed by pregnant women for maternal health and the growth and development of the fetus which can be fulfilled by nutritional intake from a variety of foods. That from the Ulmulr group, the majority of respondents were 20-35 years old, 69 people (71.1%). The majority of the domestic workers (IRTS) did 88 people (90.7%). The majority of the respondents' most recent education was SMA, amounting to 47 people (48.5%). The majority of Trimelstelr 3 pregnancy ulcers were 34 people (35.1%). The majority of the respondents' income was 1 – 5 million rupiah for 52 people (53.6%). The majority of respondents' nutrition knowledge was good, namely 58 people (59.8%). The majority of people involved in Culkulp's prevention of stunting are 65 people (67.0%). Keywords: Stunting, Balanced Nutrition, Cleanliness and Health   ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi dimana tinggi badan seorang anak yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin.hal ini terjadi karena kurangnya konsumsi gizi yang baik dan biasanya menimbulkan bermacam hasil kesehatan yang buruk seperti tinggi atau panjang badan anak lebih pendek dari standar anak seumurannya, gangguan perkembangan kognitif, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah. Untuk mengetahui gambaran secara luas mengenai bagaimana pengetahuan gizi pada ibu hamil dalam pencegahan stunting di wilayah cakupan Puskesmas Padalarang pada tahun 2023. Dalam pelnellitian ini, pelnelliti melnggulnakan pelnellitian delskriptif yang melnggulnakan delsain pelnellitian cross selctional delngan melngobselrvasi lalul melnganalisis data yang tellah dikulmpullkan pada waktul telrtelntul sellulrulh popullasi sampell yaitul ibul hamil mellaluli kulelsionelr. Berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pada tahun 2021-2022 mengalami penurunan kasus stunting dari 24,4% menjadi 21,6% yang terhitung menajdi 2,8% hasil penuruna kasus pada stunting. Diantaranya Pravelansi balita stunting (tinggi badan menurut umur) berdasarkan data Kabupaten Bandung barat 27,3%. Selain itu, berdasarkan data yang dimiliki oleh Puskesmas Padalarang per tahun 2023 anak dengan stunting yang berasal dari Desa/Kelurahan Laksanamekar, Cipeundeuy, Kertajawa, dan Kertamulya kasus yang tercatat sebanyak 145 anak terdampak stunting. Gizi seimbang pada ibu hamil adalah keadaan keseimbangan antara gizi yang diperlukan oleh ibu hamil untuk kesehatan ibu dan tumbuh kembang janinnya yang dapat dipenuhi oleh asupan gizi dari aneka ragam makanan. Bahwa dari segi umur mayoritas responden berumur 20-35 sebanyak 69 orang (71,1%). Pekerjaan responden mayoritas IRT sebanyak 88 orang (90,7 %). Pendidikan terakhir responden mayoritas SMA sebanyak 47 orang (48,5 %). Usia kehamilan responden mayoritas Trimester 3 sebanyak 34 orang (35,1 %). Pendapatan responden mayoritas 1 – 5 juta rupiah sebanyak 52 orang (53,6 %). Mayoritas pengetahulan gizi responden Baik yaitu 58 orang (59,8%). Mayoritas pengetahuan pencegahan stunting responden Cukup yaitu 65 orang (67,0%). Kata Kunci: Stunting, Gizi Seimbang, Kebersihan dan Kesehatan